WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sloki/user/t81978/sites/jalankenangan.net/www/celoteh/wp-includes/wp-db.php:104) in /home/sloki/user/t81978/sites/jalankenangan.net/www/celoteh/wp-rss2.php on line 8
celoteh http://www.jalankenangan.net/celoteh karena celoteh kemarin adalah untuk hari ini dan esok Thu, 28 Jan 2010 14:46:48 +0000 http://wordpress.org/?v=2.0.5 en kamus tas tangan http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=225 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=225#comments Wed, 16 May 2007 03:51:07 +0000 yanti karya fesyen http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=225

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Apa “dosa” terbesarmu pada dompet? Kalau gue, sepertinya sih tas tangan. Bersaing ketat dengan sepatu. Thank’s to my weight, gue nggak bisa terlalu banyak belanja belanji baju. Mau beli yang modelnya gue suka, nggak pantas atau nggak ada ukurannya. Mau beli yang ukurannya pas, modelnya ibu2 banget. Kembali ke tas tangan. Semua orang juga tahu bahwa [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Apa “dosa” terbesarmu pada dompet? Kalau gue, sepertinya sih tas tangan. Bersaing ketat dengan sepatu. Thank’s to my weight, gue nggak bisa terlalu banyak belanja belanji baju. Mau beli yang modelnya gue suka, nggak pantas atau nggak ada ukurannya. Mau beli yang ukurannya pas, modelnya ibu2 banget.

Kembali ke tas tangan. Semua orang juga tahu bahwa tas tangan wanita itu sangat beragam model dan warnanya. Jadi nggak heran kan, kalau gue dan banyak perempuan lain merasa selalu memerlukan tas tangan baru. Ada tas untuk ke kantor, untuk jalan2 sama anak (yang tentunya harus memuat setidaknya satu diaper cadangan dan satu botol susu atau satu kotak susu UHT), dan tas yang berkesan mewah untuk ke pesta. Belum lagi warnanya. Walaupun gue bukan penggemar tas yang berwarna terlalu spesifik alias nggak netral, setidaknya harus ada tas warna hitam, coklat, dan putih.

Istilah2 yang sering digunakan seputar tas tangan bisa jadi membingungkan. Yuk kita lihat kamus singkat bergambar di bawah ini. Mungkin nggak terlalu lengkap, tapi rasanya bisa membantu.

Backpack

Ransel, disandang di punggung dengan dua buah tali penyandang. Awalnya merupakan tas barang.
Barrel

Bentuknya memanjang dengan penampang bundar, menyerupai silinder.
 
Belt bag

Tas pinggang. Seringkali bisa juga dipakai tanpa ikat pinggangnya sehingga menjadi clutch.
Bucket

Tas besar berbentuk menyerupai ember, biasanya dengan risleting atas dan tali bahu.
 
Clutch

Semua jenis tas yang tak punya tali/pegangan, sehingga harus dipegang tangan. bentuknya bisa bermacam2, biasanya hobo atau frame.
Drawstring

Tas dengan ‘kancing’ berupa tali yang ditarik.
 
Duffel

Tas dari bahan kanvas atau sintetis, berukuran besar dan biasa untuk membawa perlengkapan olahraga atau barang lainnya.
Envelope

Tas datar berbentuk segi empat dengan tutup menyerupai amplop. Bisa berupa clutch, dengan pegangan pendek ataupun tali bahu.
 
Frame

Dikenal juga dengan pouch, memiliki struktur yang masif, biasanya berbingkai logam di bagian atasnya.
Hobo

Tas yang lembut, berbentuk seperti bulan sabit. Bisa berpegangan pendek ataupun bertali bahu.
 
Messenger bag

Disebut juga postman bag, tas dengan tali bahu panjang diselempangkan menyilang di badan.
Minaudiere

Tas pesta berbahan keras, biasanya bertabur kristal atau batu2an.
 
Quilt bag

Tas dari bahan kulit yang dijahit-tindas (quilted)
Satchel

Tas dengan dasar yang lebar dan datar, dengan ritsleting atau kancing lain di bagian atas. Pegangannya biasanya sepasang.
 
Tote

Dikenal juga dengan shopper. tas besar segi empat.
Wristlet

Tas dengan pegangan yang biasa dipakai pada pergelangan tangan.
semua foto2 diambil dari Zappos

Model favorit gue untuk ke kantor adalah satchel yang universal dan nggak lekang jaman itu. Untuk jalan2, boleh juga tote dan hobo, walaupun kalau harus bawa banyak barang gue pakai tote juga.

Sekarang ini model frame juga kembali naik daun. Agak mengingatkan pada tas Eyang waktu gue kecil dulu, tas model begini biasanya untuk dipakai ke acara formal/pesta. Sementara beberapa bulan terakhir agaknya quilted bag sedang banyak digemari.

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=225
semua tentang sushi http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=214 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=214#comments Thu, 05 Apr 2007 07:37:52 +0000 yanti karya kuliner http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=214

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Nggak bisa dipungkiri, sushi adalah salah satu jenis makanan yang sedang ngetrend saat ini. Sushi semakin mudah didapatkan, baik di resto-resto sushi yang bertebaran di mana-mana, gerai-gerai sushi di food court, sampai di supermarket sekalipun. Makan sushi telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda saat ini, seperti makan hotdog atau hamburger dua puluh tahun [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Nggak bisa dipungkiri, sushi adalah salah satu jenis makanan yang sedang ngetrend saat ini. Sushi semakin mudah didapatkan, baik di resto-resto sushi yang bertebaran di mana-mana, gerai-gerai sushi di food court, sampai di supermarket sekalipun. Makan sushi telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda saat ini, seperti makan hotdog atau hamburger dua puluh tahun yang lalu.

Bisa jadi yang terbayang olehmu saat mendengar kata “sushi” adalah ikan mentah yang amis dan anyep (Jawa: dingin). Memang benar, sushi seringkali terdiri dari ikan mentah, tapi nggak hanya sebatas itu. Mau tau lebih banyak?

Sejarah ribuan tahun

Kata sushi sendiri sebenarnya merujuk pada nasi yang dibumbui, yang menjadi bahan dasar “sushi” yang kita kenal. Ikan mentahnya sendiri, lebih tepat disebut sashimi. Tapi sekarang ini, secara umum sushi adalah potongan makanan yang terdiri dari ikan (biasanya mentah) di atas nasi yang diberi sedikit cuka dan bumbu lainnya. Seringkali juga dibubuhi nori alias lembaran rumput laut, yang awalnya berguna untuk memegang agar tangan nggak lengket.


Kalau kita mengatakan sushi berasal dari Jepang, ternyata hal itu nggak sepenuhnya benar. Hampir dua ribu tahun yang lalu, di daratan Cina orang sudah mengkonsumsi ikan mentah yang diawetkan dengan nasi. Yaitu dengan membiarkan ikan bersama nasi sampai nasi itu terfermentasi dan mengeluarkan zat yang dapat mengawetkan ikan. Ada pula yang mengatakan bahwa cara yang sama juga dikenal di Indocina.

Pada abad ketujuh cara ini mulai dikenal di Jepang, tetapi baru pada abad ketujuhbelas Matsumoto Yoshiichi mulai menjual ikan dengan nasi yang diberi cuka, sebagai cikal bakal sushi yang kita kenal sekarang. Saat ini sushi lebih menjadi makanan cepat saji atau kudapan.

Nggak hanya digulung

Bentuk penyajian sushi yang paling umum tentunya yang digulung (rolls), yang dalam bahasa Jepang disebut makizushi. Gulungan ini terdiri dari nasi sushi, nori, serta ikan dan/atau sayuran. Ada yang disebut hosomaki alias gulungan kecil dengan nori di sisi luar, di mana satu porsi biasanya berisi sekitar enam potong. Ada pula uramaki, gulungan ukuran sedang dengan nori di dalam, yang biasanya terdiri dari enam atau delapan potong per porsinya. Sementara futomaki alias gulungan besar dengan nori di dalam ataupun di luar, satu porsi berisi sekitar empat potong.

Masih digulung, ada yang disebut handroll atau temakizushi. Sushi yang dibuat dari nori yang digulung berbentuk corong ini pun berisi nasi sushi dan ikan serta sayur-sayuran. Temaki biasanya dijual satuan, tapi juga relatif mudah dibuat sendiri karena nggak perlu mencetak dan menggulung nasi.

hosomaki

Hosomaki

Photo by The Food Pornographer
futomaki

Futomaki

Photo by Stuart Spivak
uramaki

Uramaki

Photo by Kurainisei
temakizushi

Temakizushi

Photo by Chrysophylax

Sementara bentuk yang paling pertama dipopulerkan dan masih populer hingga sekarang adalah nigirizushi. Cara membuatnya adalah dengan membentuk segumpal nasi sushi sebesar ibu jari. Di atasnya diletakkan potongan ikan seperti tuna (maguro) atau salmon (shake), tapi bisa juga udang (ebi), belut (unagi), cumi, gurita atau telur dadar (tamago).

Masih bersaudara dengan nigiri, ada gunkan nigiri. Gunkan berarti kapal, dan sushi jenis ini dijuluki demikian karena bentuknya yang seperti kapal. Seperti nigiri, nasi juga dibentuk gumpalan, tetapi dibungkus sekelilingnya dengan nori. Biasanya gunkan berisikan telur ikan, misalnya telur salmon yang berwarna kemerahan dengan garis tengah 5 milimeter (ikura) atau tobiko (caviar).

Nigiri dan gunkan sushi biasanya dijual berpasangan.

nigirizushi

Nigirizushi

Photo by Jenna Walker
gunkan sushi

Gunkan sushi

Photo by Nattokun

Sebenarnya ada beberapa cara penyajian lainnya. Churashi-zushi (scattered) misalnya, sangat jauh berbeda dengan sushi yang selama ini kita kenal. Nasi sushi, ikan dan bahan-bahan lain disajikan dalam mangkuk. Atau oshizushi, di mana nasi dan ikan dicetak dalam kotak kayu persegi panjang, kemudian dipotong-potong. Sementara inarizushi adalah nasi sushi yang dimasukkan ke dalam aburage, tahu jepang yang digoreng dalam minyak yang banyak.

churashi sushi

Churashi sushi

Photo by Chotda
inarizushi

Inarizushi

Photo by Fureai

Teman makan sushi

Pelengkap saat menyantap sushi yang paling umum adalah shoyu alias kecap Jepang. Shoyu yang biasa disajikan adalah yang bercita rasa asin, tetapi sebenarnya ada juga yang lebih manis. Selain itu ada gari alias manisan jahe berwarna merah muda, yang dapat mengurangi rasa amis ikan dan menetralkan indera perasa kita di antara berbagai rasa ikan.

