<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.5" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>celoteh</title>
	<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh</link>
	<description>karena celoteh kemarin adalah untuk hari ini dan esok</description>
	<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 04:53:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>canting: tentang budaya yang tersisih dan semangat pembaruan</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=275</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=275#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 01:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>buku</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[ Canting oleh Arswendo Atmowiloto
Resensi seperti sudah pernah saya tulis di sini.
 dari 5 bintang
Buat saya, seorang Jawa yang tinggal di &#8216;negeri tetangga&#8217;, membaca Canting seperti belajar budaya leluhur. Banyak hal saya dapatkan dari buku ini, tentang bagaimana orang Jawa itu, setidaknya pada generasi di atas saya, dan ke atas2nya lagi.
Canting berkisah tentang dua generasi: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.goodreads.com/book/show/2090345.Canting?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"><img alt="Canting" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1210561934m/2090345.jpg" /></a> <a href="http://www.goodreads.com/book/show/2090345.Canting?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review">Canting</a> oleh <a href="http://www.goodreads.com/author/show/495195.Arswendo_Atmowiloto">Arswendo Atmowiloto</a></p>
<p>Resensi seperti sudah pernah saya tulis di <a href="http://www.goodreads.com/review/show/41942990?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review">sini</a>.</p>
<p><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="star" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="star" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="star" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="star" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="star" /> dari 5 bintang</p>
<p>Buat saya, seorang Jawa yang tinggal di &#8216;negeri tetangga&#8217;, membaca Canting seperti belajar budaya leluhur. Banyak hal saya dapatkan dari buku ini, tentang bagaimana orang Jawa itu, setidaknya pada generasi di atas saya, dan ke atas2nya lagi.</p>
<p><strong>Canting</strong> berkisah tentang dua generasi: Pak Bei alias <strong>Ngabehi Sestrokusuma</strong>, pemilik usaha batik merk Canting, dan putri bungsunya <strong>Ni</strong> alias Subandini Dewiputri Sestrokusuma. Keduanya punya semangat pemberontak, tapi implementasinya tentu berbeda2 sesuai jamannya masing2.</p>
<p><a id="more-275"></a><br />
Di awal buku dikisahkan tentang Pak Bei yang sangat feodal. Apa2 selalu dilayani oleh istri dan pegawai2nya. <strong>Bu Bei</strong> yang ternyata bekas buruh batik itu benar2 menyiapkan segala sesuatunya untuk Pak Bei, mulai dari air hangat untuk mandi, sampai menjual batik di Pasar Klewer. Sudah begitu, Pak Bei tinggal menikmati hidup, pergi bersosialisasi dengan teman2nya sesama priyayi, dan &#8220;tirakatan&#8221; Jumat Kliwon yang kadang diwarnai dengan judi dan perempuan. Belum lagi kesenjangan strata sosial antara priyayi dan buruh yang nggak terbayangkan pada jaman sekarang.</p>
<p>Bu Bei-lah sesungguhnya yang motor penggerak keluarga sekaligus motor penggerak usaha. Menjadi manajer produksi merangkap manajer pemasaran, juga manajer keuangan dan manajer sumber daya manusia. Saya jadi ingat gurauan Pakde saya saat peluncuran <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.goodreads.com/book/show/4894196.Aku_dan_Bedah_Saraf_Indonesia">bukunya</a> awal tahun lalu. Kata Pakde saya, selaku priyayi Solo, beliau memang kerjanya menekuni hobi, yaitu  membongkar pasang otak (maklum, dokter bedah saraf <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> ). Cari duit itu urusan duniawi, urusan istri. </p>
<p>Sungguhpun kesan pertama saya tentang Pak Bei kurang begitu baik, ternyata seiring berjalannya kisah, banyak hal2 baru yang saya ketahui darinya. Ternyata dibalik kegiatannya yang agak nggak jelas itu, Pak Bei sangat mengikuti berita terkini: mulai dari politik seputar Bung Karno dan nekolim, sampai urusan seni drama. Pemikiran2 Pak Bei pun banyak yang nggak lazim, bahkan progresif untuk jaman tahun 60-an itu. Walaupun tentunya, semua baru sebatas wacana, pandangan, belum sampai kepada sebuah pergerakan yang nyata. Modernitas Pak Bei masih berpadu kental dengan filosofi2 Jawanya.</p>
<p>Bagian berikutnya adalah giliran Ni menjadi lakon. Ni adalah satu2nya anak Pak Bei yang namanya menggunakan Sestrokusuma, karena konon Pak Bei sempat meragukan apakah Ni benar2 anaknya. Ni adalah satu2nya anak Pak Bei yang hidupnya nggak mengikuti pakem anak priyayi Jawa: <em>manut2</em> orang tua, dan pasti akan hidup enak. Ni adalah satu2nya anak Pak Bei yang mau mengurusi usaha batik Canting yang sudah tergusur  batik <em>printing</em>.</p>
<p>Plot kisahnya mungkin cenderung standar. Tapi muatan dialog2nya, terutama antara Pak Bei dan Ni, benar2 kaya akan perenungan. Bagaimana Pak Bei menjelaskan bahwa orang Jawa itu memang hakikatnya pasrah, tapi sekaligus menyemangati Ni untuk menjadi pembuka pintu perubahan. </p>
<p>Pada bagian akhir cerita, banyak hal dari masa lalu yang kemudian terungkap. Kelam, diselesaikan dengan tak adil menurut kacamata orang luar, namun dengan penuh pertimbangan oleh Pak Bei. Pak Bei pun menunjukkan bagaimana seorang priyayi di masa tuanya nggak hanya sekedar menjadi menara gading yang tak tersentuh, tapi juga menjadi mercu suar yang menerangi sekitarnya. </p>
