semua tentang sushi
Nggak bisa dipungkiri, sushi adalah salah satu jenis makanan yang sedang ngetrend saat ini. Sushi semakin mudah didapatkan, baik di resto-resto sushi yang bertebaran di mana-mana, gerai-gerai sushi di food court, sampai di supermarket sekalipun. Makan sushi telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda saat ini, seperti makan hotdog atau hamburger dua puluh tahun yang lalu.
Bisa jadi yang terbayang olehmu saat mendengar kata “sushi” adalah ikan mentah yang amis dan anyep (Jawa: dingin). Memang benar, sushi seringkali terdiri dari ikan mentah, tapi nggak hanya sebatas itu. Mau tau lebih banyak?
Sejarah ribuan tahun
Kata sushi sendiri sebenarnya merujuk pada nasi yang dibumbui, yang menjadi bahan dasar “sushi” yang kita kenal. Ikan mentahnya sendiri, lebih tepat disebut sashimi. Tapi sekarang ini, secara umum sushi adalah potongan makanan yang terdiri dari ikan (biasanya mentah) di atas nasi yang diberi sedikit cuka dan bumbu lainnya. Seringkali juga dibubuhi nori alias lembaran rumput laut, yang awalnya berguna untuk memegang agar tangan nggak lengket.
Kalau kita mengatakan sushi berasal dari Jepang, ternyata hal itu nggak sepenuhnya benar. Hampir dua ribu tahun yang lalu, di daratan Cina orang sudah mengkonsumsi ikan mentah yang diawetkan dengan nasi. Yaitu dengan membiarkan ikan bersama nasi sampai nasi itu terfermentasi dan mengeluarkan zat yang dapat mengawetkan ikan. Ada pula yang mengatakan bahwa cara yang sama juga dikenal di Indocina.
Pada abad ketujuh cara ini mulai dikenal di Jepang, tetapi baru pada abad ketujuhbelas Matsumoto Yoshiichi mulai menjual ikan dengan nasi yang diberi cuka, sebagai cikal bakal sushi yang kita kenal sekarang. Saat ini sushi lebih menjadi makanan cepat saji atau kudapan.
Nggak hanya digulung
Bentuk penyajian sushi yang paling umum tentunya yang digulung (rolls), yang dalam bahasa Jepang disebut makizushi. Gulungan ini terdiri dari nasi sushi, nori, serta ikan dan/atau sayuran. Ada yang disebut hosomaki alias gulungan kecil dengan nori di sisi luar, di mana satu porsi biasanya berisi sekitar enam potong. Ada pula uramaki, gulungan ukuran sedang dengan nori di dalam, yang biasanya terdiri dari enam atau delapan potong per porsinya. Sementara futomaki alias gulungan besar dengan nori di dalam ataupun di luar, satu porsi berisi sekitar empat potong.
Masih digulung, ada yang disebut handroll atau temakizushi. Sushi yang dibuat dari nori yang digulung berbentuk corong ini pun berisi nasi sushi dan ikan serta sayur-sayuran. Temaki biasanya dijual satuan, tapi juga relatif mudah dibuat sendiri karena nggak perlu mencetak dan menggulung nasi.
![]() Hosomaki Photo by The Food Pornographer |
![]() Futomaki Photo by Stuart Spivak |
![]() Uramaki Photo by Kurainisei |
![]() Temakizushi Photo by Chrysophylax |
Sementara bentuk yang paling pertama dipopulerkan dan masih populer hingga sekarang adalah nigirizushi. Cara membuatnya adalah dengan membentuk segumpal nasi sushi sebesar ibu jari. Di atasnya diletakkan potongan ikan seperti tuna (maguro) atau salmon (shake), tapi bisa juga udang (ebi), belut (unagi), cumi, gurita atau telur dadar (tamago).
Masih bersaudara dengan nigiri, ada gunkan nigiri. Gunkan berarti kapal, dan sushi jenis ini dijuluki demikian karena bentuknya yang seperti kapal. Seperti nigiri, nasi juga dibentuk gumpalan, tetapi dibungkus sekelilingnya dengan nori. Biasanya gunkan berisikan telur ikan, misalnya telur salmon yang berwarna kemerahan dengan garis tengah 5 milimeter (ikura) atau tobiko (caviar).
Nigiri dan gunkan sushi biasanya dijual berpasangan.