Tapi yang paling populer sekaligus “menantang” adalah wasabi. Krim dengan rasa pedas yang menyengat ke hidung ini terbuat dari umbi sejenis lobak yang tumbuh di Jepang. Di sana wasabi nggak hanya disajikan sebagai pelengkap sushi, tapi juga untuk menemani sajian-sajian lain. Wasabi memiliki kandungan antibakteri yang tentunya sangat tepat untuk dimakan bersama ikan mentah.

Sebenarnya wasabi yang asli warnanya nggak hijau dan teksturnya nggak berbentuk krim seperti yang kita kenal, melainkan agak kekuningan dan berwujud parutan dari lobak tersebut. Wasabi yang biasa kita jumpai dalam bentuk krim kehijauan biasanya adalah bubuk yang dilarutkan dalam sedikit air. Kandungannya nggak lagi murni dari lobak wasabi, melainkan dicampur dengan sedikit mustard, lobak biasa, dan pewarna. Semua ini semata-mata karena lobak wasabi sangat sulit tumbuhnya, sehingga harganya menjadi sangat mahal.

Biasanya kita mencampur sedikit wasabi ke dalam shoyu. Perlu sedikit pengalaman untuk mengetahui berapa banyak wasabi yang dicampurkan, dan perlu sedikit latihan untuk terbiasa dengan rasa pedas wasabi yang berbeda dengan rasa pedas cabai atau merica. Kemudian sushi dicelupkan sebentar kedalam shoyu, (Sunda: dicocol), sedapat mungkin hanya bagian ikannya. Ini tentu tergantung bentuk sushi yang kita santap. Nasi akan menyerap terlalu banyak cairan sehingga rasanya menjadi terlalu intens.

Tips untuk Pemula

Sebagai pemula yang masih “geli” dengan bayangan memakan ikan mentah, kamu bisa mencoba sushi yang “matang”. Udang misalnya, biasanya selalu direbus. Sementara belut (unagi) selalu digoreng kering. Bahkan ada sushi yang berisikan tempura, misalnya Dynamite Roll. Atau mungkin kamu ingin mencoba vegetarian sushi, misalnya yang berisikan timun (kappa maki) atau avokad. Ada juga sushi dengan telur dadar (tamago).

Mulailah dari sushi jenis maki, dan bukan nigiri. Maki “menyembunyikan” ikan di dalam gulungan nasi dan nori, serta seringkali diberi saus seperti mayones yang menghilangkan bau amis ikan. Dan pilihlah jenis ikan yang nggak terlalu amis seperti tuna atau salmon.

Di Amerika Serikat sushi berkembang sangat pesat. Di sana banyak tercipta variasi-variasi sushi baru yang dijuluki fusion sushi, yang malah seringkali lebih populer dibanding sushi tradisional. Fusion sushi juga patut dicoba oleh pemula, karena terdiri dari bahan-bahan yang cukup familiar di lidah kita. Lihat saja beberapa contohnya:

  • Philly Roll, maki yang berisi salmon asap, Philadelphia cream cheese, avokad dan daun bawang
  • California Roll, maki yang berisi surimi (daging kepiting tiruan), avokad, timun dan bagian luarnya ditaburi tobiko (telur ikan).
  • Hawaiian Roll, maki yang berisi unagi, avokad, dan kacang Macadamia.
  • Boston Roll, maki serupa California Roll, tapi menggunakan udang sebagai pengganti surimi.

Sushi yang matang begini juga sah-sah saja dikonsumsi oleh ibu hamil, yang tentunya disarankan untuk nggak mengkonsumsi makanan mentah. Bahkan karena ikan mengandung omega-3 yang bermanfaat untuk perkembangan otak janin dan rendah lemak.

Bacaan lanjutan:

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=214
pindah hosting (2) http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=177 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=177#comments Mon, 16 Oct 2006 04:01:19 +0000 yanti karya http://jalankenangan.net/celoteh/?p=177

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Bagian kedua dari dua tulisan Di bagian pertama, gue berbagi sedikit mengenai pertimbangan untuk berpindah hosting dan bagaimana memilih hosting baru. Sekarang, setelah akun di hosting baru diaktifkan, apa saja yang harus dilakukan? Yuk kita lihat. Upload ke hosting baru. Untuk situs yang sifatnya dinamis seperti blog, ada dua hal yang harus diupload, yaitu files dan database. Buat backup [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Bagian kedua dari dua tulisan

Di bagian pertama, gue berbagi sedikit mengenai pertimbangan untuk berpindah hosting dan bagaimana memilih hosting baru.

Sekarang, setelah akun di hosting baru diaktifkan, apa saja yang harus dilakukan? Yuk kita lihat.

  1. Upload ke hosting baru.

    Untuk situs yang sifatnya dinamis seperti blog, ada dua hal yang harus diupload, yaitu files dan database.

    • Buat backup files dan database dari hosting lama. Seharusnya memang kegiatan ini kamu lakukan secara teratur ya, seperti yang diingatkan Pak JaF.
      Kalau tersedia panel manajemen CPanel, langkah2 untuk backup ada di sini.
      Kalau nggak ya gunakan saja FTP untuk membackup files dan fasilitas backup atau export/dump dari database. Misalnya untuk database MySQL menggunakan phpMyAdmin, lihat petunjuknya di sini.
       
    • Restore database backup.
      Buat dulu database dan username yang akan mengakses database. Jika menggunakan CPanel, langkah2nya dijelaskan di sini. Baru kemudian lakukan restore data. Caranya mirip dengan cara membuat backup di poin sebelumnya. Seharusnya dengan cara seperti ini, database akan membuat tabel2 dan memasukkan datanya.
       
    • Upload semua file (selain logfile, kecuali kamu benar2 masih memerlukannya). Untuk bulk upload alias sekaligus seperti ini, lebih nyaman menggunakan FTP program (misalnya FileZilla yang gratisan) dibanding menggunakan File Manager yang explorer-like
       
    • Sesuaikan script kalau perlu.
      Misalnya path untuk program2 seperti PHP atau Perl yang mungkin berbeda. Nama database, username dan passwordnya kalau ada perubahan. Juga penyesuaian2 karena perbedaan versi software antara hosting lama dengan yang baru.
      Gue sendiri harus menyesuaikan beberapa SQL statement di Gelar Gambar yang menggunakan 4images. Pasalnya, SQL statement yang ada di 4images versi 1.7 ternyata dianggap error oleh SQL versi 5 yang terinstal di hosting baru.
       
    • Dengan cara seperti di atas, kita tidak perlu menginstal software baru (misalnya Wordpress) karena semua sudah ikut terkopi dan terupload lewat FTP.

      Lalu pastikan untuk membuat kembali semua akun email yang sebelumnya pernah dibuat di hosting lama.Ini untuk menghindari hilangnya email ketika proses perpindahan nanti.
       

  2. Pemindahan DNS

    Langkah di bawah ini ditempuh jika domain di hosting lama masih berlaku, dan dilakukan terakhir kali setelah semua di tempat baru siap.
    Kalau kamu sekalian membeli domain di hosting baru, langkah ini akan dilakukan otomatis. Tetapi kalau tidak, kamu harus menset alamat DNS ke name server milik hosting baru lewat Domain Manager, atau bisa juga meminta bantuan kepada Technical Support di hosting lama. Tanyalah pada Technical Support di hosting baru untuk mengetahui alamat2 IP name server milik hosting baru.

    Proses ini kadang membutuhkan waktu hingga maksimum 48 jam (malahan untuk domain *.id bisa lebih lama lagi) sampai software resolver DNS di ISP-nya merefresh cache-nya. Untuk mengetahui apakah alamat DNS sudah berubah, lihat di www.domainwhitepages.com dan masukkan nama domainmu di form yang tersedia. Cek apakah alamat DNS dari hosting baru telah tampil di situ?
     

Nah, selesailah sudah proses pindahan hosting. Selamat menikmati “rumah” baru!

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=177
pindah hosting (1) http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=176 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=176#comments Fri, 13 Oct 2006 09:47:37 +0000 yanti karya http://jalankenangan.net/celoteh/?p=176

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Bagian pertama dari dua tulisan Setelah beberapa saat situs jalankenangan.net agak bermasalah dan sulit diakses, terutama pada pagi hingga sore hari waktu Indonesia, seharusnya saat ini semuanya sudah teratasi. Gue memutuskan untuk memindahkan hosting jalankenangan.net dari SamaraTech ke MasterwebNet. Mas Andry, terima kasih untuk kerjasamanya selama ini . Apa saja sih, yang harus dipertimbangkan dalam memindahkan hosting? [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Bagian pertama dari dua tulisan

Setelah beberapa saat situs jalankenangan.net agak bermasalah dan sulit diakses, terutama pada pagi hingga sore hari waktu Indonesia, seharusnya saat ini semuanya sudah teratasi. Gue memutuskan untuk memindahkan hosting jalankenangan.net dari SamaraTech ke MasterwebNet.

Mas Andry, terima kasih untuk kerjasamanya selama ini :) .

Apa saja sih, yang harus dipertimbangkan dalam memindahkan hosting? Ijinkan gue berbagi pengalaman, juga hasil baca2 dari berbagai referensi.

  1. Perencanaan waktu yang matang.

    Jangan terlalu mepet dengan habisnya masa berlaku domain dan/atau hosting di tempat lama. Di mana2 yang kepepet itu nggak enak, kecuali dipepet cowo cakep :D .
    Kenapa? Karena kita butuh waktu untuk:

    • Merenung ;) , apa iya kita memang benar2 harus pindah? Apa yang diharapkan dari hosting baru? Juga untuk memilih2 hosting baru, yang ibaratnya seperti membeli rumah baru.
       
    • Pendaftaran di hosting baru, termasuk proses transfer pembayarannya. Biasanya sih, sehari setelah uang yang kita transfer masuk, akun kita langsung diaktifkan.
       
