<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.5" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>celoteh</title>
	<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh</link>
	<description>karena celoteh kemarin adalah untuk hari ini dan esok</description>
	<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 14:46:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>kemerdekaan adalah&#8230;</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=242</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=242#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[..bahwa gue relatif bebas dari penyakit
..bahwa gue hidup nggak berkekurangan, walaupun nggak berlebihan
..bahwa gue bebas dari kesepian, masih bisa tersenyum dan ngegaring nggak jelas
..bahwa gue masih bisa mencari ilmu, mulai dari ilmu memasak sampai software design
Walaupun ada seribu alasan untuk kecewa pada Indonesia yang katanya sudah merdeka, pasti ada seribu alasan lain untuk bangga pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>..bahwa gue relatif bebas dari penyakit<br />
<br />..bahwa gue hidup nggak berkekurangan, walaupun nggak berlebihan<br />
<br />..bahwa gue bebas dari kesepian, masih bisa tersenyum dan ngegaring nggak jelas<br />
<br />..bahwa gue masih bisa mencari ilmu, mulai dari ilmu memasak sampai software design</p>
<p>Walaupun ada seribu alasan untuk kecewa pada Indonesia yang katanya sudah merdeka, pasti ada seribu alasan lain untuk bangga pada Indonesia. </p>
<p>Ah, nggak, ralat. Cinta dan bangga pada Indonesia nggak perlu seribu alasan. Gue hanya perlu satu alasan: <strong>gue adalah orang Indonesia.</strong></p>
<p>Happy belated birthday Indonesiakuuu&#8230; Cintaku tetap bersamamu <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=242</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>merdeka buka lagi</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=239</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=239#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 01:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hari kedua di bulan Agustus. Selain event besar hari ulang tahun kemerdekaan negara kita, ada event lain yang akan digelar.
Merdeka akan buka pendaftaran lagi!!!!
Sejauh ini, nggak pernah gue merasa rugi menjadi anggota agregator Merdeka. Pengunjung blog bertambah, sehingga teman pun jadi bertambah. Plus, bisa mengikuti diskusi yang asyik di milis.
Keanggotaan Merdeka relatif umum. Blogmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="first">S</span>udah hari kedua di bulan Agustus. Selain event besar hari ulang tahun kemerdekaan negara kita, ada event lain yang akan digelar.</p>
<p><font size="+1"><a href="http://merdeka.or.id">Merdeka</a> akan buka pendaftaran lagi!!!!</font></p>
<p><span style="float:left"><img src="http://www.jalankenangan.net/images/blog/merdeka_subms4.png" alt="Merdeka Open Submission 4" /></span>Sejauh ini, nggak pernah gue merasa rugi menjadi anggota agregator <a href="http://merdeka.or.id">Merdeka</a>. Pengunjung blog bertambah, sehingga teman pun jadi bertambah. Plus, bisa mengikuti diskusi yang asyik di milis.</p>
<p>Keanggotaan Merdeka relatif umum. Blogmu nggak harus terkait tema tertentu seperti agregator <a href="http://planet.terasi.org">Planet Terasi</a> yang mensyaratkan tema teknologi informasi. Kamu nggak harus berasal dari daerah tertentu seperti kalau menjadi anggota <a href="http://angkringan.or.id">Angkringan</a>, <a href="http://loenpia.net">Loenpia</a>, atau <a href="http://www.angingmammiri.org">AngingMammiri</a>.</p>
<p>Benar2 bebas? Iya dong, kan <a href="http://merdeka.or.id">Merdeka</a>!</p>
<p>Masa nggak ada syarat sama sekali? Ya ada lah. Berikut ini yang gue cuplik dari <a href="http://blog.merdeka.or.id/2005/12/12/merdeka-open-submission/">blog</a> Merdeka.</p>
<ul>
<li><strong>Blogmu harus berumur minimal enam bulan dengan minimal 24 posting</strong>. Kenapa? Supaya kualitas blogmu bisa dinilai oleh tim seleksi yang notabene anggota Merdeka sendiri.<br />
<br />&nbsp;</li>
<li>Kamu selalu <strong>menulis dengan gairah</strong> <em>(passionate)</em>. Ide dan tulisannya orisinal, cerdas.<br />
<br />&nbsp;</li>
<li>Punya <strong>konsistensi</strong> dalam menulis post yang bagus. Menurut <a href="http://andryshuzain.com">Andry</a>, nggak harus semua post itu bagus, karena nggak semua lagu Led Zeppelin itu enak. Ya ya, lagu2nya Bon Jovi belakangan juga banyak yang nggak enak <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .<br />
<br />&nbsp;</li>
<li>Desain blog yang mendukung, sehingga blogmu <strong>enak dan mudah dibaca</strong>. Soal kosmetik sih, relatif lah <em>Beauty is in the eye of the beholder.</em><br />
<br />&nbsp;</li>
</ul>
<p>Selebihnya, kira2 uraian <a href="http://www.useit.com/alertbox/weblogs.html">Jakob Nielsen</a> tentang yang harus dihindari dari sebuah blog, bisa dijadikan acuan.</p>
<p><span class="first">Y</span>ang istimewa, kali ini pendaftaran <em>(open submission) </em><strong>hanya dibuka satu hari</strong>. Tepatnya sekitar hari ulangtahun kemerdekaan negara kita, mungkin 16 atau 20 Agustus. Supaya spirit Merdekanya tambah terasa <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . </p>
<p><font size="+1">Jadi, panteng terus situs <a href="http://merdeka.or.id">Merdeka</a> ya!!!!!!</font></p>
<p><em>Komentar dengan sengaja ditutup <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=239</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tentang mama</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=190</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=190#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2006 09:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>ilham</category>

		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Karena besok adalah Hari Ibu, yang buat saya adalah Hari Perempuan Indonesia
Mama saya punya dua anak perempuan. Dua2nya keras kepala, galak, cerewet, tapi cengeng. Toh Mama jarang protes soal itu. Padahal di belahan dunia Timur sini, dikata nggak pantas kalau perempuan terlalu galak dan cerewet.  Saya tahu, Mama malah bangga dengan kami. Karena kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>Karena besok adalah Hari Ibu, yang buat saya adalah <a href="http://dharwiyanti.blogspot.com/2004/12/perempuan-indonesia-selamat-hari-ibu.html">Hari Perempuan Indonesia</a></i></p>