<p>Akhir cerita memang terasa agak terburu2. Seperti ada yang tiba2 memencet tombol <em>Fast Forward</em> pada <em>tape recorder</em>. Tapi mungkin 20 halaman terakhir buku ini bisa dianggap sebagai sebuah epilog. Sekedar untuk menggambarkan kepada pembaca, bagaimana kira2 kelanjutan nasib keluarga Sestrokusuma. Karena kekuatan cerita ini memang bukan pada alurnya. <em>Ending</em>-nya bagaimana, bukan suatu hal yang penting lagi. Karena Canting sudah memperkaya pembacanya sejak awal.</p>
<p><a href="http://www.goodreads.com/review/list/1393377-Dharwiyanti?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review">Lihat semua resensi saya.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=275</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>buku harian nanny</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=272</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=272#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 09:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>buku</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[ Judul: Buku Harian Nanny (The Nanny Diaries) Penulis: Emma McLaughlin
  
My review

  Rating:  of 5 starsDitulis oleh dua orang mantan pengasuh anak (nanny) di New York, Buku Harian Nanny menjadi bukan sekedar ciklit biasa. Mengutip band Efek Rumah Kaca, buku ini bukan tentang &#8220;Cinta Melulu&#8221;. Bukan tentang sekedar keluh kesah seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.goodreads.com/book/show/2862208.Buku_Harian_Nanny?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"><img alt="Buku Harian Nanny (The Nanny Diaries)" border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1203483682m/2862208.jpg" /></a> Judul: <a href="http://www.goodreads.com/book/show/2862208.Buku_Harian_Nanny?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review">Buku Harian Nanny (The Nanny Diaries)</a><br /> Penulis: <a href="http://www.goodreads.com/author/show/9222.Emma_McLaughlin">Emma McLaughlin</a></p>
<p>  <a href="http://www.goodreads.com/review/show/43086078?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review"><br />
<h3>My review</h3>
<p></a><br />
  Rating: <img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="null" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="null" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="null" /> of 5 stars<br />Ditulis oleh dua orang mantan pengasuh anak (<em>nanny</em>) di New York, Buku Harian Nanny menjadi bukan sekedar ciklit biasa. Mengutip band Efek Rumah Kaca, buku ini bukan tentang &#8220;Cinta Melulu&#8221;. Bukan tentang sekedar keluh kesah seorang perempuan yang sibuk mencari kekasih.</p>
<p><strong>Nanny</strong>, seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu menjadi seorang <em>nanny</em> pada sebuah keluarga <strong>X</strong> yang termasuk warga elit New York. <em>Overworked, underpaid</em>. Betapa tidak, Nanny ternyata nggak hanya mengurusi <strong>Grayer</strong> yang berumur 4 tahun, tapi juga menjadi asisten Mrs.X.</p>
<p>Anak selucu dan secerdas Grayer ternyata harus mengalami nasib yang menyedihkan. Jadwal kegiatan yang ketat dan sejumlah aturan tak masuk akal lainnya. Kasih sayang orang tua yang hanya ditunjukkan lewat materi dan sekolah mahal. Ayah yang berselingkuh. Dan Ibu yang nggak bekerja, tapi tetap nggak pernah punya waktu untuknya.</p>
<p>Huhuhu, saya jadi membandingkan Naila (5 tahun) dengan Grayer, Bibi pengasuhnya dengan Nanny, dan diri saya sendiri dengan Mrs.X. Sepertinya, dan semoga saja, Naila masih jauh lebih beruntung daripada Grayer. Saya memang bekerja di luar rumah, tapi saat saya ada di rumah, toh saya selalu ada untuknya. Bibi yang kebetulan nggak menginap di rumah, semoga nggak merasa dibayar terlalu sedikit untuk pekerjaan yang terlalu banyak. </p>
<p>Di tengah kisruh rumah tangga X, situasi semakin nggak menguntungkan untuk Grayer, dan juga untuk Nanny. Tapi semakin sulit bagi Nanny untuk meninggalkan Grayer dalam kondisi seperti ini. Sayangnya dia seperti nggak punya nyali untuk memperjuangkan nasibnya, dan tentu juga nasib Grayer. Padahal pada usianya yang baru awal 20-an, biasanya darah muda masih berkobar, seperti kata Bang Haji Rhoma kan?</p>
<p>Akhir cerita ini masih menggantung, tapi masih <em>acceptable</em> buat saya. Mengharukan yang jelas, karena nasib Grayer ke depannya pun masih tanda tanya. Yang bikin bete, kok Nanny nggak jadi ngasih rekaman marah2-nya kepada Mrs.X. Padahal saya aja emosi..</p>
<p><a href="http://www.goodreads.com/review/list/1393377-Dharwiyanti?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review">View all my reviews.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=272</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>miracle make-up</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=269</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=269#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 03:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>fesyen</category>

		<category>buku</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Miracle Make-Up by Wawa Sugimurti
Penulis: Reni Kusumawardani
  
My review

Rating:  of 5 stars
Nama Wawa cukup tersohor sebagai seorang makeup artist senior di Indonesia. Pendidikan formalnya selaku insinyur sipil seakan mematahkan anggapan bahwa female engineers nggak suka dan nggak bisa dandan *curcol.com*.