    • Registrasi dan aktivasi untuk domain baru, atau pengalihan DNS untuk domain lama. Bisa memakan waktu 1-2 hari, bahkan 3 hari kerja untuk registrasi domain *.id. Tanya kenapa, ini Indonesia :P .
       
    • Transfer files dan data kita ke tempat baru. Ditambah lagi penyesuaian scriptnya. Huah, kerja otot .

     

  2. Memilih hosting baru.
    Pindahan

    Bisnis hosting yang menjamur sekarang ini memang menguntungkan kita selaku konsumen, tapi juga mempersulit dalam memilih. Siapa yang nggak mau bantuan 24 jam, downtime yang minimal, harga semurah combro, respon yang cepat dan akurat?

    Saran gue dalam memilih perusahaan hosting dan paketnya:

    • Pilih hosting yang jelas. Jelas badan hukum dan nama perusahaannya. Jelas alamat kontaknya, baik alamat kantor, alamat email, nomor telepon, dan cara kontak lainnya seperti instant messenger. Jelas reputasinya, baik melihat dari pengalaman mereka maupun hasil tanya sana-sini.
      Jangan mengandalkan testimonial di website mereka ah, kamu kan pasti punya pengalaman dari Friendster :D .
       
    • Sebisa mungkin, pilih hosting yang memiliki server sendiri, jadi bukan reseller. Mereka2 ini punya akses dan kendali penuh terhadap server, sehingga setiap keluhan dan permintaan kita bisa tertangani dengan cepat dan tepat.
      Kalau tentang spesifikasi server, gue kurang paham euy. Mending tanya ahlinya :) .
       
    • Lihat statistik situsmu. Jika pengunjungnya lebih banyak dari Indonesia, ada baiknya mempertimbangkan hosting yang memiliki server yang berlokasi di Indonesia. Jika sebaliknya, mungkin server di luar negeri lebih tepat.
       
    • Untuk yang situsnya pakai bahasa scripting tertentu, pilih hosting baru yang bisa menangani bahasa tersebut. Kalau PHP atau Perl sih masih jamak ya. Tapi kalau pakai ASP, CFM, JSP, dll, cek ulang apakah hosting yang diincar menyediakan aplikasi yang bersangkutan. Biasanya ASP hanya disediakan server Windows.
      Kalau situsmu menggunakan database (termasuk blog), cari hosting yang menyediakan database serupa, biar nggak repot. Yang standar sih pastinya MySQL. PostgreSQL mulai banyak, tapi hanya di server Linux. MS Access (hanya di Windows) dan Oracle, jarang.
       
    • Utamakan hosting yang mengijinkan kita mengatur domain sendiri dengan Domain Manager.
       
    • Harga yang ditawarkan cukup wajar.
      Kalau terlalu murah, lalu perusahaannya cepat bangkrut, siapa yang rugi? Ingatlah bahwa perusahaan hosting perlu membayar karyawan, perlu meremajakan server, perlu bayar listrik dan telepon. Lima ribu rupiah untuk unlimited data transfer kok sepertinya too good to be true. Atau jangan2 karena murah, ada fasilitas2 standar seperti panel manajemen yang nggak diberikan?
      Kalau terlalu mahal, lebih baik kamu pilih nanti2 saat dari ketekmu sudah tumbuh pohon duit :P .
       
    • Pilih paket yang tepat. Ya ujung2nya duit lah. Buat apa bayar mahal2 untuk diskspace 1 GB kalau cuma dipakai untuk 10 halaman web? Sebaliknya, sekali lagi, jangan pilih paket yang pas2an dan mepet dengan kebutuhan. Kalau harus sering2 upgrade paket di tengah jalan kan, ribet juga.
      Khusus untuk diskspace, cek ulang apakah logfiles juga ikut diperhitungkan dalam space yang kita bayar.
       

    Sudah memilih? Silakan daftar dan bayar.
     

Bersambung…

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=176
jeans, si tua yang selalu trendi http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=159 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=159#comments Thu, 20 Jul 2006 10:16:37 +0000 yanti karya fesyen http://jalankenangan.net/celoteh/?p=159

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Siapa yang tak kenal jenis pakaian legendaris ini? Hampir semua orang menyukai jenis pakaian yang dulunya identik dengan pekerja kasar ini. Jeans memang praktis: cocok dipadankan dengan aneka atasan, nyaman dipakai dan “tahan banting”. Plus, ia tak pernah ketinggalan jaman, apalagi model2 yang klasik. (Awalnya) Tidak Benar2 Amerika Walaupun identik dengan budaya Amerika, ternyata jeans pertama kali [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Siapa yang tak kenal jenis pakaian legendaris ini? Hampir semua orang menyukai jenis pakaian yang dulunya identik dengan pekerja kasar ini. Jeans memang praktis: cocok dipadankan dengan aneka atasan, nyaman dipakai dan “tahan banting”. Plus, ia tak pernah ketinggalan jaman, apalagi model2 yang klasik.

(Awalnya) Tidak Benar2 Amerika

Walaupun identik dengan budaya Amerika, ternyata jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia sekitar tahun 1560-an untuk para pasukan Angkatan Laut. Dalam bahasa Perancis celana panjang ini disebut bleu de Génes, dibaca “blu jin”, yang berarti biru Genoa, karena warnanya yang khas. Bahan yang digunakan adalah bahan denim yang berasal dari Nimes (Perancis: de Nimes - dari Nimes). Celana serupa diketahui telah dipakai para pekerja di Inggris pada tahun 1840-an.

yang harus diperhatikan: rise, fit, dan ankle

Dan tahukah kamu, bahwa Levi Strauss yang dianggap sebagai penemu jeans adalah seorang imigran keturunan Yahudi yang kelahiran Jerman? Levi terlahir sebagai Loeb Strauss di Buttenheim, Bayern (Bavaria) dan migrasi ke New York pada tahun 1847 pada usia 18 tahun. Karena demam emas yang melanda saat itu, ia pindah ke San Francisco enam tahun kemudian. Tidak untuk mengadu nasib sebagai pencari emas, melainkan untuk berdagang sebagai perwakilan perusahaan kakaknya yang berpusat di New York.

Tahun 1872 Jacob Davis, seorang penjahit asal Reno, Nevada bercerita pada Levi bahwa ia memasangkan kancing logam pada ujung2 saku celana yang dibuatnya. Ini membuat celana tersebut menjadi lebih kuat sehingga disukai para pekerja kasar. Pelanggan toko Levi ini mengajaknya bekerja sama untuk mematenkan desain tersebut. Pate didapat setahun kemudian, dan celana jeans pertama pun mulai diproduksi sebagai industri rumahan. Baru pada tahun 1880 Levi mendirikan pabrik celana jeans pertama.

Desain yang sekarang dikenal sebagai Levi’s 501 itu memiliki lima buah saku. Dua saku besar di belakang, dua saku besar di depan, dan satu lagi saku kecil di dalam saku depan sebelah kanan. Aslinya, saku kecil ini didesain untuk menyimpan jam saku dan uang logam, oleh karena itu sering disebut dengan istilah coin (Inggris: uang logam). Para pencari emas menggunakannya untuk menyimpan butiran2 emas ukuran kecil.

Celana jeans kemudian menjadi tren dalam fesyen, terutama sejak dipopulerkan oleh para aktor Hollywood di tahun limapuluhan. Sebut saja Elvis Presley, James Dean, dan Marlon Brando. Merk2 lain seperti Lee Cooper dan Wrangler pun bermunculan. Flower Generation di tahun tujuhpuluhan juga gemar mengenakan jeans flare alias lebar di bawah dengan berbagai aplikasi, bordir, juga eyelets.

Berbagai Model Jeans

Saat ini kita mengenal berbagai model dan tipe celana yang sempat dilarang di Jerman Timur pada tahun 50-an ini. Kita sering mendengar istilah low rise, skinny, loose fit, boot cut dan sebagainya. Membingungkan? Tidak juga, kok!

Dilihat dari potongannya, secara garis besar ada tiga hal yang harus diperhatikan: rise alias “tinggi pinggang”, fit alias seberapa ketat jeans melekat pada paha, dan ankle alias lebar tungkai.

Celana yang sampai tahun limapuluhan masih dikenal sebagai waist overall ini bisa jatuh tepat pada pinggang, di atas, atau di bawahnya.

High rise: bagian pinggang celana jatuh di atas pusar, saat ini sedang tidak tren.
Standard rise: bagian pinggang celana sedikit jatuh di bawah pusar.
Low rise: bagian pinggang celana jatuh sekitar 3 cm di bawah pusar, kira2 pada tulang panggul.
Ultra-low rise: bagian pinggang celana jatuh sekitar 5 cm di bawah pusar, di bawah tulang panggul

Sementara dilihat dari tingkat keketatannya, kita mengenal slim fit yang relatif ketat, lalu berturut2 regular fit, relaxed fit, dan yang paling longgar loose fit alias baggy.

Model jeans juga dibedakan menurut lebar celana di bagian tungkai, khususnya pada celana wanita.

Skinny
Skinny, melekat ketat pada tungkai.
Straight
Straight, pada paha, lutut, tungkai sampai tumit sama lebarnya.
Boot Cut
Boot Cut, agak ketat pada paha, agak elebar mulai dari lutut hingga tumit.
Flare
Flare, mirip boot cut, tetapi lebih lebar menyerupai bel.

Untuk semua bentuk tubuh

Tubuh ideal? Ah, itu mungkin hanya milik para supermodel. Tapi toh dengan kekurangan2 yang dimiliki, kita tetap bisa mengenakan celana jeans. Asal tahu model yang tepat sehingga kekurangan2 itu tidak terlalu menonjol.

Kaki panjang:
Pilih jeans low rise atau ultra-low rise yang tidak terlalu ketat dengan aplikasi atau jahitan melintang. Pilihan untuk si kaki panjang sangat terbuka, mulai dari skinny sampai flare.

Kaki pendek:
Pilih jeans low rise yang pas pada tubuh (slim fit) dengan ujung bawah yang agak lebar (boot cut, jangan flare) tanpa banyak detil dan aplikasi. Kalau perlu, pilih detil atau jahitan vertikal.
Warna gelap membuat kaki terlihat panjang. Panjang celana harus menutupi sebagian alas kaki.

warna biru agak gelap, low rise, regular fit dengan sedikit efek boot cut akan selalu aman dipakai

Bokong/pinggul besar:
Pilih jeans low rise dengan ujung bawah yang agak lebar (boot cut) untuk menyeimbangkan bentuk tubuh. Ujung bawah yang menyempit membuat kesan “emak2″ :) .
Saku berkancing dengan letak agak rendah malah membuat bokong besar tak lagi terlihat. Saku dengan jarak yang cukup dekat satu sama lain pun bisa membantu.