![]() Nigirizushi Photo by Jenna Walker |
![]() Gunkan sushi Photo by Nattokun |
Sebenarnya ada beberapa cara penyajian lainnya. Churashi-zushi (scattered) misalnya, sangat jauh berbeda dengan sushi yang selama ini kita kenal. Nasi sushi, ikan dan bahan-bahan lain disajikan dalam mangkuk. Atau oshizushi, di mana nasi dan ikan dicetak dalam kotak kayu persegi panjang, kemudian dipotong-potong. Sementara inarizushi adalah nasi sushi yang dimasukkan ke dalam aburage, tahu jepang yang digoreng dalam minyak yang banyak.
![]() Churashi sushi Photo by Chotda |
![]() Inarizushi Photo by Fureai |
Teman makan sushi
Pelengkap saat menyantap sushi yang paling umum adalah shoyu alias kecap Jepang. Shoyu yang biasa disajikan adalah yang bercita rasa asin, tetapi sebenarnya ada juga yang lebih manis. Selain itu ada gari alias manisan jahe berwarna merah muda, yang dapat mengurangi rasa amis ikan dan menetralkan indera perasa kita di antara berbagai rasa ikan.
Tapi yang paling populer sekaligus “menantang” adalah wasabi. Krim dengan rasa pedas yang menyengat ke hidung ini terbuat dari umbi sejenis lobak yang tumbuh di Jepang. Di sana wasabi nggak hanya disajikan sebagai pelengkap sushi, tapi juga untuk menemani sajian-sajian lain. Wasabi memiliki kandungan antibakteri yang tentunya sangat tepat untuk dimakan bersama ikan mentah.
Sebenarnya wasabi yang asli warnanya nggak hijau dan teksturnya nggak berbentuk krim seperti yang kita kenal, melainkan agak kekuningan dan berwujud parutan dari lobak tersebut. Wasabi yang biasa kita jumpai dalam bentuk krim kehijauan biasanya adalah bubuk yang dilarutkan dalam sedikit air. Kandungannya nggak lagi murni dari lobak wasabi, melainkan dicampur dengan sedikit mustard, lobak biasa, dan pewarna. Semua ini semata-mata karena lobak wasabi sangat sulit tumbuhnya, sehingga harganya menjadi sangat mahal.
Biasanya kita mencampur sedikit wasabi ke dalam shoyu. Perlu sedikit pengalaman untuk mengetahui berapa banyak wasabi yang dicampurkan, dan perlu sedikit latihan untuk terbiasa dengan rasa pedas wasabi yang berbeda dengan rasa pedas cabai atau merica. Kemudian sushi dicelupkan sebentar kedalam shoyu, (Sunda: dicocol), sedapat mungkin hanya bagian ikannya. Ini tentu tergantung bentuk sushi yang kita santap. Nasi akan menyerap terlalu banyak cairan sehingga rasanya menjadi terlalu intens.
Tips untuk Pemula
Sebagai pemula yang masih “geli” dengan bayangan memakan ikan mentah, kamu bisa mencoba sushi yang “matang”. Udang misalnya, biasanya selalu direbus. Sementara belut (unagi) selalu digoreng kering. Bahkan ada sushi yang berisikan tempura, misalnya Dynamite Roll. Atau mungkin kamu ingin mencoba vegetarian sushi, misalnya yang berisikan timun (kappa maki) atau avokad. Ada juga sushi dengan telur dadar (tamago).
Mulailah dari sushi jenis maki, dan bukan nigiri. Maki “menyembunyikan” ikan di dalam gulungan nasi dan nori, serta seringkali diberi saus seperti mayones yang menghilangkan bau amis ikan. Dan pilihlah jenis ikan yang nggak terlalu amis seperti tuna atau salmon.
Di Amerika Serikat sushi berkembang sangat pesat. Di sana banyak tercipta variasi-variasi sushi baru yang dijuluki fusion sushi, yang malah seringkali lebih populer dibanding sushi tradisional. Fusion sushi juga patut dicoba oleh pemula, karena terdiri dari bahan-bahan yang cukup familiar di lidah kita. Lihat saja beberapa contohnya:
- Philly Roll, maki yang berisi salmon asap, Philadelphia cream cheese, avokad dan daun bawang
- California Roll, maki yang berisi surimi (daging kepiting tiruan), avokad, timun dan bagian luarnya ditaburi tobiko (telur ikan).