Buku ini membahas rias wajah dari dasar. Memperkenalkan perbedaan, kegunaan, dan cara aplikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.goodreads.com/book/show/5983940.Miracle_Make_Up_by_Wawa_Sugimurti?utm_medium=api&amp;utm_source=blog_review" style="float: left; padding-right: 20px"><img alt="Miracle Make-Up by Wawa Sugimurti " border="0" src="http://photo.goodreads.com/books/1228815548m/5983940.jpg" /></a>Judul: <a href="http://www.goodreads.com/book/show/5983940.Miracle_Make_Up_by_Wawa_Sugimurti?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review">Miracle Make-Up by Wawa Sugimurti</a><br />
<br />Penulis: <a href="http://www.goodreads.com/author/show/2741794.Reni_Kusumawardani">Reni Kusumawardani</a></p>
<p>  <a href="http://www.goodreads.com/review/show/39732010?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review"></p>
<h3>My review</h3>
<p></a><br />
<br />Rating: <img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="null" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="null" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="null" /> of 5 stars<br />
<br />Nama Wawa cukup tersohor sebagai seorang <i>makeup artist</i> senior di Indonesia. Pendidikan formalnya selaku insinyur sipil seakan mematahkan anggapan bahwa <i>female engineers</i> nggak suka dan nggak bisa dandan *curcol.com*.</p>
<p>Buku ini membahas rias wajah dari dasar. Memperkenalkan perbedaan, kegunaan, dan cara aplikasi <i>foundation, concealer</i> dan bedak. Penjelasannya singkat tapi padat dan jelas. Mulai dari jenis <i>foundie</i> yang sebaiknya dipilih untuk jenis kulit tertentu, sampai bagaimana cara memilih warna yang tepat. </p>
<p>Kemudian masuk ke bagian paling seru dari tata rias wajah, yaitu riasan mata. Rias matalah yang paling membedakan riasan sehari2 dengan riasan pesta. Dari rias matanya pula kita bisa menilai, apakah seseorang cenderung berdandan konservatif, atau malah berani tampil beda. Sebagian besar contoh riasan diberikan ilustrasi <i>step-by-step</i>nya sehingga mudah diikuti.<br />
<br />
<a id="more-269"></a><br />
<br />Setelah dasar2 riasan mata dengan satu, dua dan tiga warna, Wawa menunjukkan berbagai contoh riasan. <i>Smokey eyes</i>, natural, romantis, dramatis, eksotis&#8230; Riasan2nya mudah ditiru dan pilihan warnanya dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, hehe&#8230; Berbeda dengan kesan saya saat membolak balik halaman kecantikan majalah2 wanita yang bikin saya mikir, <i>&#8220;Dandan kayak gitu, buat pergi ke mana sih jeuung?&#8221;</i>. </p>
<p>Ada satu dua yang menurut saya <i>too much</i>, misalnya merias mata dengan beberapa warna saat mengenakan lipstik merah. Saya sih, cenderung merias mata dengan minimalis kalau bibir sudah pakai lipstik merah jreng jreng&#8230;</p>
<p>Wawa juga memberikan contoh2 tata rias untuk setiap usia, mulai dari 20-an sampai 50-an. Juga saran2 untuk kasus2 khusus, misalnya berkacamata, berkerudung, atau memiliki kantung mata.</p>
<p>Sayangnya masih ada beberapa petunjuk yang tidak berilustrasi. Misalnya cara mengaplikasikan bedak <i>bronzer</i> untuk <i>shading</i> alias menyempurnakan kontur wajah. Padahal <i>bronzer</i> seringkali muncul sebagai kosmetik yang digunakan pada berbagai tata rias dalam buku ini.</p>
<p>Mungkin karena buku ini ditujukan untuk pemula, masih banyak hal yang belum terangkat tuntas. Misalnya bagaimana membentuk alis sesuai bentuk wajah, penggunaan <i>primer</i> sebagai alas tata rias, penggunaan <i>eyeshadow base</i>, dan sebagainya.</p>
<p>Oh ya, salah satu nilai positif buku ini adalah harganya yang nggak terlalu mahal. Bandingkan dengan buku tata rias Gusnaldi yang harganya dua kali lipatnya <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . </p>