Bokong kurang berisi (tepos):
Kenakan jeans yang tidak terlalu longgar. Pilih saku belakang yang letaknya agak tinggi, untuk lebih membentuk bokong.

Perut besar:
Pilih jeans standard rise yang tidak terlalu ketat (regular atau relaxed fit) dengan detil vertikal dan ujung melebar (boot cut atau flare). Low rise membuat bagian atas perut semakin terlihat membuncit (efek muffin). Saku depan diagonal dan warna gelap juga menguntungkan.

Masih bingung? Mudah saja. Celana jeans berwarna biru agak gelap, low rise, regular fit dengan sedikit efek boot cut akan selalu aman dipakai. Untuk semua bentuk tubuh dan dipadankan dengan atasan apapun.

Referensi:
Sketsa: http://www.kohlscorporation.com/ecom/valueadded/denim.htm
Foto2: http://levisstore.com
Tulisan: http://www.pimkie.de/mode/jeansguide

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=159
yuk berbusana nasional!! http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=158 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=158#comments Mon, 18 Jul 2005 10:06:28 +0000 yanti karya fesyen http://jalankenangan.net/celoteh/?p=158

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Ribet dan sulit adalah dua kata yang mungkin langsung terbayang saat kita diharuskan mengenakan busana nasional. Akhirnya kita lalu lebih memilih mengenakan gaun modern pada acara-acara resmi. Benarkah berbusana nasional itu ribet? Bisa jadi, tapi kalau kita tahu trik-triknya, mungkin kesan ribet itu bisa dikurangi seminimal mungkin. Tidak Harus Kebaya Busana nasional kita sebetulnya tidak hanya kebaya [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Ribet dan sulit adalah dua kata yang mungkin langsung terbayang saat kita diharuskan mengenakan busana nasional. Akhirnya kita lalu lebih memilih mengenakan gaun modern pada acara-acara resmi. Benarkah berbusana nasional itu ribet? Bisa jadi, tapi kalau kita tahu trik-triknya, mungkin kesan ribet itu bisa dikurangi seminimal mungkin.

Tidak Harus Kebaya

Busana nasional kita sebetulnya tidak hanya kebaya yang secara tradisional biasa dikenakan perempuan dari Pulau Jawa dan Bali. Kita punya banyak pilihan lain, seperti baju kurung dari Sumatera atau baju bodo dari Makassar. Tetapi mengingat kepraktisan mendapatkannya, agaknya kebaya dan baju kurung merupakan alternatif yang paling banyak dan mudah dipilih.

Kebaya bordir ala Sunda, dari wijayagallery.com

Kebaya pun ada berbagai macam model. Ada kebaya Sunda yang berkerah V atau berkerah siku, ada kebaya Jawa yang berkutubaru (kain yang melintang di tengah-tengah dada), kebaya Kartini yang berkerah lipat, dan sebagainya. Sebetulnya, model kebaya yang kita kenakan tidak terlalu menjadi masalah. Yang penting enak dipakai, dan kita PD mengenakannya.

Sekarang ini model Kartini dan kebaya Sunda lebih populer dibanding kebaya Jawa berkutubaru. Selain itu kita mengenal kebaya encim yang sebetulnya mirip kebaya Sunda juga, terbuat dari bahan katun atau sejenisnya, dan berbordir. Warnanya biasanya putih. Selain model tradisional, model kebaya modern seperti berleher sabrina atau berkerah cina bisa menjadi pilihan.

Baju kurung adalah alternatif yang sangat praktis. Atasannya panjang (setengah paha atau lebih), berkancing belakang, berkerah bulat (kadang dibelah di tengah), lengannya tigaperempat atau panjang, dan bisa diberi bordir atau payet. Modelnya tidak seketat kebaya, sehingga tetap bisa dipakai walaupun kita sedang “khilaf” kelebihan ngemil.

Agar kita percaya diri, pilih model yang sesuai dengan usia, warna kulit dan postur tubuh. Misalnya, kalau kita berpostur agak gempal, jangan mengenakan atasan yang terlalu ketat. Bordir yang penuh dan mewah tentunya lebih cocok dikenakan perempuan matang berusia di atas 35 tahun. Dan jika Anda mengenakan busana Muslimah, jangan memilih atasan yang ketat, menerawang dan terlalu pendek. Lebih baik panjangkan sedikit kebaya Anda agar menutupi pinggul.

Yang lebih menentukan dalam memilih baju nasional untuk suatu acara tertentu adalah kualitas bahan dan warnanya. Kalau acara sangat resmi di malam hari, di mana dresscode-nya adalah gaun malam warna hitam, sebaiknya kita juga mengenakan baju nasional berwarna gelap (setidaknya atasannya). Sebaliknya kalau acara siang hari, lebih baik kenakan warna yg lembut/muda. Kalau acaranya informal atau setengah resmi, jangan kenakan ornamen yang terlalu banyak berkilau-kilau (glitter atau payet).

Bahan yang banyak dipakai adalah bahan katun atau sutra (bisa juga sutra Thailand) yang dibordir, atau bahan lace (orang Indonesia menyebutnya “brokat”). Bahan yang paling mahal dan halus adalah lace Perancis, tapi jika harganya semeter bisa membuat Anda khawatir tak makan sebulan, lace Jepang bisa menjadi pilihan yang tak kalah bagus. Pada acara-acara formal, kenakan baju dari bahan yang agak mengilat dan berkesan mewah, misalnya lace, sutra atau organdi. Untuk acara informal, kenakan bahan katun. Bahan katun juga sangat dianjurkan untuk acara di siang hari atau dalam ruangan tidak berAC karena nyaman dikenakan.

Jangan lupa melapisi kebaya dengan lapisan dalaman yang warnanya sesuai. Modelnya bisa berupa voering yang dijahit pada kebaya, atau kamisol (kemben) yang lepasan. Kamisol sebetulnya lebih bagus jatuhnya, tetapi tidak semua penjahit mampu membuat kamisol yang pas. Jika Anda berbusana Muslimah, sebaiknya gunakan voering di seluruh bagian kebaya, termasuk lengan. Pilih bahan pelapis yang tipis dan nyaman agar tidak panas. Untuk pakaian dalamnya, sebaiknya pakai longtorso (korset) yang sekaligus bisa menahan kain panjang setelah diikat.

Kain dan Selendang

Kain songket dari zainalsongket.com

Pasangan yang tepat untuk baju nasional tentunya kain panjang, baik yang masih tradisional atau yang telah dimodifikasi sehingga berkesan modern. Pada acara-acara formal, sebaiknya busana nasional Anda dipercantik dengan selendang. Sebaliknya, pada acara informal atau kekeluargaan, selendang tidak mutlak diperlukan. Apalagi jika Anda dituntut untuk banyak bergerak, selendang akan mengganggu kelincahan Anda. Itu sebabnya pakaian pengantin Jawa dan orang tuanya (yang notabene banyak bersalaman dengan para tamu) tidak dilengkapi selendang.

Bahan kain panjang untuk pasangan busana nasional bisa bermacam-macam. Traditionally, batik dari Pulau Jawa berbahan mori, sejenis katun yang agak tebal. Bahan ini sangat nyaman dan adem. Kain batik tradisional Jawa tidak memiliki selendang yang matching. Jadi kalau mau memakai selendang, gunakan selendang dari bahan yang jatuh dan agak transparan seperti organdi atau chiffon. Warnanya bisa yang senada dengan kebaya, atau malah warna kontrasnya. Selendang bisa diberi bordir atau ornamen lain seperti rumbai-rumbai dan payet, tapi usahakan warnanya tetap senada dengan warna selendang agar tidak “bertabrakan” dengan komponen warna lain.

Sekarang ini terutama batik pesisir (Pekalongan, Cirebonan, Lasem, dll) banyak dibuat di atas kain sutra, satu stel dengan selendangnya. Batik pesisir memiliki motif yang khas, biasanya corak flora atau fauna (daun-daunan, bunga atau burung merak) dengan warna warni yang beragam, mulai dari kemerahan sampai kehijauan dan biru. Batik pesisir biasanya tidak digunakan dengan diwiru (lipit-lipit kecil di ujung kain) seperti batik SOlo/Jogja, tetapi seperti kain sarung yang dililit saja.

Alternatif dari kain batik adalah kain sarung ala Sumatera (songket) atau Makassar (atau daerah-daerah lain di Nusantara ini). Songket agak kaku bahannya, penuh dengan benang emas, dan biasanya juga satu stel dengan selendangnya, biasa dikenakan berpasangan dengan baju kurung.

Batik tradisional yang berwiru ala Solo/Jogja biasanya dililitkan cukup ketat dan meruncing di bawah. Sementara sarung yang tidak berwiru serta songket dapat dikenakan agak longgar. Agar lebih praktis, Anda dapat meminta penjahit untuk menjahit kain tersebut tanpa memotongnya.

Kalau kainnya sudah bermotif ramai, jangan memadankan dengan atasan yang ramai dengan motif dan warna. Lebih baik pilih atasan polos hiasannya cukup bordir dengan benang sewarna kain (atau senada) dan payet. Sebaliknya kalau kainnya bermotif dan berwarna “kalem” (misalnya warna sogan khas Solo), jangan takut bermain dengan berbagai corak dan motif kebaya.

Bagi Anda yang masih berusia muda, dan acara yang dihadiri tidak terlalu formal, kebaya atau baju kurung dapat dipadankan dengan celana panjang atau rok panjang polos. Bahkan pada acara informal, kebaya encim atau baju kurung dapat dikenakan bersama celana jeans.

Bagi Anda yang berkerudung, pilih kerudung berwarna polos yang senada dengan kebaya atau baju kurung dari bahan yang lembut dan jatuh. Selendang bisa juga dikenakan dikepala untuk mempercantik kerudung Anda.