- Hawaiian Roll, maki yang berisi unagi, avokad, dan kacang Macadamia.
- Boston Roll, maki serupa California Roll, tapi menggunakan udang sebagai pengganti surimi.
Sushi yang matang begini juga sah-sah saja dikonsumsi oleh ibu hamil, yang tentunya disarankan untuk nggak mengkonsumsi makanan mentah. Bahkan karena ikan mengandung omega-3 yang bermanfaat untuk perkembangan otak janin dan rendah lemak.
Bacaan lanjutan:
- Resep-resep sushi di Sushi Day
- Sushi FAQ
- Sushi di Wikipedia Indonesia
- Jangan Ragu Menyantap Sushi oleh Toar Christopher, chef Poke Sushi, Jakarta.
Popularitas: 19%


yanti
37 
5.4.2007 @ 14:37 











menggunakan
Firefox 2.0 pada
Windows XP
berkomentar:
sushi ituuuuu… bikinnya susah, makannya sekali lheb! abis
sumpah gw bikin sushi, perot2 terus… jatah gw cuman makannya… or maksudnya, ditraktir, wakakakaka…
*berdoa biar klub jepang gw sabtu ini praktek sushi lagi*
nyonya rumah: hahahaha… sama mbak, buat gw sih, sushi bukan a Do-It-Yourself kinda food. mendingan beli!
menggunakan
Firefox 2.0 pada
Mac OS X
berkomentar:
Nah, berarti bisa mengharap mbak Yanti akan bawa sushi kalo kopdar sama aku
Pesen fusion sushi sepaket ya, mbak
nyonya rumah: halah Ta, mending kita kopdaran di resto sushi aja sekalian
menggunakan
Firefox 2.0.0.3 pada
Windows XP
berkomentar:
Pertama kali makan sushi pas di SF…kaget juga sama wasabi di sana..nendang banget…
sampe-sampe sempet ngebatin gak bakalan lagi makan sushi and wasabi.. 

Tapi pas di sini diajakin lagi makan sushi, jadi ketagihan… apalagi kalo pake shoyu yang manis…
Kapan lagi ya ada yang nraktir makan sushi… (ogahrugi.com)
nyonya rumah: dasar jurig kecap manis
. kalo ada yang nraktir sushi, aku ikut!!!!!!
menggunakan
Internet Explorer 6.0 pada
Windows XP
berkomentar:
waks sushiiiiiiiiiii ….
bagus bgt postingannya yan, menambah pengetahuan gue banget, secara yg asalnya tau makan doang ….
menggunakan
Firefox 1.5.0.11 pada
Windows XP
berkomentar:
walah
whyyyyyy .. whyyyyyyyy membaca disaat perut lapar begini
menggunakan
Firefox 1.5.0.11 pada
Windows XP
berkomentar:
sip, thank you infonya.. hmm gitu ya…
itu si umbi namanya horseradish yak, kebeneran tetangga kota disini penyelenggara festival horseradish sedunia, ih bener ga tuh, ngaku2 aje kali yaaa hheheh…
setuju, sushi sekarang fashionate
lucu2 keren2, kabarnya koki yang bisa menciptakan variasi sushi yang beragam sehingga menarik pembeli, bayarannya gedeeee…
nyonya rumah: Teh Roro, menurut Sushi Now, yang perlu diperhatikan saat menciptakan kreasi sushi adalah: tekstur, warna, dan rasa. jadi memang tampilan sushi udah seharusnya diperhatikan
menggunakan
Firefox 2.0.0.3 pada
Windows XP
berkomentar:
Ah bikin laper aja baca bahasan ini
Tapi saya akhirnya malah pilih lemper hehehe
menggunakan
Internet Explorer 6.0 pada
Windows XP
berkomentar:
Gue justru paling menghindari makanan ini. Begitu ada yang bilang sushi, lebih baik gue gak ikut. Sudah cukup selama ini, enough is enough !!