<p><a href="http://www.goodreads.com/review/list/1393377?utm_medium=api&#038;utm_source=blog_review">View all my reviews.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=269</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>mbeeek!!!!!</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=256</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=256#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>keseharian</category>

		<category>film</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Anggaplah gue mengembik barusan sebagai tanda kehidupan di blog ini. Hehehe&#8230;
Banyak yang ingin gue ceritakan di blog ini sebetulnya. Diawali dengan batuk2nya Naila yang hampir sebulan lebih. TBC jelas bukan, karena tes Mantoux menyatakan negatif. Kemungkinan ada infeksi yang lalu memicu asmanya, yang diwarisi dari emaknya ini. Alhamdulillaah, setelah terapi obat dan beberapa kali fisioterapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="first">A</span>nggaplah gue mengembik barusan sebagai tanda kehidupan di blog ini. Hehehe&#8230;</p>
<p>Banyak yang ingin gue ceritakan di blog ini sebetulnya. Diawali dengan batuk2nya Naila yang hampir sebulan lebih. TBC jelas bukan, karena tes <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mantoux">Mantoux</a> menyatakan negatif. Kemungkinan ada infeksi yang lalu memicu asmanya, yang diwarisi dari emaknya ini. Alhamdulillaah, setelah terapi obat dan beberapa kali fisioterapi di <a href="http://www.bandungadventisthospital.com">RS Advent</a>, yang terdiri dari penguapan (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nebulizer">nebulizer</a>), penyinaran dengan lampu merah serta pijat, batuknya jauh berkurang.</p>
<p>Terus, kenapa mengembik?</p>
<p>Gue dan teman2 sedang tergila2 pada <a href="http://www.shaunthesheep.com">Shaun The Sheep</a>. Naila sih sudah sejak lama suka dengan gerombolan domba ini. Apalagi dengan si <strong>Shaun</strong>, yang menurut Naila, <em>&#8220;Itu loh, yang paling kurus tapi pintar!&#8221;</em> Juga dengan <strong>Timmy</strong>, si bayi domba yang kadang masih suka ngempeng, <em>&#8220;Itu seperti Neng ya!&#8221;</em> <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .<br />
<a id="more-256"></a></p>
<p>Tapi film animasi berdurasi 15 menitan ini memang lucu kok. Ceritanya berkisar tentang sebuah tanah pertanian dengan seorang petani, seekor anjing gembala bernama <strong>Bitzer</strong>, segerombolan domba, ayam, bebek, dan sejenisnya. Juga para tokoh antagonis, para babi dari tanah pertanian sebelah <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Nggak heran kan kalau teman2 gue, usia 30 tahunan, juga ikut kena demam Shaun. Apalagi setelah <a href="http://notesofmine.blogsome.com">Mas Ari</a> men-supply banyak episode hasil donlotan dari kampusnya. Contoh salah satu episodenya bisa dilihat di sini. Sisanya bisa dicari di <a href="http://www.youtube.com">YouTube</a>. Semoga nggak diblokir lagi <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/BmhyBQalRp8&#038;hl=en"></param>
<param name="wmode" value="transparent"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/BmhyBQalRp8&#038;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></object>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=256</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>cinta andromeda</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=233</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=233#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 07:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>buku</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[
 Judul: Cinta Andromeda
Penulis: Tria Barmawi
Penerbit: Gramedia, 2007

Science fiction Indonesia? Larilah pada Tria Barmawi. Setelah Lost in Teleporter, Tria kembali menghadirkan novel bergenre ini. Tepatnya, perpaduan antara chicklit dan science fiction. 