Pelengkap yang Mempercantik

Jika berbusana nasional, alas kaki yang paling tepat tentunya sepasang selop yang cantik. Pada acara formal di malam hari, kenakan selop yang berkesan mewah dengan aksen kilau atau bebatuan. Warna selop sebaiknya sesuai dengan warna kain panjang atau bawahan yang Anda kenakan agar tidak berkesan bertabrakan, atau pilih warna-warna netral seperti hitam atau putih. Sebagai alternatif, selop sewarna dengan warna bahan perhiasan dapat juga menjadi pilihan, misalnya selop perak jika Anda menggunakan perhiasan perak. Selop tertutup lebih memberikan kesan resmi dibandingkan dengan selop terbuka.

Jangan lupa membawa tas tangan kecil yang cocok dengan selop Anda.

Bagaimana dengan tinggi hak selop? Kalau Anda mengenakan kain panjang berwiru, biasanya kain dikenakan sebatas mata kaki, sehingga selop yang sesuai adalah yang bertinggi sedang (sekitar 5 cm) agar tetap proporsional. Sebaliknya jika mengenakan kain sarung atau songket, Anda dapat dengan leluasa memilih selop bertumit lebih tinggi. Selop bertumit rendah atau datar sebaiknya hanya dikenakan pada acara informal atau jika Anda sedang hamil atau mengalami alasan kesehatan lainnya. Namun tentu saja, keputusan terakhir tetap di tangan Anda. Lebih baik memilih selop yang nyaman daripada sepasang selop yang membuat Anda tidak mampu berjalan ke mana-mana sepanjang acara.

Terakhir, pakailah perhiasan yang agak “lebih” daripada yang biasa dikenakan sehari-hari, tanpa harus berlebihan. Pilih satu warna perhiasan yang sesuai dengan warna pakaian: keemasan atau keperakan. Jika memilih perhiasan dengan bebatuan, sesuaikan juga warnanya. Kalau Anda sudah mengenakan bros besar, Anda tidak perlu lagi mengenakan kalung. Untuk wajah, berdandanlah sedikit lebih dari biasanya, dengan tetap menjadi diri sendiri. Kalau rambut Anda panjang buatlah sanggul cepol atau diblow rapi, tetapi sanggul tradisional tetap merupakan pilihan ideal jika Anda mengenakan kain batik tradisional yang berwiru. Sementara jika rambut Anda sangat pendek, tatalah dengan gel agar terlihat rapi dan berbeda.

Selamat berbusana nasional!

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=158
hormon hCG dan uji kehamilan http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=157 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=157#comments Sun, 17 Jul 2005 09:42:43 +0000 yanti karya http://jalankenangan.net/celoteh/?p=157

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Dua garis pada alat uji kehamilan, tentunya membuat pasangan yang sudah menanti-nantikan hadirnya sang buah cinta kontan melonjak gembira. Sebuah metoda tes kehamilan yang mudah, murah dan praktis. Test pack yang bisa dibeli di hampir setiap apotek ini di dalamnya memiliki zat yang bereaksi dengan hormon kehamilan, human Chorionic Gonadotropin (hCG), dan berubah warna jika [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Dua garis pada alat uji kehamilan, tentunya membuat pasangan yang sudah menanti-nantikan hadirnya sang buah cinta kontan melonjak gembira. Sebuah metoda tes kehamilan yang mudah, murah dan praktis. Test pack yang bisa dibeli di hampir setiap apotek ini di dalamnya memiliki zat yang bereaksi dengan hormon kehamilan, human Chorionic Gonadotropin (hCG), dan berubah warna jika hCG ini terdeteksi dalam air seni.


Hormon Kehamilan

copyright gettyimages

Kira-kira sepuluh hari setelah sel telur dibuahi sel sperma di saluran Tuba fallopii, telur yang telah dibuahi itu bergerak menuju rahim dan melekat pada dindingnya. Sejak saat itulah plasenta mulai berkembang dan memproduksi hCG yang dapat ditemukan dalam darah serta air seni. Keberadaan hormon protein ini sudah dapat dideteksi dalam darah sejak hari pertama keterlambatan haid, yang kira-kira merupakah hari keenam sejak pelekatan janin pada dinding rahim.

Kadar hormon ini terus bertambah hingga minggu ke 14-16 kehamilan, terhitung sejak hari terakhir menstruasi. Sebagian besar ibu hamil mengalami penambahan kadar hormon hCG sebanyak dua kali lipat setiap 3 hari. Peningkatan kadar hormon ini biasanya ditandai dengan mual dan pusing yang sering dirasakan para ibu hamil. Setelah itu kadarnya menurun terus secara perlahan, dan hampir mencapai kadar normal beberapa saat setelah persalinan. Tetapi adakalanya kadar hormon ini masih di atas normal sampai 4 minggu setelah persalinan atau keguguran.

Perkiraan Kadar hCG dalam Darah

kehamilan trimester kedua

Perempuan yang tidak hamil dan laki-laki Kurang dari 5 IU/l (international units per liter)
Ibu hamil: 24-28 hari setelah haid terakhir 5–100 IU/L
4-5 minggu (1 bulan) setelah haid terakhir 50–500 IU/L
5-6 minggu setelah haid terakhir 100–10.000 IU/L
14-16 minggu (4 bulan) setelah haid terakhir 12.000–270.000 IU/L
3.000-50.000 IU/L
kehamilan trimester ketiga 1.000-50.000 IU/L

Perempuan pasca menopause

Kurang dari 10 IU/l

Kadar hCG yang lebih tinggi pada ibu hamil biasa ditemui pada kehamilan kembar dan kasus hamil anggur (mola). Sementara pada perempuan yang tidak hamil dan juga laki-laki, kadar hCG di atas normal bisa mengindikasikan adanya tumor pada alat reproduksi. Tak hanya itu, kadar hCG yang terlalu rendah pada ibu hamil pun patut diwaspadai, karena dapat berarti kehamilan terjadi di luar rahim (ektopik) atau kematian janin yang biasa disebut aborsi spontan.

Uji Kehamilan

Alat uji kehamilan untuk dipakai di rumah (home pregnancy test, HPT) yang biasa dikenal dengan test pack merupakan alat praktis yang cukup akurat untuk mendeteksi kehamilan pada tahap awal. Cara penggunaannya relatif mudah, yaitu mencelupkan ujung alat ke dalam air seni yang ditampung atau menyentuhkan pada aliran air seni ketika buang air kecil. Biasanya dianjurkan penggunaan air seni pertama setelah bangun pagi, karena konsentrasi hormon hCG yang tinggi pada saat itu.

copyright gettyimages

Alat uji kehamilan semacam ini biasanya memiliki dua buah “jendela” atau garis. Garis yang pertama mengisyaratkan bahwa tes dilakukan dengan benar, yang biasa disebut dengan garis kontrol. Garis kontrol akan tampak bila test packmendapatkan cukup air seni untuk diuji. Sementara garis kedua menunjukkan hasil tes, yang merupakan bagian alat yang memiliki “antibodi” yang bereaksi dengan hCG dan dapat berubah warna bila hormon ini terdeteksi. Setipis apapun garis ini, kemunculannya tetap menunjukkan adanya kehamilan.

Sebagian besar merk test pack yang beredar di pasaran sudah dapat mendeteksi hCG dengan kadar 25 IU/L-50 IU/L, sehingga cukup akurat untuk menentukan ada atau tidaknya kehamilan pada hari pertama keterlambatan menstruasi (sekitar 28 hari setelah menstruasi terakhir).

Uji kehamilan yang lebih akurat tentunya adalah tes kuantitatif hormon hCG dalam darah. Biasanya yang diukur adalah jumlah subunit beta hormon hCG (ß-hCG).

Literatur:

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=157
Delhi, Kota Penuh Warna di Tepi Yamuna http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=155 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=155#comments Sun, 07 Nov 2004 08:53:56 +0000 yanti karya http://jalankenangan.net/celoteh/?p=155

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Mengunjungi Delhi adalah seperti membuka lembaran sejarah yang telah ribuan tahun umurnya. Lokasinya yang strategis di antara Pegunungan Aravalli dan tepi barat Sungai Yamuna membuat Delhi menjadi pusat kekuasaan dari berbagai dinasti. Lebih dari tujuh kota telah didirikan oleh berbagai penguasa, di lokasi di mana ibukota India ini sekarang berdiri megah. Karena itu kita akan [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Mengunjungi Delhi adalah seperti membuka lembaran sejarah yang telah ribuan tahun umurnya. Lokasinya yang strategis di antara Pegunungan Aravalli dan tepi barat Sungai Yamuna membuat Delhi menjadi pusat kekuasaan dari berbagai dinasti. Lebih dari tujuh kota telah didirikan oleh berbagai penguasa, di lokasi di mana ibukota India ini sekarang berdiri megah. Karena itu kita akan menjumpai perpaduan yang unik antara peninggalan kuno dan kota metropolitan modern di sini. Delhi adalah warisan kebudayaan yang telah berusia ratusan, bahkan ribuan tahun, yang berbaur dengan riuh rendah kemacetan jalan raya dari abad ini.

Delhi, Letaknya Strategis

Delhi sebagai ibukota India merefleksikan keanekaragaman budaya sekaligus tempat perpaduan berbagai agama. Sebagai sebuah negara bagian yang berbatasan dengan Haryana dan Uttar Pradesh, serta berdekatan dengan Rajasthan dan Punjab, masyarakat Delhi mendapatkan berbagai pengaruh dalam gaya hidup dan bahasa. Bahasa yang banyak digunakan adalah Hindi, Punjabi dan Urdu.

Walaupun sebagian besar penduduk Delhi beragama Hindu, di sini banyak dijumpai gurudwara (tempat ibadah pemeluk agama Sikh), vihara Buddha, masjid dan gereja dari berbagai aliran agama Kristen. Hari raya Diwali dirayakan dengan meriah, seperti juga ‘Iedul Fithri dan Hari Natal.

*****

Sejarah Delhi

Dalam kisah Mahabharata yang ditulis sekitar 900 tahun sebelum Masehi, tersebutlah negara Indraprastha yang didirikan oleh para Pandawa dan terletak di tepi Sungai Yamuna. Tetapi catatan otentik pertama tentang Delhi berasal dari abad kesebelas, ketika Rajput Anangpal dari Kanauja mendirikan Lal Kot sebagai ibukota, di daerah selatan Delhi sekarang, di sekitar monumen Qutab Minar. Penerus-penerus Anangpal berkuasa selama hampir satu abad sampai mereka dikalahkan Visal Deva dari Ajmer, Rajasthan. Pada abad keduabelas. Prithiviraj Chauhan mendirikan benteng Qila Rai Pithora di seputar Lal Kot.