<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">M</span>ama saya punya dua anak perempuan. Dua2nya keras kepala, galak, cerewet, tapi cengeng. Toh Mama jarang protes soal itu. Padahal di belahan dunia Timur sini, dikata nggak pantas kalau perempuan terlalu galak dan cerewet.  Saya tahu, Mama malah bangga dengan kami. Karena kami berani <i>speak up our mind</i>, walaupun tentu dengan tata cara yang baik, yang Timur. Karena biar bagaimana, kami orang Jawa yang konon sangat menjunjung tinggi <i>unggah ungguh</i> berbahasa dan tingkah laku.</p>
<p>Mama memang progresif untuk jamannya. Sudah sempat cuti kuliah empat tahun karena kelahiran dua anak perempuannya, Mama masih dengan tekad baja dan semangat empatlima meneruskan kuliahnya hingga selesai. Satu dari segelintir perempuan di jurusan dan angkatan beliau yang berhasil meraih gelar sarjana.</p>
<p>Contoh lain? Saya sampai hari ini bisa dengan bangga berkata bahwa Mamalah yang memberikan saya pengetahuan seks. Tanpa <i>pakewuh</i>, Mama memeluk saya yang masih duduk di kelas 3 SD, dan bercerita bahwa dalam tahun2 ke depan mungkin saya akan datang bulan. Dan ketika saatnya tiba, Mama pula yang memberi tahu saya apa sebenarnya darah menstruasi itu, dan bagaimana saya kelak bisa hamil.<br />
<a id="more-190"></a></p>
<div class="shadow" style="float:left"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/motherdaughter.jpg" alt="" /></div>
<p>Mama nggak pernah menjawab pertanyaan tentang seks dengan, <i>&#8220;ah anak kecil, tau apa kamu tanya2 begituan?&#8221;</i> Tapi sebaliknya, saat saya punya bayi dan bertanya2 kepada Mama tentang bedong, Mama malah menjawab, <i>&#8220;tanya dokter aja lah. Yang &#8216;benar&#8217; jaman Mama belum tentu sekarang masih &#8216;benar&#8217;&#8221;</i> <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><b>Contoh sukses ibu bekerja</b></p>
<p>Selepas kuliah, Mama berkarir di sebuah lembaga pemerintah sampai pensiun tahun lalu. Jam kerja yang penuh, ditambah tugas2 luar kota beliau, membuat dua anak perempuannya lebih dekat dengan Papa. Tapi itu nggak berarti kami pernah merasa &#8220;kehilangan&#8221; sosok Mama, apalagi menyesali pilihannya untuk bekerja di luar rumah. Di Bandung saat itu, orang nggak harus kehilangan waktu berjam2 di jalanan seperti di Jakarta saat ini.</p>
<p>Keahlian Mama membagi waktu dan energinya, membuat kedua anak perempuannya terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. Mau dibilang perempuan pengejar karir, terserah. Dibilang ibu nggak tahu diuntung pun, terserah. Kami percaya, kegagalan2 dalam keluarga <a href="http://blog.sepatumerah.net/2006/12/jangan-salahkan-orang-tua-mulu-geblek.html">bukan mutlak kesalahan ibu semata</a>. Dengan kata lain, <a href="http://lita.inirumahku.com/personal/lita/bukan-salah-ibu-bekerja/">jangan salahkan Ibu bekerja</a>. </p>
<div style="float: right;  width: 150px; margin: 10px;  font-family: Arial,Helvetica,Georgia; font-size: 22px;  line-height: 18px;  color: grey;  text-align: right;">..&#8221;yang &#8216;benar&#8217; jaman Mama,  belum tentu sekarang masih &#8216;benar&#8217;&#8221;..</div>
<p>Selain karena terinspirasi, Mama (dan Papa) memang mendorong kedua anak perempuannya untuk bekerja di luar rumah. Bukan masalah dana pendidikan yang sudah diinvestasikan belasan tahun untuk menjadi isi kepala kami. Bukan agar kami menjadi istri yang bisa jumawa pada suami, saking mandirinya. Ah, mungkin kita semua sudah sama2 tahu, apa sisi positif dari ibu bekerja, yang biarpun klise tapi realistis.</p>
<p>Saya kadang berkeluh kesah karena merasa bersalah sering meninggalkan Naila di rumah bersama beliau berdua. Tapi Mama justru membesarkan hati saya dan terus mendorong saya untuk berkarya di luar rumah. Soal Naila, <i>&#8220;kita cari solusinya sama2&#8243;</i>, begitu selalu kata beliau.</p>
<p>Saya tahu, Mama sudah makan asam garam dalam hal dilema ibu bekerja. Keluh kesah kedua anak perempuannya hari ini, sudah berulang kali dialami Mama di tahun2 lalu. Dan toh, pengalaman itu, ditambah pengenalan terhadap karakter kedua anak perempuannya, tidak membuat Mama menyarankan kami untuk <a href="http://smritacharita.blogspot.com/2006/09/ketika-ibu-tidak-bekerja_13.html">berhenti bekerja</a>. Alhamdulillah, seperti kata Mama di atas, solusi atas berbagai persoalan, bisa dicari bersama2.</p>
<p><b>Selamat Hari Ibu, Mama</b></p>
<p>Walaupun kami nggak pernah merayakan Hari Ibu seperti dalam cerita2, karena kami merasa nggak perlu  hari khusus untuk menunjukkan sayang pada Mama. Biarkanlah sayang saya ditunjukkan dengan mengajari Mama menu2 N70 yang menurut beliau, <i>&#8220;kok jadi ribet gini sih Nokia&#8221;</i>. Dengan menelusuri katalog Oriflame bersama2. Dengan saling meminjam kalung dan tas. Dengan saling memberi saran saat akan pergi ke <i>kondangan</i>. Dengan mengajak Mama jalan2 setiap akhir minggu karena, <i>&#8220;ah ngajak Papah syoping sekarang udah susah!&#8221;</i>. Dengan membelikan Mama <i>mouse</i> baru untuk bermain Zuma. Dengan membuat Mama bangga dengan apa yang saya capai. Dengan sesekali mengingatkan Mama untuk berhenti ngemil kacang. Dan hal2 lain yang mungkin cukup kami berdua yang tahu.</p>
<p>Saya ingin membahagiakan Mama setiap hari. Selamat Hari Ibu, Ma.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=190</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>gosip, fakta, dan nurani</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=191</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=191#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2006 03:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>ilham</category>

		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Saya masih ingat beberapa bulan yang lalu PB NU mengeluarkan fatwa yang mengharamkan acara dan berita infotainment. Sempat mengundang kontroversi karena dianggap mengurusi hal remeh temeh belaka, dan terlalu memukul rata isi acara yang katanya tak melulu berisi kejelekan orang.