Cinta Andromeda berkisah tentang Salsabila, seorang gadis yang manis, cerdas tapi polos. Bagi Salsa, Andromeda adalah laki2 yang persis seperti idamannya selama ini. Ganteng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="shadow" style="float:left"><img src="http://www.jalankenangan.net/images/buku/cintaandromeda.jpg" alt="Cinta Andromeda" /></div>
<p> Judul: Cinta Andromeda<br />
Penulis: Tria Barmawi<br />
Penerbit: Gramedia, 2007</p>
<p><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /></p>
<p><em><span class="first">S</span>cience fiction</em> Indonesia? Larilah pada <a href="http://triabarmawi.multiply.com">Tria Barmawi</a>. Setelah Lost in Teleporter, Tria kembali menghadirkan novel bergenre ini. Tepatnya, perpaduan antara <em>chicklit</em> dan <em>science fiction</em>. </p>
<p>Cinta Andromeda berkisah tentang Salsabila, seorang gadis yang manis, cerdas tapi polos. Bagi Salsa, Andromeda adalah laki2 yang persis seperti idamannya selama ini. Ganteng (ya iyalah), sangat cerdas, sopan dan <em>gentleman</em>, dan nggak pernah lirik2 perempuan lain. Tanpa menyadari bahwa sosok seperti itu tentunya hanya ada dalam dongeng, hampir mustahil ditemui pada manusia biasa. Dan memang, Andro ternyata adalah humanoid alias robot yang menyerupai manusia.</p>
<p><a id="more-233"></a><br />
Cerita ini bersetting Indonesia tahun 2070. Di mana teknologi sudah memungkinkan robot memiliki kemampuan belajar yang sangat tinggi sehingga bisa memiliki emosi dan ekspresi wajah yang natural. Andromeda adalah hasil pengembangan Nunoid Project dari Vinidici Technology, sebuah perusahaan nasional, yang diharapkan mampu menjadi robot yang memiliki emosi yang sangat natural, mampu mencintai dan dicintai. Oleh karena itu ia di&#8217;lepas&#8217; ke alam nyata untuk berinteraksi secara intens dengan manusia, agar dapat mempelajari itu semua.</p>
<p>Wina, sahabat Salsa yang berprofesi sebagai jurnalis, mulai mencium ketidakberesan pada sosok Andro. Penyelidikan2 Wina ternyata diketahui oleh <em>supervisor</em> tim Nunoid Project, Harrison. Khawatir proyeknya terancam, Harrison pun melakukan tindakan2 yang mengancam nyawa Wina.</p>
<p>Keadaan semakin pelik ketika sebuah perusahaan robot terkenal, Robotech Corporation tertarik untuk berinvestasi membiayai Nunoid Project lebih lanjut. Mereka menginginkan Andromeda nggak hanya bisa mencintai, tapi juga bisa berkeluarga dan memiliki anak. Tim lalu mengatur skenario agar Salsa menikah dengan Andromeda. Andromeda diprogram agar bisa berhubungan suami-istri dan memiliki anak dengan sperma dari bank sperma. </p>
<p>Untuk Erik, salah seorang anggota tim, rencana itu sudah melewati batas. <em>It&#8217;s getting way too much</em>. Tim Nunoid Project menjadi pecah karena sebagian setuju dengan Erik untuk menyelamatkan Salsa dari rencana itu. Tapi Harrison tentu nggak tinggal diam. </p>
<p><span class="first">T</span>ria lagi2 berhasil meenyatukan cerita cinta dengan teknologi, dibumbui dialog kocak di sana sini, dan membawa sebuah pesan moral. Nggak terlalu membuat kening berkerut, tapi tetap memiliki nuansa sains dan teknologi yang kuat, khususnya <em>software development, where I feel like home</em> <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Di tengah banyaknya novel2 cinta, Cinta Andromeda bisa menjadi pilihan. Sayangnya untuk selera pribadi gue, akhir ceritanya dan kurang menggigit. Terlalu dipaksakan agar <em>everybody&#8217;s happy</em>, gitu.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=233</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>travelers&#8217; tale</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=227</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=227#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2007 02:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>buku</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[
 Judul: Travelers&#8217;Tale
Penulis: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidayat, Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media, 2007

Bayangkan empat orang dengan empat karakter dan empat latar belakang yang berbeda. Bersahabat sejak kecil hingga usia tigapuluhan, dan membentuk rantai cinta yang pelik: Jusuf mencintai Farah, Farah mencintai Francis, Francis mencintai Retno. Sebelum kamu terlanjur membayangkan terlalu jauh, untungnya nggak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="shadow" style="float:left"><img src="http://www.jalankenangan.net/images/buku/travelerstale.jpg" alt="Travelers' Tale" /></div>