Menjelang akhir abad keduabelas, terjadi pergantian kekuasaan oleh Allauddin Khilji dari Afghanistan yang kemudian tetap memerintah dari Lal Kot sebagai ibukota. Barulah pada tahun 1303 dibangun ibukota baru, Siri, masih di wilayah selatan Delhi.

Reruntuhan Purana Qila

Pada masa dinasti Tughlaq (1320-1412) dibangunlah kota ketiga, keempat dan kelima di Delhi, yaitu Tughlaqabad, Jahanpanah dan Firozabad. Penguasa dari dinasti Mughal, Humayun membangun Dinpanah di tepi Sungai Yamuna pada abad keenambelas yang kemudian dilanjutkan oleh Sher Shah Suri dan diganti namanya menjadi Purana Qila. Di kawasan ini juga ditemukan gerabah dari masa 1000 tahun sebelum Masehi, yang memperkuat dugaan bahwa di sinilah dulu Indraprastha berdiri.

Shahjahanabad yang sekarang dikenal sebagai Old Delhi dibangun oleh Shah Jahan pada abad ketujuhbelas, yang merupakan kota ketujuh di Delhi. Di kawasan yang terletak di Delhi Utara ini dapat dijumpai peninggalan-peninggalan seperti Red Fort (Lal Qila) dan Jama Masjid.

Kota kedelapan dan terakhir di Delhi adalah yang disebut sebagai New Delhi, yang diresmikan tahun 1931. Kawasan ini dibangun tahun 1911 karena pemerintah kolonial Inggris memutuskan untuk memindahkan ibukota dari Kolkatta (Calcutta). Kawasan ini didesain oleh dua orang arsitek Inggris, Sir Edwin Lutyens dan Sir Herbert Baker. New Delhi sampai saat ini menjadi ibukota India.

Monumen-monumen Kuno

Qutab Minar

Salah satu monumen tertua di Delhi adalah Qutab Minar. Bangunan yang mulai didirikan oleh Qutabuddin Aibak pada abad keduabelas ini baru memiliki ketinggiannya sekarang, 72,5 meter, setelah diselesaikan oleh penerusnya Iltutmush (Altamash), dan kemudian Firozshah Tughlaq pada abad keempatbelas. Menara ini adalah menara batu tertinggi di Delhi. Sempat rusak karena petir dan gempa bumi, Qutab Minar sekarang tidak dapat lagi dinaiki oleh pengunjung.

Di kompleks menara yang terletak di Mehrauli, bagian selatan Delhi ini juga terdapat reruntuhan Masjid Quwwatul Islam dan Iron Pillar. Iron Pillar merupakan bangunan dari abad keempat yang dibangun untuk memuja Dewa Wishnu oleh Raja Chandragupta II. Menara ini hampir seluruhnya terbuat dari besi dan hampir-hampir tak mengalami perubahan bentuk selama usianya yang lebih dari 1600 tahun.

Agak ke timur, masih di Mehrauli, kita dapat mengunjungi reruntuhan Tughlaqabad. Yang masih tersisa adalah reruntuhan benteng di atas bukit berbatu dan sebuah danau di selatannya, di mana di tengahnya terdapat makam Raja Ghiyazuddin Tughlaq yang membangun kota ketiga Delhi ini.

Lodhi Garden dengan luas hampir seratus hektar terletak di Lodhi Road. Taman ini sebenarnya baru disempurnakan pada tahun 1936 oleh arsitek-arsitek Inggris di sekitar bangunan-bangunan peninggalan dinasti Sayyid dan Lodhi dari abad ke-15 dan ke-16. Di tengah-tengah taman yang sangat cantik dini berdiri masjid Bara Gumbad (Kubah besar). Di utaranya terletak Sheesh Gumbad (Kubah kaca). Di taman ini juga terdapat makam Mubarak Shah dan Sikander Lodi yang keduanya berbentuk segidelapan, serta makam Ibrahim Lodhi.
Athpula (Jembatan 8 Pelabuhan) dibangun pada masa Raja Akbar dari dinasti Mughal sebagai pintu masuk dari arah timur laut.

Reruntuhan Purana Qila yang juga dikenal sebagai Old Fort dan terletak di Mathura Road pun merupakan atraksi yang menarik. Tembok benteng ini memiliki tiga pintu gerbang (Bara Darwaza – pintu utama, Humayun Darwaza, dan Talaqi Darwaza) dan dikelilingi oleh parit yang dialiri air dari Sungai Yamuna. Bangunan-bangunan yang tersisa adalah Sher Mandel yang merupakan perpustakaan Raja Humayun, dan sebuah masjid dari abad keenambelas, Qila Kuhna. Tak jauh dari Old Fort sekarang terdapat kebun binatang kota Delhi.

Humayun's Tomb

Humayun’s Tomb yang terbuat dari bata merah dan putih serta marmer pada akhir abad keenambelas oleh Haji Begum, janda Raja Humayun, merupakan makam raja tersebut. Bangunan ini memiliki perpaduan gaya arsitektur Persia dan India dengan taman-taman dan air mancur yang indah dan dikelilingi tembok yang tinggi. Diduga desain makam ini mengilhami desain bangunan dinasti Mughal terindah, Taj Mahal yang terletak di Agra.
Di kompleks Humayun’s Tomb dapat dijumpai beberapa makam lain yang lebih kecil, seperti Nai Ka Gumbad (makam tukang cukur raja), Arab ki Sarai (makam pedagang-pedagang dari Arab, berbentuk segidelapan), dan makam ‘Isa Khan.

Seperti juga Qutab Minar, Humayun’s Tomb termasuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia (World’s Cultural Heritage) yang dibuat UNESCO. Sayangnya, harga tiket masuk untuk turis mancanegara di kedua atraksi pariwisata itu relatif mahal. Jauh lebih mahal dibandingkan tiket masuk untuk turis lokal atau tiket masuk di obyek-obyek wisata lainnya di Delhi.

Tak jauh dari Humayun’s Tomb terletak makam sufi terkenal Hazrat Nizamuddin Aulia yang banyak diziarahi orang. Nizamuddin pernah terlibat perdebatan tentang sebuah bangunan dengan Ghiyazuddin Tughlaq, dan meramalkan bahwa Tughlaqabad tak akan pernah berkembang. Ramalannya ternyata menjadi kenyataan. Di kompleks makam Nizamuddin terdapat beberapa makam lain, seperti makam sufi dan penyair Amir Khusru dan makam putri Shah Jahan.

Red Fort (Lal Qila) dibangun oleh Shah Jahan pada abad ketujuhbelas dari bata merah, ketika ia memindahkan ibukota dari Agra ke Delhi. Benteng yang memiliki dua pintu gerbang, Lahore Gate dan Delhi Gate ini kelilingnya mencapai lebih dari 2,4 kilometer. Begitu pengunjung memasuki Lahore Gate yang merupakan pintu utama, terdapat Mina Bazaar atau dikenal juga denan nama Chatta Chowk, yang merupakan pasar kecil serba ada pada masa itu. Kemudian terdapat Naubat Khana atau ruang musik yang memiliki empat lantai.

Red Fort

Dalam benteng ini terdapat Diwani Am atau Bangsal Umum, di mana raja menemui tamu-tamunya yang berasal dari masyarakat umum, dan Diwani Khas atau Bangsal Pribadi tempat raja duduk di Singgasana Merak untuk mengadakan pertemuan-pertemuan pribadi.
Rang Mahal (Istana Warna) di belakang Diwani Am merupakan kawasan tempat tinggal istri-istri dan selir-selir raja. Istana ini dihiasi lukisan-lukisan indah, ornamen-ornamen keemasan, mosaik-mosaik kaca serta air mancur berbentuk teratai. Di utaranya terdapat Khas Mahal, tempat tinggal pribadi raja. Hammam alias tempat mandi anggota kerajaan, serta Shahi Burj atau ruang kerja Shah Jahan yang berbentuk segidelapan, terletak tak jauh dari Diwani Khas, namun tertutup untuk umum. Sementara Moti Masjid (Masjid Mutiara) dibangun oleh raja Aurangzeb, penerus Shah Jahan, untuk dirinya sendiri.

Red Fort memiliki berbagai peran dalam sejarah India. Di sinilah pemerintah kolonial Inggris menurunkan Bahadur Shah Zafar, raja terakhir dinasti Mughal, dari tahtanya, sekaligus mengakhiri kejayaan dinasti ini yang telah memerintah selama tiga abad. Di Lahore Gate yang merupakan pintu gerbang utama, Pandit Jawaharlal Nehru memproklamasikan kemerdekaan India. Pada tanggal 15 Agustus setiap tahunnya, di tempat itu pulalah Presiden India membacakan pidato kenegaraannya.
Selain mengunjungi ruangan-ruangan di dalamnya, yang sebagian dijadikan museum, saat ini para pengunjung bisa menikmati "Sound and Light Show" ("Son et Lumière") setiap malamnya. Pertunjukan sejenis juga digelar di Purana Qila.

Jama Masjid

Jama Masjid yang dibangun oleh Shah Jahan antara tahun 1644 sampai 1658 adalah monumen terakhir yang dibangun olehnya, juga masjid terbesar dan terindah di India sampai saat ini. Masjid ini terletak di sebelah barat Red Fort, memiliki tiga pintu masuk (barat - pintu utama, utara, dan timur - pintu untuk keluarga raja), dua minaret (tempat muazzin mengumandangkan adzan) dan empat menara lain.

Di sebelah utara Jama Masjid terletak Chandni Chowk, kawasan perbelanjaan yang sama tuanya dengan kota ini. Sayangnya waktu telah mengubah kawasan perbelanjaan yang tadinya cantik dan mewah ini menjadi padat dan kumuh.

Selain Red Fort, Jama Masjid dan Chandni Chowk, sisa-sisa Shahjahanabad yang masih ada sekarang adalah pintu-pintu kota seperti Kashmiri Gate, Ajmeri Gate, Turkman Gate, dan Delhi Gate. Pintu-pintu tersebut adalah sebagian dari 14 pintu yang semula ada di tembok kota Shahjahanabad.