Buat saya, fatwa itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bukan infotainment itu sendiri yang haram, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">S</span>aya masih ingat beberapa bulan yang lalu PB NU mengeluarkan <a href="http://agusset.wordpress.com/2006/10/12/berita-gosip/">fatwa</a> yang mengharamkan acara dan berita infotainment. Sempat mengundang kontroversi karena dianggap mengurusi hal remeh temeh belaka, dan terlalu memukul rata isi acara yang katanya tak melulu berisi kejelekan orang.</p>
<p>Buat saya, fatwa itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bukan infotainment itu sendiri yang haram, tapi muatan fitnah dan ghibah yang terdapat di dalamnya. <i>Bad news is good news</i>.<br />
<u>Fitnah</u>, adalah menyebarkan keburukan yang <u>tidak benar</u> adanya. Keji.<br />
<u>Ghibah</u>, adalah menyebarkan keburukan yang memang <u>benar</u> terjadi. <i>Saru</i>.<br />
Keduanya memang sudah haram, dari sononya. Fatwa ini cuma sekedar membangunkan kita yang selama ini lupa.</p>
<p>Saya nggak mengelak bahwa juga nggak luput dari gosip. Nggak seperti sebagian laki2 yang saya kenal, yang mati2an bilang, <i>&#8220;Kita cowo2 sih ga pernah gosip!!!&#8221;</i>. Padahal kalau sudah membicarakan Ye-Zet, Roy Suryo, Asia Carera atau Pak Direktur, sama berapi2nya dengan presenter Silet. Nggak ada bedanya, membicarakan kejelekan orang.</p>
<p><i>Ayo ngaku aja, Mas, Oom.. <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</i></p>
<p><a id="more-191"></a><br />
<span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">O</span>rang boleh sinis kepada &#8220;wartawan&#8221; infotainment, pada &#8220;jurnalisme&#8221; infotainment, dan pada &#8220;berita&#8221; infotainment. Tapi nyatanya kegigihan mereka dalam berburu boleh diacungi jempol. Banyak sekali berita yang awalnya dikatakan sebagai gosip, ternyata didukung oleh fakta. Dalam konteks berita buruk, porsi ghibah relatif lebih banyak dibanding fitnah.</p>
<div style="float: right;  width: 150px; margin: 10px;  font-family: Arial,Helvetica,Georgia; font-size: 22px;  line-height: 18px;  color: grey;  text-align: right;">..berita yang awalnya dikatakan sebagai gosip, ternyata didukung oleh fakta..</div>
<p>Ah, itu hanya persepsi kita saja. Walaupun hal itu nggak benar, rekaan alias imajinasi, tapi karena kita meyakininya, hal itu menjadi &#8220;benar&#8221;. Mungkin begitu bantahmu.</p>
<p>Tidak, tidak. Bukan &#8220;kebenaran&#8221; yang itu maksud saya. Sudah banyak contoh kok di dunia gosip.<br />
Suami seorang penyanyi dikabarkan menikah lagi. Gosip? Tidak, tidak, laki2 itu mengaku. Padahal hanya selang dua hari sebelumnya, berita itu dibantahnya habis2an.<br />
Seorang pesinetron belia mendadak menikah. Dikabarkan sudah hamil sebelum menikah. Gosip? Tidak, mereka mengaku sendiri seminggu setelah berita itu muncul.<br />
Seorang <i>anchor</i> alias pembaca berita, dikabarkan menjadi <abbr title="Wanita Idaman Lain">WIL</abbr> seorang pengamat politik. Gosip? Tidak, tidak. Si lelaki bercerai, lalu menikahi si <i>anchor</i> hanya dalam hitungan minggu.<br />
Bahkan saat seorang pendakwah menikah untuk kedua kalinya (Hi Aa! &trade;), yang tadinya disembunyikan, ternyata toh memang benar adanya.</p>
<p>Masih perlu contoh lagi?</p>
<p>Kadang kita jadi berprasangka buruk. Dari mana sih para &#8220;wartawan&#8221; infotainment itu mendapatkan beritanya? Siapa narasumbernya?<br />
Orang2 terdekat yang ingin menjerumuskan si pelaku?<br />
Mantan sahabat yang ingin cari nama?<br />
Atau malah tokoh2 itu sendiri, agar namanya disebut media dalam tiap interval waktu tertentu?</p>
<div style="float: right;  width: 150px; margin: 10px;  font-family: Arial,Helvetica,Georgia; font-size: 22px;  line-height: 18px;  color: grey;  text-align: right;">..abad pertengahan ada hukum rajam di alun2 kota, sekarang ada hukum &#8220;rajam&#8221; di media..</div>
<p>Kalau sudah begini, susah juga untuk nggak berprasangka buruk.</p>
<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">K</span>adang ada saja <a href="http://priyadi.net/archives/2006/12/07/penganiayaan-berjamaah/#comment-323365">orang</a> yang merasa, menyebarkan keburukan tertentu itu perlu untuk membuat kapok. Supaya orang lain enggan meniru, atau kalau mau, mencari cara lain yang lebih cerdik agar nggak ketahuan. Di abad pertengahan ada hukum rajam di alun2 kota, sekarang ada hukum &#8220;rajam&#8221; di media. Sama2 &#8220;ditonton&#8221; orang.</p>
<p>Tapi saya pernah merasa ngenes gara2 gosip ini. Beberapa bulan yang lalu seorang mantan perenang nasional Indonesia, cantik, bercerai dengan suaminya yang mantan pebulutangkis nasional. Alasannya (versi infotainment) sangat pribadi ternyata: si istri terkena sindrom <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Postnatal_depression"><i>baby blues</i></a> berkepanjangan, yang membuatnya enggan &#8220;melayani&#8221; suaminya selama bertahun2.</p>
<p>Beberapa minggu setelah mereka bercerai, saya bertemu si mantan perenang. Dia jadi instruktur tamu di acara senam kantor klien. Cantik, seksi, ceria dan ramah.<br />