<p> Judul: Travelers&#8217;Tale<br />
Penulis: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidayat, Ninit Yunita<br />
Penerbit: Gagas Media, 2007</p>
<p><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /></p>
<p><span class="first">B</span>ayangkan empat orang dengan empat karakter dan empat latar belakang yang berbeda. Bersahabat sejak kecil hingga usia tigapuluhan, dan membentuk rantai cinta yang pelik: Jusuf mencintai Farah, Farah mencintai Francis, Francis mencintai Retno. Sebelum kamu terlanjur membayangkan terlalu jauh, untungnya nggak ada <em>loopback</em> Retno memendam cinta pada Jusuf <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Keempat sahabat itu kemudian bekerja di empat benua yang berbeda. Dunia masih aman dan damai sampai Fracis mengirimkan email undangan pernikahannya dengan seorang gadis Barcelona. Retno datang dari utara. Farah dari timur, dan Jusuf dari selatan untuk dengan tujuannya masing2. Persamaan dari semuanya adalah keterbatasan dana dan semangat petualangan <em>backpacker</em>.</p>
<p><a id="more-227"></a><br />
Buku ini ditulis oleh empat orang, di mana setiap penulis bertugas menghidupkan satu karakter sekaligus mengisahkan perjalanan karakter tersebut. Cerita dipenggal2 sedemikian rupa, sehingga setiap bab merupakan cerita dari tokoh yang berbeda. Sekilas terkesan membingungkan, tapi di tangan keempat penulis buku ini, malah jadi mengasyikkan. Istilah <a href="http://www.perspektif.net">Wimar Witoelar</a> dalam kata pengantar novel ini, kita seperti berada di atas karpet terbang. Atau mungkin seperti meminjam Pintu Ke Mana Saja milik Doraemon <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tokoh2nya pun cukup solid. Retno yang kalem, tapi bisa keluar ide2 anehnya saat bersama Francis (ini <a href="http://www.istribawel.com">Ninit</a> ya?). Farah yang spontan (<a href="http://aalayaa.tripod.com">Alaya</a>?). Jusuf yang gila, walaupun nggak seabsurd tokoh2 rekaan <a href="http://www.suamigila.com">Adhitya Mulya</a> lainnya (kecuali soal tanpa celana itu ya <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Sayangnya kok gue kurang bisa mendapatkan karakter Francis secara utuh ya (<a href="http://kacamatasaya.blogspot.com">Iman</a>?).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span class="first">W</span>alaupun kadang gue merasa penggambaran kota2 yang dilewati masih kurang, <em>Travelers&#8217; Tale</em> berhasil membuat orang tergiur untuk berwisata murah. Menjadi seorang <em>traveler</em> yang berbelanja pengalaman di negara orang, bukan hanya menjadi <em>tourist</em> yang berbelanja barang. <em>Travelers&#8217; Tale</em> juga berhasil menawarkan konsep bercerita yang segar karena dan nggak membosankan karena, ya itu tadi, diceritakan bergantian. <em>Travelers&#8217; Tale</em> berhasil menggambarkan indahnya pelangi persahabatan antar sukubangsa atau ras. Dan <em>Travelers&#8217; Tale</em> (baca: Jusuf) berhasil membuat gue ketawa2 sendiri di jam istirahat kantor seperti orang kesambet. </p>
<p>Akhir cerita yang nggak 100% <em>happy ending</em> malah memuaskan gue. Menyisakan satu pertanyaan yang menggantung, justru menjadi realistis, dan membuat gue <em>ngelangut</em>. </p>
<p>Intinya buku ini sangat direkomendasikan deh! Terutama untuk penikmat novel cinta yang nggak mendayu2, dan untuk yang suka atau bercita2 untuk bisa <em>traveling</em> ke berbagai negara. </p>
<p>Tapi, judulnya kenapa harus &#8220;Belok Kanan&#8221; sih? <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=227</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>music and lyrics - sebuah tim berbasis cinta</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=211</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=211#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2007 02:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>film</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Pemain: Hugh Grant, Drew Barrymore
Sutradara/Skenario: Marc Lawrence
Genre: komedi romantis

Alex Fletcher (Hugh Grant) pernah menjadi pujaan di panggung musik  pop dunia pada tahun delapanpuluhan bersama bandnya, PoP! yang terkesan parodi dari Wham!. Setelah perpecahan bandnya, Alex hanya menjadi penyanyi di event2 lokal. Penggemarnya tinggallah penggemarnya di masa muda dulu, yang sekarang tentunya sudah menjadi ibu2. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemain: Hugh Grant, Drew Barrymore<br />
