CMU, kesan pertama
Hampir seminggu saya resmi menjadi mahasiswa di Carnegie Mellon University (CMU) Adelaide. Mungkin belum banyak yang tahu, CMU di Adelaide adalah satu dari dua cabang CMU di seluruh dunia, dan merupakan universitas asing pertama di seluruh Australia. Di Adelaide CMU hanya punya dua jurusan: Master of Public Policy Management, dan Master of Information Technology. Kampusnya pun terbilang kecil, menempati sebuah gedung tiga lantai yang punya nilai historis di Victoria Square.
Dengan total hanya sekitar seratus mahasiswa, nggak banyak orang di luar CMU yang tahu apa itu CMU, hehe.. Padahal konon, untuk Master of Information Technology, CMU Pittsburg adalah salah satu universitas terbaik di seluruh dunia.
Maka percakapan semacam ini sangat umum terjadi, dalam bahasa Indonesia, Inggris, atau apapun:
Q: Kuliah di mana, Adelaide Uni atau UniSA (South Australia)?
A: Di Carnegie Mellon University, di Victoria Square
Q: HAH? Emang di situ ada kampus? CMU apaan sih?
A: (menjelaskan kalimat ketiga dan keempat dari paragraf pertama di atas)
Kapan2 saya akan posting lebih banyak tentang Victoria Square dan bangunan tempat kampus saya berada.
Minggu pertama dan kedua di CMU adalah Introductory Academic and Orientation Program. Jangan bayangkan ini seperti masa orientasi kampus atau Ospek di Indonesia. Program yang ditawarkan benar2 berguna untuk membuat para mahasiswa baru merasa familiar dan homey di kampus, di Adelaide, dan di Australia secara umum.

Informasi yang ditawarkan kira2 ada empat bagian besar:
- Pengenalan akademik, seperti sesi singkat tentang cara menulis essay/paper, informasi tentang plagiarisme, pengenalan aturan2 studi (jumlah kredit, matkul prasyarat, dll), overview matkul yang ditawarkan, cara menyusun rencana studi, dan sejenisnya.
- Pengenalan kampus, seperti perkenalan dengan pimpinan, staf, para dosen, layanan2 yang tersedia di kampus, pengenalan ruangan2 di kampus, dan yang serupa dengan itu. Seperti di sekolah2 di Amerika, semua mahasiswa di sini punya locker kecil dengan gembok ala Amerika pula. Hehe, gaya banget deh!
- Pengenalan kehidupan di Adelaide, seperti akomodasi, pengenalan kota, transportasi, telepon seluler dan provider internet, budaya Australia, visa, kesehatan dan asuransi, serta isu keamanan.
- Sesi informal untuk berkenalan dan mencari pengalaman dari para senior dan/atau alumni.
Mereka juga memperkenalkan tempat2 perbelanjaan yang penting untuk berbelanja dan mencari makan siang, seperti Central Market dan Rundle Mall. Ini penting karena kampus kita nggak punya kantin, tapi lokasinya di pusat kota sehingga kita mudah untuk beli makan. Di Student Lounge tersedia air minum, kulkas, microwave untuk kepentingan makan ini juga
.
Satu hal yang saya tangkap, kuliah di CMU sangat berat. Setiap mata kuliah menuntut begitu banyak tugas. Jangka waktu program yang hanya setahun membuat banyak materi menjadi dipadatkan. Jika mahasiswa di University of South Australia (UniSA) atau Flinders University banyak yang punya waktu untuk kerja paruh waktu, mahasiswa CMU jarang sekali punya kesempatan seperti itu. Paling2 menjadi asisten profesor atau pekerjaan sampingan lain di kampus. Saya yakin, senior2 saya di CMU seperti Ika dan Budi setuju akan hal ini.
Kita juga disarankan untuk segera mencari tempat tinggal permanen (bagi yang belum) dan settle down di Adelaide sebelum mulai punya banyak tugas nantinya. Dan yang sangat penting, bertemanlah! Karena teman sejati nggak akan meninggalkan kita di saat2 sulit.
Life won’t be so easy at CMU. Walaupun saya kuliah di “cabang Adelaide”, yang notabene sebuah “kelas jauh”, toh ijasah saya nantinya akan sama dengan lulusan CMU Pittsburg yang punya peringkat sangat tinggi di dunia. Mereka nggak akan menurunkan standar untuk CMU Adelaide, dan pasti akan banyak yang harus saya berikan dan kerjakan untuk mencapai standar itu. Sleepless nights, having Panda’s eyes, and becoming a Zombie. Tapi itu adalah harga yang harus dibayar.
Maybe I should put myself into this kind of survival test. And when I finish it later, then I can say that I really have achieved something.
Popularitas: 4%


yanti
2 
13.8.2009 @ 21:37 



menggunakan
Safari 530.5 pada
MacOS X
berkomentar:
Take it easy. Anna Shillabeer should be a very helpful one. Hehe, it is not as tough as you think. Just go with the flow..
menggunakan
Firefox 3.0.14 pada
Windows XP
berkomentar:
jeng Yanti.. di CMU ada sholarship untuk short (term) course bidang public policy ga?
thx b4