Bukan sok punya hati nurani, dan bisa jadi saya termasuk orang yang mudah tertipu oleh kesan pertama seorang selebriti. Tapi sumpah, saya sampai malu hati sendiri karena tahu kehidupan seksualnya. Miris sekaligus nggak tega, karena saya sadar ada ribuan orang lain yang juga tahu.</p>
<p>Sejak itu jadi agak malas nonton infotainment. Hati saya mulai menolak untuk bergosip, entah kamu. Tapi hati agaknya sudah nggak layak untuk disebut2 sekarang ini. Asal ada faktanya, bergunjing itu legal. Nggak melanggar hukum, nggak bisa dituduh mencemarkan nama baik. Untuk yang digosipkan, anggap saja itu ujian. Ikhlaskan saja.</p>
<p>Begitu juga dengan menyakiti hati pasanganmu dengan membagi cinta.<br />
Legal, halal, jadi lupakan bahwa hati bisa bicara. Saya yakin, ini bisa lebih menyakitkan daripada digosipkan. Tapi sekali lagi, selama halal, katanya harus ikhlas.</p>
<p>Apa kabar, nurani?
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=191</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>puasa dalam heran</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=174</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=174#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2006 09:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan baru berjalan hampir sepertiga, tetapi sudah berhasil memunculkan sejumlah pertanyaan dan keheranan untuk saya. Bukan hal2 baru sebetulnya, tapi bahwa hal2 itu masih muncul di tahun ini, rasanya cukup menyedihkan.

Siang puasa, malam mewah 
Misalnya sehari sebelum puasa, ketika seperti biasa saya belanja mingguan di sebuah hypermarket Bandung Utara. Seperti bisa diduga, penuhnya luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">B</span>ulan Ramadhan baru berjalan hampir sepertiga, tetapi sudah berhasil memunculkan sejumlah pertanyaan dan keheranan untuk saya. Bukan hal2 baru sebetulnya, tapi bahwa hal2 itu masih muncul di tahun ini, rasanya cukup menyedihkan.</p>
<p><a id="more-174"></a><br />
<b>Siang puasa, malam mewah</b> </p>
<p>Misalnya sehari sebelum puasa, ketika seperti biasa saya belanja mingguan di sebuah <i>hypermarket</i> Bandung Utara. Seperti bisa diduga, penuhnya luar biasa. Tanya kenapa? <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div style="float:left" class="shadow"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/heran.jpg" alt="Heran" /></div>
<p>Khususnya di tatar Sunda, orang Sunda punya tradisi <i>munggahan</i>, yaitu makan bersama keluarga atau teman2 menjelang masuk (<i>munggah</i> = naik) bulan Ramadhan. Tradisi yang sangat indah dan bernuansa  kekeluargaan. Tapi agaknya munggahan semakin lama semakin mewah saja, nyaris seperti &#8220;hari raya baru&#8221;. </p>
<p>Selain untuk munggahan, orang Indonesia punya kebiasaan untuk <u>menimbun</u> bahan makanan menjelang puasa. </p>
<p><i>&#8220;Buat persiapan,&#8221;</i> kata seorang Ibu.<br />
Persiapan apa ya? Takut daging jadi langka di pasar? Takut harga2 keburu naik?<br />
Kalau gaya kita berpuasa dan berlebaran masih seperti ini, ya nggak heran harga2 tunduk pada hukum permintaan-penawaran itu semakin melangit.</p>
<p><i>&#8220;Ya kan puasa mah harus makan yang bergizi&#8221;</i>, celetuk ibu2 lain.<br />
Baru ingat &#8220;Empat Sehat Lima Sempurna&#8221; saat puasa?<br />
Ya alhamdulillaah kalau memang benar2 bergizi lengkap dan seimbang.. Seringnya malah, makanan manis berlimpah, sampai2 nggak bisa banyak makan nasi <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Jangan heran kalau puasa malah membuat berat badan melonjak.<br />
Puasa untuk berlatih sederhana? Ah, itu kan teori.</p>
<p><b>Petasan Lucu</b></p>
<p>Apa sih lucunya pasang petasan? Mungkin kamu2 yang pernah pasang petasan waktu kecil, bisa membantu saya.<br />
Beresiko membuat penyandang lemah jantung menjadi &#8220;sembuh total&#8221; (<i>if you know what I mean</i> <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ), membuat anak kecil terbangun sambil menangis kencang, membuat banyak orang susah tidur. Apa ya lucunya?<br />
Agak beda dengan petasan cabe pada perhelatan Betawi, yang hanya dipasang terbatas pada saat dan di lingkungan pesta (semua pesta pasti ramai kan?).</p>
<p>Yang pasti saat ini petasan sudah nggak lucu lagi. Sudah <a href="http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0609/11/114051.htm">&#8220;haram&#8221;</a> versi Polisi, dan <a href="http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0609/27/131956.htm">haram</a> versi NU Jawa Timur. Saya pribadi setuju dengan keharaman versi hukum dan versi fatwa ini. Dan agaknya ini bukan sesuatu yang aneh. Di Jerman misalnya, petasan hanya halal dipasang pada <a href="http://de.wikipedia.org/wiki/B%C3%B6ller">malam tahun baru</a>.</p>
<p>Tapi baru tiga tahun yang lalu, masih ada usaha lucu untuk <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1103/04/0107.htm">mempertahankan sentra industri petasan</a> di Indramayu. Apa nggak ada alternatif lain untuk menyiasati masalah ekonomi ini ya? Sampai harus mencari makan dari memproduksi barang yang banyak mudharatnya <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><b>Dihormati karena Menghormati</b></p>