Di Bandung ada resto sushi kah ?
nyonya rumah: yang gue tau sih ada Sushi Tei di Jl Sumatera dan Sushigroove di mal Paris van Java. Sushi Tei lebih tradisional, Sushigroove fusion banget.
menggunakan
Firefox 2.0.0.3 pada
Windows XP
berkomentar:
sushi eman wenak d dgn catatan ikannya bener2 seger.
cuman neneknya caca liat caca mknsushikok pgn muntah ya hihi…
udang mentah kok dimakan katanya
kalo mo cari nama2 anak pake google ajah Yan lo pasti tahulah, salahsatunya gw pake inihttp://www.babynamesworld.com/
menggunakan
Firefox 2.0.0.3 pada
Windows XP
berkomentar:
gue gak doyan sushi
btw kalo yg pake conveyor belt itu namanya kaitenzushi .. kalo gak salah itu adalah sushi “murahan”
kalo soal harga, biasanya yg di piring putih lebih murah daripada yg di piring berwarna (mis. biru). cmiiw yah
nyonya rumah: gue malah ga apal mbak, piring yang murah yang mana. seinget gue sih bener, putih paling murah, merah paling mahal. lupa, biasa order ke meja sih
menggunakan
Firefox 1.5.0.11 pada
Windows XP
berkomentar:
Wah dah lama banget aku gak makan sushi. Dulu sih doyan, apalagi kalo dibeliin. Hehehe…tp my hubby kurang suka dan aku jd jarang belinya.
Jd pengen beli lagi…nyum nyum nyum…
menggunakan
Firefox 1.5.0.11 pada
Windows XP
berkomentar:
Kalo baca blognya bunda Naila ini senang deh. Penjelasannya lengkap selengkap-lengkapnya. Mulai dari sejarahnya pokoknya komplit deh.
Btw, aku tuh paling nggak bisa kalo disuruh makan yang mentah, bawaannya eneg aja. Mungkin emang wong ndeso kali..
menggunakan
Firefox 2.0.0.3 pada
Windows XP
berkomentar:
Gw penggemar sushi banget, termasuk juga sashimi. Tapi sekarang baru tau nih kalo sushi itu beragam namanya, kirain sushi doang :p
Gw punya kenangan ‘indah’ sama sushi. Dulu waktu Arief masih PDKT gw ajakin makan di kedei jepang, makan sushi. Gw pikir dia udah biasa ternyata itu pertama kalinya. Begitu liat wasabi dia main ambil aja, trus gw bilang kalo itu pedes, ehh beliau ngga percaya dan bilang itu avocado. Lha gimana sih tp karena bandel gw diemin dan dilahap lah wasabi itu sama dia dan ngga sampai 2 detik mukanya lsg merah padam. Hebatnya, mungkin karena jaim di depan gw, dia cuma bilang, “ternyata emang pedes ya..” dengan keringat bercucuran hahaha
Untung ngga sampai kapok untuk makan sushi karena gw paling doyan sama sushi cuma dia jadi agak bermusuhan sama wasabi
menggunakan
Internet Explorer 6.0 pada
Windows XP
berkomentar:
Setelah mendadak kopdar apa gag mendadak lapar Yan? he…he…
Tapi serius nih, baru sarapan tapi kepingin nyicip. Sluuuurp!
menggunakan
Firefox 1.5.0.11 pada
Windows XP
berkomentar:
wah baru tau kalo ada sushi matang…
gak terlalu suka sushi, krn geli2 itu td hehe…
menggunakan
Firefox 2.0.0.3 pada
Windows XP
berkomentar:
neng, gue dapet link ini : http://www.youtube.com/watch?v=bc6v8IUe_0g
buat melengkapi postingan ttg sushi
menggunakan
Internet Explorer 6.0 pada
Windows XP
berkomentar:
suami ku pencinta semua makanan jepang. tapi de gak doyan *dasar lidah ndeso*. At least de udah pernah mencoba…tp gak bisa ketelen. Kalo cuma tempura aja mah doyan *wong ndeso pasti suka sesuatu di tepungin trus digoreng model bakwan*. hehehe
waktu suami ke jepang…dia memuaskan hasrat terpendamnya dengan makan sushi sepuasnya
menggunakan
Firefox 2.0.0.3 pada
Ubuntu Linux
berkomentar:
Pertama kali makan sushi di senayan (lupa nama restorannya), langsung jatuh cinta. sejak itu, selalu doyan makan sushi, walaupun jarang khusus makan ke restoran sushi sendiri. gak punya temen yang doyan sushi.