Jantar Mantar

Di pusat kota Delhi, tak jauh dari pusat perbelanjaan Connaught Place, terletak Jantar Mantar, sebuah observatorium yang dibangun oleh Maharaja Jai Singh II pada pertengahan abad kedelapanbelas. Maharaja yang terkenal sebagai peminat astronomi ini mendirikan beberapa observatorium sejenis di Varanasi, Ujjain, Mathura dan di kota asalnya Jaipur. Jai Singh II adalah sahabat raja Delhi pada masa itu, Muhammad Shah. Observatorium ini memiliki enam instrumen, yaitu jam matahari dan pemantau gerakan benda-benda langit yang sebagian besar sudah tidak berfungsi lagi.

Safdarjang’s Tomb, terletak di sisi bandara Safdarjang, di persimpangan Lodhi Road dan Aurobindo Marg, dibangun oleh Nawab Shujuddaulah untuk ayahnya, Mirza Muqim Abul Mansur Khan yang lebih dikenal sebagai Safdarjang pada abad kedelapanbelas. Safdarjang adalah gubernur, dan kemudian menjadi perdana menteri pada masa pemerintahan Muhammad Shah. Makam Safdarjang adalah monumen terakhir dinasti Mughal di Delhi.

Delhi Moderen

India Gate

India Gate adalah salah satu bangunan yang didesain oleh Lutyens didirikan tahun 1921 untuk mengenang puluhan ribu tentara India yang gugur dalam Perang Dunia Pertama dan perang di Afghanistan tahun 1919. Nama-nama mereka dituliskan pada monumen setinggi 42 meter yang sepintas tampak seperti monumen kemenangan (Arc de Triomphe) Paris ini. Di bawahnya terdapat api abadi Amar Jawan Jyoti untuk menghormati mereka yang gugur pada perang India-Pakistan tahun 1971.

Rasthrapati Bhavan

Rashtrapati Bhavan, kediaman resmi Presiden India juga dirancang oleh Lutyens, semula untuk kediaman Gubernur Jenderal Inggris di India. Terletak di Raisina Hills, di ujung barat boulevard Rajpath, gedung ini memiliki 340 ruangan dalam perpaduan gaya arsitektur Mughal dan Inggris. Luas bangunannya lebih dari 18 hektar, dan luas taman di sekitarnya lebih dari 30 hektar. Taman di sebelah barat bangunan utama, dikenal dengan nama Mughal Garden, dibuka untuk umum hanya dalam beberapa hari di bulan Februari, ketika berbagai jenis bunga di sana seperti mawar, marigold dan bougaenville bermekaran.
Rashtrapati Bhavan diapit oleh dua bangunan sekretariat negara di utara dan selatannya, yang didesain oleh Sir Herbert Baker.

Di ujung lain Rajpath terletak Sansad Bhavan, gedung parlemen, tempat di mana demokrasi di India ditegakkan. Seperti dua bangunan sebelumnya, bangunan ini juga karya Lutyens. Tiga bangsal besar dalam gedung ini adalah Lok Sabha (ruangan senat), Rajya Sabha (ruang parlemen) dan Central Hall.

Connaught Place

Pusat perbelanjaan kota Delhi, Connaught Place, juga didesain oleh pemerintah kolonial Inggris. Tempat ini berupa dua buah jalan radial kosentris, Indira Chowk dan Rajiv Chowk, dengan tujuh cabang-cabangnya. Bangunan di sekitarnya didominasi warna putih dengan gaya arsitektur Eropa. Di sini terletak banyak kantor pusat bank dan penerbangan internasional, juga sebuah pusat perbelanjaan semi-grosir, Palika Bazaar.

Salah satu jalan cabang adalah Janpath, di mana terletak deretan toko-toko yang menjual souvenir, pakaian, dan kerajinan khas India. Di Janpath juga terdapat State Cottage Emporium, gedung bertingkat pusat penjualan kerajinan khas India. Walaupun lengkap, harga-harga di Emporium ini biasanya di atas harga rata-rata.

National Museum, museum terbesar di Delhi ini memiliki lebih dari 200 ribu benda untuk dipamerkan, yang memberikan gambaran detil tentang sejarah bangsa India sejak masa prasejarah Paleolithikum, masa Mohenjodaro dan Harappa hingga masa dinasti Mughal. Museum yang tadinya mengambil tempat di Rashtrapati Bhavan ketika didirikan tahun 1949, menempati lokasi sekarang di Janpath sejak tahun 1960.
National Museum memiliki halaman maya yang cukup informatif.

Dilli Haat

Terletak di tengah kota Delhi, Dilli Haat adalah sebuah pasar seni permanen pertama yang menampung hasil kerajinan tangan, makanan dan kegiatan budaya dari seluruh India. Haat sebenarnya berarti pasar mingguan di daerah pedesaan. Terletak di sebuah plaza berlantaikan batu dan bata paving block seluas hampir satu hektar, Dilli Haat dengan lebih dari 60 gerainya merupakan representasi keanekaragaman budaya India, dari kaki Pegunungan Himalaya hingga Samudera Hindia, dari Kashmir hingga Bengala, dari saree sutra hingga sandal kulit unta, dari sarung bantal hingga keramik. Penjual yang menyewa gerai di pasar seni yang didirikan tahun 1990 ini berganti-ganti setiap dua minggu, dan sering pula diadakan festival makanan khas daerah tertentu.

Di tepi Sungai Yamuna, tak jauh dari Old Delhi, terletak beberapa tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh nasional India. Di tempat-tempat ini disemayamkan abu mereka setelah dikremasi. Yang paling terkenal adalah Raj Ghat untuk Mahatma Gandhi. Dikelilingi taman yang sangat bersih dan terawat, tempat kremasi Mahatma Gandhi ditandai dengan sebuah marmer hitam berbentuk segiempat. Di sini juga terdapat Gandhi Memorial Museum yang berisi tulisan-tulisan, koleksi buku, dan materi audiovisual tentang kehidupan Bapak Bangsa India ini.
Di utaranya terletak tempat kremasi Jawaharlal Nehru yang bernama Shanti Van. Tak jauh dari sana berada tempat kremasi Indira Gandhi, Sanjay Gandhi, Rajiv Gandhi dan Lal Bahadur Shastri.

Lakshmi Narayan Temple

Tempat ibadah penganut Hindu yang menjadi salah satu simbol kota Delhi, Lakshmi Narayan Mandir didirikan oleh keluarga Birla, sebuah keluarga berada yang juga mendirikan beberapa tempat ibadah lain di berbagai kota di India. Pura ini didirikan untuk mengagungkan Dewa Wishnu, dan diresmikan oleh Mahatma Gandhi pada tahun 1939. Kamera dilarang memasuki kawasan dalam pura, dan seperti memasuki tempat ibadah berbagai agama, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki dan memakai pakaian yang pantas.

Lotus Temple

Lotus Temple adalah salah satu dari enam tempat ibadah kepercayaan Bahá’í di seluruh dunia. Setiap tempat ibadah itu, walaupun memiliki persamaan konsep, tetap memiliki ciri lokal dari negara tempatnya berada. Lotus atau teratai merupakan bunga nasional India yang melambangkan kemurnian dan perdamaian serta manifestasi para dewa. Lotus Temple selesai dibangun pada akhir tahun 1986.

Tempat-tempat ibadah lain yang memiliki arsitektur indah antara lain Chattarpur Temple yang ditujukan untuk memuja Dewi Durga di Mehrauli, ISKCON Temple untuk kepercayaan Hare Krishna di Kailash, Gurudwara Bangla Sahib di Baba Kharak Singh Marg dan Gurudwara Sis Ganj di Chandni Chowk

Menjelajahi Delhi

Delhi memiliki bandar udara internasional, Indira Gandhi International Airport, yang melayani rute-rute dari berbagai maskapai penerbangan ke berbagai kota di dunia.
Untuk berkeliling kota Delhi terdapat berbagai alat transportasi yang dapat digunakan, seperti bis umum, mobil sewaan khusus turis, taksi baik yang menggunakan argometer (sedan berwarna hitam) ataupun tidak (minibus berwarna putih), auto-rickshaw (yang kita kenal sebagai bajaj di Indonesia) dan cycle-rickshaw (becak). Tawar menawar sangat disarankan jika menggunakan taksi tanpa argometer dan kedua jenis rickshaw.

Berbagai kawasan perbelanjaan membuat Delhi sangat menarik bagi wisatawan yang ingin membeli barang-barang khas India. Tekstil, terutama dari bahan sutra dan katun sangat murah di sini, dan memiliki kualitas yang baik pula. Selalu mencoba menawar merupakan jalan terbaik untuk mendapatkan harga yang pantas, walaupun banyak pula toko menawarkan harga pas.

Karena letaknya yang di tengah-tengah subkontinen, Delhi memiliki iklim benua yang ekstrem. Suhu pada musim panas di Delhi sangat panas hingga di atas 40° Celcius dengan curah hujan yang tinggi, sementara pada musim dingin hampir mencapai 0° Celcius dengan angin dingin dari Himalaya. Oleh karena itu masa-masa terbaik untuk mengunjungi Delhi adalah pada musim semi (Februari-Maret) dan musim gugur (Oktober-November). Selain itu disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman saat berwisata di Delhi. Juga untuk selalu membawa air mineral dalam kemasan karena lebih terjaga kebersihannya. Dan yang terpenting, jangan bepergian sendirian, terutama di malam hari!>

(Sumber bacaan dan gambar:
Delhi Tourism
Delhi Tourism India
New Delhi Municipal Council
Delhi - India)

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=155
keju a-z http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=156 http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=156#comments Mon, 17 Nov 2003 09:29:06 +0000 yanti karya kuliner http://jalankenangan.net/celoteh/?p=156

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Keju adalah salah satu produk susu yang paling penting dan banyak dikonsumsi. Diperkirakan ada lebih dari 3000 jenis keju di seluruh dunia, yang berasal dari Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Swiss, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lain. Banyak ya! Sejarah Keju Sebagian besar orang menduga bahwa keju pertama kali dibuat di daerah Timur Tengah. Menurut sebuah legenda Arab, [...]]]>

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;

WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Keju adalah salah satu produk susu yang paling penting dan banyak dikonsumsi.
Diperkirakan ada lebih dari 3000 jenis keju di seluruh dunia, yang berasal dari Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Swiss, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lain.
Banyak ya!