<div style="float: right;  width: 150px; margin: 10px;  font-family: Arial,Helvetica,Georgia; font-size: 22px;  line-height: 18px;  color: grey;  text-align: center;">Puasa untuk berlatih sederhana? Ah, itu kan teori</div>
<p>Sama lucunya dengan petasan adalah <i>marching band</i> sahur jam dua pagi. Padahal adzan shubuh masih jam empat lewat. Kalau dibangunkan jam tiga sih, masih masuk akal banget. Tapi jam dua sepertinya kok berlebihan. Lagipula masih ada ya, yang nggak punya jam weker atau alarm apapun di rumahnya, sehingga harus dibangunkan oleh <i>marching band</i> seperti ini?</p>
<p>Masalah klasik, apakah ini wujud ketidakperdulian terhadap kaum minoritas yang nggak berpuasa? Mayoritas yang sudah berkuasa, masih minta pula dihormati, lewat segala <a href="http://ariperdana.blogspot.com/2006/10/hormatilah-orang-yang-berpuasa.html">spanduk</a> dan <a href="http://jalankenangan.net/celoteh/?p=95">sterilisasi lingkungan</a> itu.</p>
<p>Ah sudahlah, biarkan saya larut dalam keheranan. Karena sepertinya akan selalu ada pembenaran untuk semua keheranan saya.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=174</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>maafkan</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=173</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=173#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2006 04:01:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Bang, maafkan Eneng, 
karena meninggalkan amanah Allah untuk kita selama lima hari dalam seminggu,
karena sering sulit mengendalikan emosi dengan dalih lelah,
karena sempat melakukan hal2 yang mungkin tak termaafkan oleh orang lain.
Neng, maafkan Bunda, 
karena jarang menemani dengan alasan masih punya quality time,
karena kadang memindahkan tanggung jawab sebagai orang tua ke tangan orang lain
karena sering membuatmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bang, maafkan Eneng, </strong><br />
<br />karena meninggalkan amanah Allah untuk kita selama lima hari dalam seminggu,<br />
<br />karena sering sulit mengendalikan emosi dengan dalih lelah,<br />
<br />karena sempat melakukan hal2 yang mungkin tak termaafkan oleh orang lain.</p>
<p><strong>Neng, maafkan Bunda, </strong><br />
<br />karena jarang menemani dengan alasan masih punya <i>quality time</i>,<br />
<br />karena kadang memindahkan tanggung jawab sebagai orang tua ke tangan orang lain<br />
<br />karena sering membuatmu menangis dengan alasan disiplin. </p>
<p><strong>Pah, Mah, maafkan Mbak, </strong><br />
<br />karena memberati dengan urusan balita di hari tua.<br />
<strong> Pak, Bu, maafkan saya,</strong><br />
<br />karena jarang membawa Naila ke rumah Ulujami.</p>
<p><strong> Guys, maafkan gue,</strong><br />
<br />karena sering nyolot dan pasang tampang asem,<br />
<br />karena kadang lebih asyik &#8220;arisan&#8221; di Yahoo!Messenger dibandingkan <i>debugging</i>,<br />
<br />karena selaku Ratu Nyela dan Pakar Garing, walau bisa menghibur, bisa juga <i>njel&eacute;hi</i> <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<div style="font-size:smaller"><i>but hey, that&#8217;s part of my competencies</i> *masih juga ngeles*   <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/laugh.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </div>
<p><a id="more-173"></a><br />
<strong>Teman, maafkan saya,</strong><br />
<br />karena harus berkutat dengan dokumentasi fase konfigurasi,<br />
<br />menulis ribuan kata,<br />
<br />menggambar puluhan <i>activity flow chart</i>, <i>state diagram</i>, dan <i>use case diagram</i>,<br />
<br />sehingga saya tidak bisa meminta maaf dengan mengunjungi teman2 satu persatu.</p>
<p><strong>Teman, maafkan saya,</strong><br />
<br />karena beberapa hari ini jaringan seringkali <i>overload</i>,<br />
<br />membuat saya keluar-masuk di Yahoo!Messenger seperti ingus <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ,<br />
<br />sehingga sulit membalas pesan2 bertukar maaf,<br />
<br />dan sulit aktif di &#8220;arisan2&#8243; seru yang mungkin tak bisa terlalu gila di bulan Ramadhan <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><strong>Maafkan saya,</strong><br />
<br />untuk semua salah dalam ucap,<br />
<br />dalam <i>chat</i>, <i>posting</i>, <i>entry</i> blog, komentar, SMS,<br />
<br />dalam semua kecuekan sok sibuk dan benar2 sibuk,<br />
<br />dalam semua curhat, tangis, caci, dan amarah.</p>
<p><b>Selamat menjelang bulan Ramadhan.</b>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=173</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>selamat jalan, Nong</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=167</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=167#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2006 01:09:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Perkenalan gue pertama kali dengan Inong berlangsung tahun 1998, tentu saja di dunia maya. Ketika itu belum banyak perempuan Indonesia yang memiliki situs pribadi. Dan ada saja orang yang rajin membuat situs daftar &#8220;Homepage Cewe2 Indonesia&#8221;. Situs Inong dan gue sama2 berada dalam daftar itu.