<br />Sutradara/Skenario: Marc Lawrence<br />
<br />Genre: komedi romantis</p>
<p><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /></p>
<p><span class="first">A</span>lex Fletcher (Hugh Grant) pernah menjadi pujaan di panggung musik  pop dunia pada tahun <a href="http://lapanpuluhan.blogspot.com">delapanpuluhan</a> bersama bandnya, PoP! yang terkesan parodi dari Wham!. Setelah perpecahan bandnya, Alex hanya menjadi penyanyi di <em>event2</em> lokal. Penggemarnya tinggallah penggemarnya di masa muda dulu, yang sekarang tentunya sudah menjadi ibu2. Menulis lagu pun Alex nggak lagi percaya diri, karena ia kehilangan penulis liriknya di PoP! dulu.</p>
<p><a id="more-211"></a></p>
<div class="shadow" style="float:left"><img src="http://www.jalankenangan.net/images/blog/music_and_lyrics.jpg" alt="Music &#038; Lyrics" /></div>
<p>Siapa mengira, seorang artis muda yang superseksi dan superterkenal, Cora Corman (Haley Bennett) adalah seorang pengagum Alex sejak masa balita. Cora meminta Alex untuk menulis  sebuah lagu yang nantinya akan dibawakan bersama. Tapi, waktu yang diberikan Cora hanya lima hari. Bukan hal mudah untuk Alex, yang sudah lama nggak menulis lagu. Apalagi ia harus mencari seseorang untuk membuat liriknya.</p>
<p>Saat Alex sedang mencari inspirasi, Sophie Fisher (Drew Barrymore), perawat tanaman di apartemennya, tiba2 meluncurkan kalimat2 indah dan berima. Alex dan Sophie bekerja siang malam menggubah lagu sesuai pesanan Cora, &#8220;Way Back Into Love&#8221; (bisa diunduh di <a href="http://laineylashes.multiply.com/music/item/107">sini</a>).</p>
<p><span class="first">K</span>ata orang Jawa, <em>witing tresno jalaran ora ono sing liyo</em>. Ralat, <em>witing tresno jalaran soko kulino</em> <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Anak sekarang menyebutnya <abbr title="cinta lokasi">cin-lok</abbr>. Alex dan Sophie nggak hanya menjadi tim dalam menulis lagu, tapi juga menjadi pasangan cinta.</p>
<p>Perbedaan pendapat muncul saat Cora yang terobsesi pada goyangan sensual, meminta lagu itu diubah menjadi berirama <em>dance</em>. Cinta Sophie pada karyanya membuatnya nggak rela karyanya itu kehilangan makna dan &#8220;jiwa&#8221;. Tapi Alex pasrah saja, yang penting ia bisa kembali eksis.</p>
<p><iframe src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=celosepajalak-20&#038;o=1&#038;p=8&#038;l=as1&#038;asins=B000OYC7PS&#038;fc1=000000&#038;IS2=1&#038;lt1=_blank&#038;lc1=FF6600&#038;bc1=000000&#038;bg1=FFFFFF&#038;f=ifr" style="width:120px;height:240px;float:right;margin-left:10px;" scrolling="no" marginwidth="0" marginheight="0" frameborder="0"></iframe>Cinta memang mempererat kerja sama mereka. Tapi apakah cinta mereka bisa mengatasi perbedaan pendapat dalam tim? Dan saat tim terpecah, apakah cinta pun masih bisa bertahan?</p>
<p><span class="first">D</span>irilis di Amerika Serikat tepat pada hari Valentine, film komedi romantis ini memang cocok untuk mereka yang sedang mencari hiburan ringan. Sayangnya Alex yang dikisahkan sebagai orang Amerika, masih memiliki aksen Inggris yang kental. Dan <em>chemistry</em> antara Hugh Grant dan Drew Barrymore, entah kenapa kurang terasa. Walaupun begitu, cela2an konyol antara Alex dan Sophie, goyang pinggul Alex yang agak norak, lagu2 PoP! yang yang <em>eighties banget</em>, lumayan <em>bikin</em> ketawa. Apalagi buat generasi <abbr title="Setengah TuWa">STW</abbr> macam gue, yang pernah menjadi ABG di masa kejayaan <a href="http://lapanpuluhan.blogspot.com">delapanpuluhan</a>. </p>
<p>Pertanyaan terakhir yang tersisa di benak gue adalah, <strong><em>mixing business with love, do or don&#8217;t?</em></strong> <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=211</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>four seasons in belgium</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=210</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=210#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2007 03:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>buku</category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[
 Judul: Four Seasons in Belgium
Penulis: Fanny Hartanti
Penerbit: Gramedia, Juli 2006

Semakin tua, orang punya kecenderungan untuk bernostalgia. Begitu juga gue, yang kemarin tiba2 bernostalgia tentang masa2 kuliah dan kerja di sebuah negara empat musim. Semua karena mata gue tertumbuk pada sebuah buku karya Fanny Hartanti, Four Seasons in Belgium.