Sejarah Keju

Sebagian besar orang menduga bahwa keju pertama kali dibuat di daerah Timur Tengah. Menurut sebuah legenda Arab, seorang pengembara berkelana dengan kudanya sambil membawa susu dalam tempat minumnya. Setelah beberapa jam, ternyata susu itu telah terpisah menjadi gumpalan putih dan cairan berwarna pucat. Ternyata hal itu disebabkan oleh tempat minum yang terbuat dari perut sapi muda itu mengandung enzim yang dapat menggumpalkan susu, cahaya matahari yang terik dan gerakan kuda selama berkelana. Tanpa mengetahui hal itu, si pengembara mencicipi cairan dan gumpalan itu, dan menganggap rasanya enak.

Ada juga yang meyakini bahwa keju telah dinikmati bangsa Sumeria di Mesopotamia beberapa tahun sebelum Masehi. Sebuah gambar di bangunan pemujaan dewi Ninchursag menunjukkan bahwa pada masa itu keju telah diproduksi.
Sementara legenda Yunani mengatakan bahwa keju ditemukan oleh Aristaeus, anak dari Dewa Apollo dan Cyrene.


Pada masa kerajaan Romawi, pembuatan keju mulai berkembang dengan keahlian dan pengetahuan yang tinggi. Mereka telah menemukan berbagai cara pembuatan dan pematangan, sehingga jenis keju semakin banyak dan bervariasi.
Dalam Abad Pertengahan, keju banyak dikembangkan di biara. Banyak jenis keju yang kita kenal sekarang berasal dari para biarawan.

Pembuatan Keju

Prinsip pembuatan keju adalah fermentasi asam laktat yang terdapat dalam susu.
Proses pembuatan keju diawali dengan memanaskan/pasteurisasi susu, kecuali pada jenis2 keju tertentu seperti Emmentaler dari Swiss yang menggunakan susu mentah. Kemudian zat pembantu penggumpalan (rennet, sejenis enzim penggumpal yang biasa terdapat dalam lambung sapi dan/atau bakteri yang dapat mengasamkan susu) ditambahkan.

Tergantung metodenya, setelah setengah sampai 5 jam, susu akan menggumpal sehingga terpisah menjadi sebuah gumpalan besar (curd) dan bagian yang cair (whey). Gumpalan ini dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang sama besar, agar bagian yang cair (whey) semakin banyak yang keluar. Semakin kecil potongan, semakin sedikit cairan yang dikandung oleh keju nantinya, sehingga keju semakin keras.
Potongan-potongan ini kemudian diaduk, dipanaskan, dan kadang dipress untuk menghilangkan lebih banyak lagi cairan.

Setelah itu, bakal keju yang masih lunak itu dibubuhi jamur dan dibentuk. Lalu diolesi atau direndam dalam air garam untuk membunuh bakteri merugikan yang mungkin terdapat di dalamnya. Ada juga jenis keju yang direndam sebelum diberi jamur.
Terakhir, bakal keju dimatangkan dalam kondisi tertentu. Semakin lama dimatangkan, keju akan semakin keras.

Proses pembuatan keju

Pengecualian dari proses di atas tentu saja banyak dijumpai.
Keju segar (fresh cheese) seperti cottage cheese atau Ricotta misalnya, tidak perlu mengalami proses penggaraman dan pematangan. Selain itu, banyak jenis keju segar yang terbuat bukan dari gumpalan (curd), melainkan justru dari bagian yang cair (whey) yang dipanaskan hingga menggumpal.

Jenis-jenis Keju

Ada beberapa faktor yang dapat membedakan keju:

  1. Asal susu: Sebagian besar keju dibuat dari susu sapi.

    Tapi banyak juga yang dibuat dari susu domba (misalnya Feta dari Yunani), kambing, kerbau (misalnya Mozzarella dari Italia), bahkan susu unta.

    Jenis-jenis keju tertentu mensyaratkan susu dari hewan yang diperah pada pagi/sore hari, atau hanya makan makanan tertentu, atau berasa dari daerah tertentu saja.

     
  2. Kadar lemak:

    Untuk mendapatkan kadar lemak yang diinginkan, susu dicampur dengan susu rendah lemak (skimmed) sehingga kadar lemaknya turun, atau dicampur dengan kepala susu (cream) agar kadar lemaknya naik.

     
  3. Metoda penggumpalan atau koagulasi:

    Ada yang dibuat dengan menggunakan rennet, ada juga yang menggunakan bakteri yang memiliki sifat mengasamkan susu, ada juga yang menggunakan keduanya.

     
  4. Jenis jamur:

    Ada yang menggunakan jamur putih, kemerahan, dan biru.

     
  5. Proses pematangan:

    Untuk mendapatkan rasa, aroma dan penampilan yang khas, setiap jenis keju mengalami proses pematangan yang berbeda-beda, baik dari sisi lamanya proses (bervariasi antara 2 minggu sampai 7 tahun), suhu di mana bakal keju dimatangkan, dan bahan-bahan lain yang ditambahkan ke dalam keju.
    Misalnya keju Appenzell dari Swiss direndam dalam campuran bumbu dan anggur putih selama beberapa saat, keju Leiden dari Belanda ditambahkan sejenis jintan (cumin), atau beberapa jenis keju segar yang dibubuhi daun bawang atau biji lada hijau.

    Ada jenis keju yang selama proses pematangan diolesi air garam setiap waktu tertentu, ini membuat kulit keju menjadi keras.

    Ada juga keju yang dimatangkan sambil dibungkus kain, kayu, lilin, dan sebagainya, baik hanya selama beberapa hari maupun sepanjang masa pematangan.

    Keju Cheddar yang banyak kita kenal dimatangkan dengan dibungkus kain katun selama beberapa hari di awal masa pematangan, sementara keju Edamer bahan pembuat kue kaasstengels dibungkus lilin yang biasanya berwarna merah.

    Proses pematangan tertentu juga membuat keju menjadi berlubang-lubang.

     
  6. Pemrosesan lebih lanjut:

    Beberapa jenis keju diproses lebih lanjut setelah matang, misalnya diasap, dibuat menjadi keju lembaran seperti Kraft sliced yang kita kenal di Indonesia, atau dibentuk kotak kecil seperti La Vache Qui Rit, si sapi tertawa asal Perancis yang juga dapat ditemui di supermarket besar di Indonesia.

     

Keju dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan konsistensinya:

  1. Keju segar (fresh/unripened) yang tidak mengalami proses pematangan.

    Rasanya biasanya netral dan tidak begitu asin, berbentuk seperti krim karena mengandung lebih dari 70% air, serta tidak begitu awet.

    Contohnya Cottage, Philadelphia dari Amerika Serikat, Ricotta, Mascarpone dari Italia .

    Mozzarella yang biasa ditaburkan di atas pizza pun ternyata termasuk keju fresh, karena walaupun bentuknya semikeras, ia tidak mengalami proses pematangan.

    Keju segar

     

  2. Keju lunak, baik yang berkulit seperti Brie, Camembert dari Perancis maupun yang tanpa kulit seperti Limburger si super bau dari Belgia dan Feta dari Yunani.

    Ciri utamanya adalah memiliki konsistensi yang empuk dan lembut, walaupun agak sulit dioleskan.

    Dalam proses pembuatannya, gumpalan (curd) dipotong-potong kira-kira sebesar bola pingpong dan keju dimatangkan sekitar 2-4 minggu.

    Keju lunak

     

  3. Keju iris semikeras, yang walaupun agak empuk, jika diiris memiliki bentuk yang tetap.

    Contohnya Bel Paese dari Italia. Sebagian besar blue cheese termasuk golongan ini, misalnya Stilton dari Inggris, Gorgonzola dari Italia, Roquefort dari Perancis, dll.

    Keju iris semikeras

     

  4. Keju iris.

    Jenis yang terkenal misalnya Edamer dan Gouda dari Belanda, serta Cheddar dari Inggris. Keju Kraft yang kita kenal di Indonesia adalah juga jenis Cheddar.

    Dalam pembuatannya, gumpalan dipotong-potong sebesar kacang polong dan keju dimatangkan antara 4-12 minggu.

    Keju iris

     

  5. Keju keras.

    Dalam proses pembuatannya, gumpalan dipotong menjadi bagian yang sangat halus, kira-kira sebesar butiran gandum. Masa pematangannya minimal 3 bulan.

    Keju yang sangat keras kadang dimatangkan sampai 3 tahun, dan biasa dinikmati dengan cara diparut, misalnya Parmesan dari Italia. Contoh lain dari keju keras adalah Emmentaler dari Swiss.

    Keju jenis ini biasanya sangat tahan lama.

    Keju keras

     

Pemanfaatan Keju

Sementara kebanyakan orang Indonesia hanya mengkonsumsi keju saat sarapan sebagai isi roti atau sebagai bahan pembuat kue kering di hari raya, sebetulnya terdapat banyak cara menikmati keju.

Misalnya dengan mencampurkan dalam salad. Keju iris seperti Cheddar dipotong dadu dan disajikan bersama salad hijau, tomat, dan bahan-bahan lain. Ada lagi salad khas Mediterania, yaitu irisan Mozzarella, tomat, daun basil dan olive (zaitun) yang disajikan dengan dressing dari minyak zaitun dan cuka.

Keju juga dapat dimasak sebagai taburan pada schotel atau gratin. Atau sebagai teman makan pasta. Kadang orang memanggang steak atau sayur-sayuran dengan keju di atasnya, hanya sekitar 10 menit agar keju meleleh. Sebagai isi pie, keju dengan sayur-sayuran menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi konsumsi daging.

Blue cheese sering dibuat salad dressing, walaupun baunya seringkali kurang akrab untuk kita. Saus untuk teman makan steak ada pula yang dibuat dari keju. Bahkan orang Swiss suka membuat sup dari keju.

Dalam bentuk kue dan makanan penutup, kita mengenal cheesecake yang terbuat dari keju krim. Atau tiramisu yang manis dan beraroma kopi yang terbuat dari Mascarpone. Orang Italia juga biasa membuat kue dari Ricotta.

Di Perancis dan negara-negara Eropa Selatan, keju juga dikenal sebagai “penutup lambung” alias sebagai hidangan penutup, ditandem dengan anggur yang sesuai.

Sumber bacaan dan gambar:
Ökokäse.de
Cheesenet
Lebensmittellexikon
Cheesecyclopedia

]]>
http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&p=156