Situs Inong adalah salah satu yang paling advanced ketika itu. Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">P</span>erkenalan gue pertama kali dengan Inong berlangsung tahun 1998, tentu saja di dunia maya. Ketika itu belum banyak perempuan Indonesia yang memiliki situs pribadi. Dan ada saja orang yang rajin membuat situs daftar &#8220;<i>Homepage</i> Cewe2 Indonesia&#8221;. Situs Inong dan gue sama2 berada dalam daftar itu.</p>
<p><a href="http://inongharis.com/inong99/index2.html">Situs Inong</a> adalah salah satu yang paling <i>advanced</i> ketika itu. Dengan beberapa Java applet dan puisi2 indah.<br />
Tergelitik, gue meninggalkan pesan di buku tamu situsnya. Yang berbalas sehari kemudian, di buku tamu gue.</p>
<p>Setelah itu lama kami nggak saling berhubungan. Inong kemudian menikah dengan Haris dan meninggalkan Indonesia beberapa bulan, sementara gue kembali ke Indonesia pada saat yang kira2 sama. </p>
<p><a id="more-167"></a></p>
<div style="float:left" class="shadow"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/inong.jpg" alt="Inong" /></div>
<p>Sampai awal tahun lalu, saat <i>blogwalking</i> gue hinggap di blog <a href="http://zidansyifa.blogspot.com">Zidan dan Syifa</a>.<br />
<i>&#8220;Heii.. ini kan Inong!!! Masih ingat ga ya?&#8221;</i>, terlintas dalam pikiran.</p>
<p>Nggak disangka, Inong masih ingat gue. Masih menyapa dengan &#8220;Neng Yanti&#8221; sambil cekikikan mengingat2 daftar &#8220;<i>Homepage</i> Cewe2 Indonesia&#8221; itu.<br />
Gue merasa terharu dan tersanjung, <i>secara</i> Inong yang rendah hati tapi tinggi ilmu ini punya sangat banyak teman. Dia masih enerjik &#038; nggak bisa diam, masih kreatif, masih ramah &#038; humoris. Ada sebersit rasa bangga bahwa gue termasuk salah seorang temannya <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kami berdua kemudian sama2 tergabung dalam <a href="http://wsab.blogspot.com">Wanita Sunda Antar Benua</a>. Kadang ikut <i>konperens</i> sore hari, berhaha-hihi dalam bahasa Sunda. Saling berkomentar di blog masing2, mengomentari tingkah polah junior2 kami yang <i>lutuna</i> seperti emak2nya <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Inong yang <a href="http://dapurbunda.blogspot.com">pintar memasak</a> juga menjadi moderator di salah satu <a href="http://blogfam.com">komunitas</a> yang gue ikuti.</p>
<p>Sampai <a href="http://bintangmatahari.blogsome.com/2006/08/30/ya-allah-sembuhkan-inong/">berita itu</a> datang lewat pesan dari <a href="http://blumenophi.blogspot.com">Ophi</a> di YM. Awalnya gue berharap pingsannya Inong hanya karena kelelahan, atau separah2nya anemia. Bukan sesuatu yang serius.</p>
<p>Tapi ternyata bukan. Bahkan di hari ulang tahun Syifa, anak keduanya, Inong <a href="http://bintangmatahari.blogsome.com/2006/08/31/artikel-tentang-inong/">tak juga bangun</a>. </p>
<p>Pagi ini, Inong <a href="http://bintangmatahari.blogsome.com/2006/08/31/update-inong/">dipanggil menghadapNya</a>. </p>
<p><i>Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa&#8217;afihaa wa&#8217;fuanhaa..<br />
Innalillaahi wa inna ilaihi raaji&#8217;uun&#8230;</i></p>
<p>Insya Allah sebuah akhir yang indah, walau mungkin berat untuk Haris, Zidan dan Syifa. Tabahkan mereka ya Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=167</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>patriotisme ala kamu</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=163</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=163#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2006 17:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>ilham</category>

		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Ini sudah bulan Agustus. Bulan yang tepat untuk membicarakan patriotisme di Indonesia, untuk dilupakan di sepanjang sebelas bulan yang lain.
Sinis? Ah, pernyataan gue di atas sih belum ada apa2nya dibanding pernyataan sarkasme bahwa dirinya nggak perlu patriotisme lagi, bahkan nggak perlu Indonesia lagi.