Tambahan untuk pemula : jangan mencoba makan sushi dengan sesama pemula. Kalau memang benar2 mau coba, ajak orang yang sudah biasa dengan sushi (seperti Teteh
), dan minta dia yang rekomendasiin. Seperti umumnya makanan, buat gw yang penting adalah pengalaman pertama. kalau pengalaman pertama oke, dijamin mantap berikut2nya
menggunakan
Firefox 2.0.0.1 pada
Windows XP
berkomentar:
Sushi pertama dimakan pengen muntah taapiiiii tiga kali coba-coba makan bikin kangen jadi mau lagi… lagi… lagi.. dan lagi…..
menggunakan
Internet Explorer 7.0 pada
Windows XP
berkomentar:
ga tau kenapa.. saya ngga pernah suka sushi…
daripada sushi, mendingan minori dan megumi deeeh…
menggunakan
Firefox 1.5.0.11 pada
Windows XP
berkomentar:
perut ama tenggorokan blm kompak ma sushi…. kamse ye?
aku jenis yg ga berani nyoba2 mba.. jd begitu keliatan aneh n njelimet langsung ogaaaaaaaaaaaahhhhhhh…..
menggunakan
Firefox 2.0 pada
Windows XP
berkomentar:
Oishi..Oishi ..ne..
apalagi ada yang pesen banyak .
All item sushi so pasti enak…anaaaaaak..
dimakan and dirasakan
emang seh semua gampang dibuat yang penting pengalaman kan.
So guys lets go taste this food..to Miyama rest borobudur
he.he.he .promosi dikit ga banyak
menggunakan
Internet Explorer 7.0 pada
Windows XP
berkomentar:
sampe sekarnag yang namanya sushi sashimi yg menggunakan ikan mentah atau daging masih belum bisa makan. Maksimal cuma makan furai maki yg didalam nya udang goreng tempura hehehe… itupun minus wasabi n soyu, jadi makannya cuma pake gari saja.
menggunakan
Firefox 2.0 pada
Windows XP
berkomentar:
iii,,, aquw siy geuleuh sama yang namanya sushi…secara gitu ya makan daging mentah,,huekk..kuta suka ta suka!!!pdhal gw teh pnngen bgdh ke negeri Jepun,,tp kumaha atuw???
menggunakan
WordPress 1.5.2
berkomentar:
[…] Jadi pengen bikin sushi sendiri dirumah nih critanya ……. mulai deh browsing di internet apa aja yg perlu dibeli , ya judulnya kan mo ngehemat,beli seperlunya dong …… ini ada beberapa website yg berguna banget utk pemula …. - makemysushi - sushilinks - dan website temanku yang cantik dan pinter ini ……. […]
menggunakan
Internet Explorer 7.0 pada
Windows Vista
berkomentar:
menggunakan
Firefox 3.0.3 pada
Windows XP
berkomentar:
i love sushi……
apalagi kalo makannya rame-rame lagi laper….makan yang temaki tuna salad…..
menggunakan
Internet Explorer 7.0 pada
Windows XP
berkomentar:
sushiii
is enakkk abisss
top
apalagi cukka cinmi….
waduuuuuuu salmon bikin laper
wkwkwkwkwkwkwk
menggunakan
Firefox 3.0.5 pada
Windows XP
berkomentar:
sushi itu kan sama dengan pekasemnya wong palembang
menggunakan
Internet Explorer 7.0 pada
Windows XP
berkomentar:
menggunakan
Firefox 3.5.1 pada
Windows XP
berkomentar:
wah..tmbh pengetahuan baru soal sushi neh, belum pernah ke resto sushi. Kapan2 pengen cobain juga.
Ada resto rujukan ga,bro ?
menggunakan
WordPress 2.7
berkomentar:
[…] Sumber: teori-menikmati-sushi - twentea semua tentang sushi - jalankenangan […]
menggunakan
Firefox 3.0.1 pada
Windows XP
berkomentar:
laper liatnya……….
menggunakan
Internet Explorer 6.0 pada
Windows XP
berkomentar:
mau mkand sushi di jeang lgsg ah . . .
tpi di t4 tgl quu ga da yg jwl sushi . . .
menggunakan
Netscape Navigator 4.7 pada
Windows 2000
berkomentar:
hm. hope to see same more info. Can we speake about it?
menggunakan
Netscape Navigator 4.61
berkomentar:
автор можно узнать вас ICQ для обмена постовыми
menggunakan
Internet Explorer 7.0b pada
Windows Vista
berkomentar:
отлично написано, у автора прям талант