Benarkah, bahwa di jaman antara-merdeka-dan-tidak ini kita semakin jauh dari cinta dan bangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">I</span>ni sudah bulan Agustus. Bulan yang tepat untuk membicarakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Patriotism">patriotisme</a> di Indonesia, untuk dilupakan di sepanjang sebelas bulan yang lain.</p>
<p>Sinis? Ah, pernyataan gue di atas sih belum ada apa2nya dibanding pernyataan sarkasme bahwa dirinya nggak perlu patriotisme lagi, bahkan nggak perlu Indonesia lagi.</p>
<p>Benarkah, bahwa di jaman antara-merdeka-dan-tidak ini kita semakin jauh dari cinta dan bangga pada negara?</p>
<p><a id="more-163"></a></p>
<p>Mungkin kalau patriotisme diterjemahkan sebagai membela mati2an apapun yang berhubungan dengan negaranya, bisa jadi. Kalau patriotisme berarti menganggap negaranya superior tanpa alasan, bisa jadi. Kalau patriotisme adalah sinonim dari chauvinisme, bisa jadi. </p>
<p>Padahal patriotisme nggak harus seperti itu. </p>
<blockquote><p><i>You&#8217;re not supposed to be so blind with patriotism that you can&#8217;t face reality. Wrong is wrong no matter who does it or who says it.</i> - Malcom X</p>
<p><i>A patriot must always be ready to defend his country against his government</i> - Edward Abbey</p></blockquote>
<p><b>Jadi, apa wujud patriotisme kamu?</b> </p>
<p>Nggak usah muluk2, realistis, tapi masih patriotis. Sesuai kapasitas.</p>
<div class="shadow" style="float:right"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/patriotisme.jpg" alt="" /></div>
<p>Band <b>Cokelat</b> misalnya, <a href="http://cokelat.net/new/news/index.php?id=53">menyanyikan ulang</a> beberapa lagu2 nasional dalam album terbaru mereka, &#8220;Untukmu Indonesiaku&#8221;.<br />
Menjadi tidak &#8220;sakral&#8221; mungkin, tapi toh lagu2 itu bukan sesuatu yang harus disakralkan. Memberi warna baru untuk spirit lama yang belum basi.</p>
<p>Gue?</p>
<p>Berusaha memberikan yang terbaik saat bekerja. Secara akumulatif mungkin membuat Indonesia menjadi lebih baik.<br />
Emang bisa? Ya nggak tau, tapi nggak ada salahnya dicoba. Orang nggak bisa hidup tanpa mimpi <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berusaha menampilkan citra Indonesia dan orang Indonesia yang baik saat sedang di luar negeri. Sadar atau tidak, kita sering melakukannya. Dan setengah menuntut orang Indonesia lain melakukan yang sama. Buktinya saat negara kita tidak terwakili dengan maksimal dalam sebuah ajang keputrian, <a href"http://tonangardyanto.blogspot.com/2006/07/tentang-nadine-miss-indonesia.html">banyak yang mengkritik</a>.</p>
<p>Dan memang, kadang kita jadi lebih menghargai masakan di rumah saat sedang makan di rumah tetangga. Setidaknya ada <a href="http://jalankenangan.net/celoteh/?p=97">delapan hal di Indonesia</a>, termasuk <a href="http://bz.blogfam.com/bzforumania/arti_kemerdekaan_dan_apresiasi_1/">seni dan budaya</a>nya, yang cukup berarti buat gue. </p>
<p>Kamu?
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=163</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>piala dunia dalam kenangan</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=152</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=152#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2006 11:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>ilham</category>

		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Piala Dunia baru saja berakhir. Hampir semua orang punya kenangan tersendiri. Ada yang senang karena jagoannya menang. Banyak yang sedih karena menjagokan Jerman, Inggris, Belanda, Brasil, atau tim2 lain yang juga sudah ka laut. Ada yang tiba2 menjadi semangat membahas pertandingan, padahal nggak pernah nonton liga. Ada juga yang bete karena bosan semua orang membicarakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">P</span>iala Dunia baru saja berakhir. Hampir semua orang punya kenangan tersendiri. Ada yang <a href="http://ibeth-day2day.blogs.friendster.com/ibeth_day2day/2006/07/bravo_azzuri.html">senang</a> karena jagoannya menang. Banyak yang sedih karena menjagokan <a href="http://blumenophi.blogspot.com/2006_07_01_blumenophi_archive.html">Jerman</a>, <a href="http://susilo.typepad.com/nurani/2006/07/history_repeati.html">Inggris</a>, Belanda, Brasil, atau tim2 lain yang juga sudah <i>ka laut</i>. Ada yang tiba2 menjadi semangat membahas pertandingan, padahal nggak pernah nonton liga. Ada juga yang bete karena bosan semua orang membicarakan si kulit bundar, padahal dirinya sendiri sama sekali nggak suka bola.</p>
<p><a id="more-152"></a></p>
<div class="shadow" style="float:left"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/fifa_trophy.jpg" alt="FIFA World Cup Trophy"/></div>
<p>Gue sendiri nggak tertarik menjadi komentator dadakan di blog ini. Bukan bidang keahlian <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Usia yang makin menua (saaahh!!! <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) dan ketidaksiapan menanggung resiko mengantuk di pagi hari membuat gue seringkali melewatkan siaran pertandingan di televisi. Mengikuti perkembangan pemain2 baru dan lama pun sudah lama tak pernah lagi gue lakukan secara teratur. Ini agak berbeda dengan Piala Dunia (dan Piala Eropa) yang lalu2. </p>
<p>Piala Dunia pertama yang agak gue ingat adalah tahun 1982 di <a href="http://fifaworldcup.yahoo.com/06/en/p/pwc/1982.html">Spanyol</a>. Tentu saja gue belum ikut menonton, di umur gue yang belum genap tujuh tahun waktu itu. Gue hanya mendengar cerita2 Papa, yang memang pintar membuat sebuah cerita jadi menarik. Yang paling membekas di kepala adalah nama Paolo Rossi dan Michel Platini.</p>
<p>Tahun 1986 di <a href="http://fifaworldcup.yahoo.com/06/en/p/pwc/1986.html">Meksiko</a>, gue mulai lebih banyak &#8220;terlibat&#8221;. Karena mengoleksi album stiker Panini (ada yang masih ingat?  <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/think.gif' alt=':think:' class='wp-smiley' />  ) bertemakan Piala Dunia di negara yang waktu itu baru tertimpa bencana gempa besar, gue jadi banyak kenal pemain2 pada masa itu. Sebut saja Diego Maradona, Zico si &#8220;Pele Putih&#8221;, Rudi V&ouml;ller, dan Gary Lineker.</p>
<p>Tapi yang paling berkesan untuk gue adalah tahun 1990 di Italia. Perebutan piala dari emas 18 karat masif ini kebetulan bertepatan dengan liburan kelulusan SMP. Alhasil gue (dan adek) sering sekali bergadang bertiga dengan Papa. <a href="http://afsyuhud.blogspot.com/2006/07/why-everybody-loves-soccer.html">Magnet bola</a> sudah benar2 berhasil menarik gue, di saat virus <abbr title="Gila Bola">gibol</abbr> belum lagi menjangkiti anak2 perempuan seusia.<br />
Gue masih ingat bagaimana Salvatore Schilacci menjadi pahlawan bagi &#8220;Tim Berwajah Dewa&#8221; Italia. Dan bagaimana Tuhan &#8220;menitipkan&#8221; tangannya kepada Maradona di Perang Malvinas, semifinal Argentina melawan Inggris.<br />
Ini juga momen pertama gue jatuh cinta pada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paolo_Maldini">Mas Paolo</a>.</p>
<p>Tahun 1994 gue kembali sering absen menonton. Ketika itu gue sedang kerja praktik di Jerman, dan pertandingan yang diadakan di <a href="http://fifaworldcup.yahoo.com/06/en/p/pwc/1994.html">Amerika Serikat</a> ini berlangsung pada sore hari waktu Eropa Tengah. </p>
<p>Sebaliknya tahun 1998 saat diadakan di <a href="http://fifaworldcup.yahoo.com/06/en/p/pwc/1998.html">Perancis</a>, waktu pertandingan tentu cocok dengan jadwal harian. Apalagi ketika itu asrama banyak dihuni mahasiswa Perancis yang sangat ekspresif saat mendukung kesebelasan negaranya. Acara nonton bareng jadi nggak pernah sepi, dan Piala Dunia yang -lebih dari biasanya- diikuti 32 negara peserta ini sangat terasa gaungnya.<br />
Salah satu yang paling membekas adalah lagu tema Piala Dunia kali ini. Dibawakan oleh si seksi Ricky Martin sambil bergoyang pinggul <img src="http://jalankenangan.net/images/emoticons/dance.gif" alt="joged"/>.</p>
<blockquote><p><i>Here we go! Allez! Allez! Allez!<br />
Goal! Goal! Goal! Allez! Allez! Allez!</i></p></blockquote>
<div class="shadow" style="float:right"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/cannavaro.jpg" alt="FIFA World Cup Trophy"/></div>
<p>Saat Piala Dunia dilangsungkan di <a href="http://fifaworldcup.yahoo.com/06/en/p/pwc/2002.html">Korea dan Jepang</a> tahun 2002, jadwal menonton kembali <i>on-off</i>. Hanya pertandingan2 malamlah yang sempat tertonton.<br />
Harapan besar gue akan kemenangan Jerman di babak final, harus kandas di kaki pemain2 Brasil. </p>
<p>Seperti juga tahun ini, saat tim Italia membuyarkan angan gue dan jutaan pendukung Jerman lainnya. Tapi kemenangan pada perebutan posisi ketiga yang berlangsung di Stuttgart, stadion yang penuh kenangan untuk gue karena paling sering dikunjungi saat masih kuliah dulu, cukup menghibur.</p>
<p><i>Mein Herz wird immer f&uuml;r Euch klopfen <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . </i> Bukan begitu, <a href="http://agusset.wordpress.com/2006/07/04/jerman-akhirnya-kalah">Mas Agus</a>, <a href="http://journey.zeventina.com/?p=138">Teh Tina</a>, <a href="http://www.sepotongroti.de/blog/">Mbak Ita</a>, <a href="http://www.tristania-angina.com/blog/?p=310">Dewi</a>, <a href="http://blumenophi.blogspot.com/2006_07_01_blumenophi_archive.html">Ophi</a>, <a href="http://www.sterneamhimmel.de/wordpress/?p=139">Tira</a>? </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=152</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hari tanpa tembakau sedunia</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=144</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=144#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 May 2006 10:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>aktualita</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[
Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:

Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN.  Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center"><img src="http://wntd2006.priyadi.net/wntd2006-500x400.png" width="500" height="400" alt="Hari Tanpa Tembakau Sedunia" /></div>
<p>Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:</p>
<ol>
<li>Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN.  Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, <i>snuff</i>, rokok tanpa asap, cerutu&#8230; semuanya berbahaya.</li>
<li>Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. <i>Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced&#8230;</i>  semuanya berbahaya.  Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.</li>
<li>Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO  Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.</li>
</ol>
<p>Internet, 31 Mei 2006</p>
<p>Tertanda,</p>
<p>-Dharwiyanti-</p>
<div style="text-align:center">*****</div>
<p><i>I was not that clean.</i> Gue bisa berhenti dengan relatif mudah, tapi gue juga ga bisa menyederhanakan masalah bahwa semua orang pasti bisa berhenti semudah gue.</p>
<p>Dulu orang merokok sebagai simbol kejantanan dan kedewasaan. Tapi kayaknya masa2 itu udah lewat. Waria -jantan apanya- juga banyak yang merokok <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .<br />
Intinya sih, sekarang banyak orang mulai merokok bukan karena ingin dianggap jantan atau sudah dewasa. Kalau karena ingin dianggap gaul atau keren sih, mungkin masih sesuai  <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/think.gif' alt=':think:' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tapi ga cuma itu. Banyak saudara kita dari kelas menengah ke bawah, tetap lebih rela membakar rokok satu pak daripada membeli nasi Padang berikut rendang yang harganya kurang lebih sama.<br />
Karena rokok adalah katarsis bagi mereka. Candu yang membuat mereka lupa akan sulitnya hidup. Silakan pernyataan gue ini didebat <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sebagian besar perokok sadar akan ruginya merokok. Bahkan ada yang <a href="http://medon.or.id/31-05-2006/tembakau-berbahaya-dalam-bentuk-dan-samaran-apapun/" target="_blank">tetap mengkampanyekan</a> anti tembakau. Mungkin mereka belum menemukan <a href="http://andryshuzain.com/journal/air-conditioner-is-vital-for-smokers" target="_blank"><i>magic button</i></a> untuk menghentikan kebiasaan buruknya.</p>
<p>Buat mereka, dari <a href="http://www.linkinpark.com/" target="_blank">Linkin&#8217; Park</a>:</p>
<blockquote><p><i>I don&#8217;t know what&#8217;s worth fighting for<br />
Or why I have to scream<br />
But now I have some clarity<br />
to show you what I mean<br />
I don&#8217;t know how I got this way<br />
I&#8217;ll never be alright<br />
So, I&#8217;m breaking the habit</i></p>
<p>(Breaking The Habit)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=144</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