Cerita ini berkisah tentang Andin, seorang perempuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="shadow" style="float:left"><img src="http://www.jalankenangan.net/images/blog/fourseasons.jpg" alt="Four Seasons in Belgium" /></div>
<p> Judul: Four Seasons in Belgium<br />
Penulis: Fanny Hartanti<br />
Penerbit: Gramedia, Juli 2006</p>
<p><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /></p>
<p>Semakin tua, orang punya kecenderungan untuk bernostalgia. Begitu juga gue, yang kemarin tiba2 bernostalgia tentang masa2 kuliah dan kerja di sebuah negara empat musim. Semua karena mata gue tertumbuk pada sebuah buku karya <a href="http://inifanny.blogs.friendster.com/my_blog/">Fanny Hartanti</a>, <strong>Four Seasons in Belgium</strong>.</p>
<p>Cerita ini berkisah tentang Andin, seorang perempuan tipikal <em>chicklit</em>: muda, cantik, cerdas, memiliki karir yang menjanjikan dan tentunya penghasilan lumayan, mandiri, hobi belanja dan baca majalah Cosmopolitan, serta punya gaya hidup yang lumayan &#8220;bebas&#8221;. Ah, kamu pasti mengerti maksud gue <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/tongue.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a id="more-210"></a><br />
<span class="first">A</span>ndin bekerja mati2an pada perusahaan tempatnya bekerja, agar dapat ditransfer ke Belgia. Tentunya bukan karena Belgia punya bir dan <em>praline</em> terbaik di dunia, tapi karena pacarnya tinggal di sana. Dave, yang tidak &#8220;menghamba&#8221; kepada Andin seperti mantan2 terdahulunya, tapi bisa membuat Andin jungkir balik makan cinta.</p>
<p>Dave jugalah yang membuat Andin dihadapkan pada sebuah pilihan pahit. Andin hamil. Dan reaksi Dave adalah tidak mau ikut terlibat. Nggak hanya dalam masalah kehamilan, tapi juga dengan Andin. Dengan kata lain, mereka putus, karena Dave lebih memilih berkonsentrasi pada pekerjaannya, menjalankan segudang rencananya, di mana seorang anak nggak termasuk di dalamnya.</p>
<p>Apakah Andin memilih aborsi, yang dilegalkan sampai janin berusia sepuluh minggu? Atau Andin memilih menjalani kandungannya seorang diri? Apakah kehadiran seorang anak yang tidak direncanakan, saat sedang mengejar karir, mengejar mimpi di negeri orang, sanggup dihadapinya? Ini adalah sebuah tantangan besar bagi seorang perempuan tipikal <em>chicklit</em> untuk membuktikan bahwa dirinya memang cerdas dan mandiri. </p>
<p>Untunglah, Andin punya sahabat yang nggak pernah meninggalkannya terpuruk sendirian. Lala, seniornya asal Indonesia, yang ternyata menyimpan masalah pribadi yang cukup pelik. Juga Nick, yang dikenalnya pada hari pertamanya di Belgia. Mereka selalu siap memberikan dukungan pada setiap keputusan Andin dan mendampinginya di saat2 tersulit sekalipun. Sehingga walaupun Andin sebenarnya membutuhkan kehadiran Ayah dari janin yang dikandungnya, ia nggak merasa perlu menuntut dan memaksa Dave bertanggung jawab.</p>
<p>Hidup ini memang sekumpulan pilihan. Apa yang dipilih Andin saat Dave meminta kesempatan kedua, dan di saat yang sama Nick menyatakan cintanya? Kali ini Andin harus memilih nggak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk anaknya.</p>
<p><span class="first">A</span>lur cerita berjalan dengan cepat. Gue langsung melayang ke masa muda <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , saat harus mencari apartemen, atau malah saat mengunjungi Belgia dengan ngirit-mode ON bersama dua orang teman dulu. Beramai2 ke Paris atau Amsterdam, dengan motto &#8220;biar murah asal jalan2&#8243;. Sesekali <em>keluar malam</em> bersama teman2 kuliah. Atau malah sebelumnya, saat gue terkaget2 bahwa hari Minggu nggak ada toko yang buka, saat gue bete karena setiap kali keluar rumah harus pakai <em>coat</em> walaupun hanya untuk ke Penny Markt dekat rumah membeli sekotak sari jeruk.</p>
<p><em>Ah, beneran, gue emang udah tua!</em></p>
<p>Sebuah karya yang oke untuk mengawali karir menulis Fanny Hartanti. Ringan untuk dinikmati khas <em>chicklit</em>, dengan gaya bahasa yang renyah, akrab tapi nggak <em>ngasal</em>. Masih menyisakan beberapa pertanyaan di akhir cerita, misalnya bagaimana reaksi keluarga Andin terhadap kehamilannya. Tapi mungkin memang fokus cerita ini nggak di situ.</p>
<p>Satu catatan gue, sebenarnya judul novel ini bisa saja menggunakan bahasa Indonesia, tanpa mengurangi maknanya. Tapi mungkin Fanny, editornya, dan penerbitnya, punya pendapat lain.</p>
<p>Terakhir, manusia itu gudangnya salah dan lupa. Termasuk lupa minum pil kontrasepsi. Sepertinya sih, <em>safe sex is no sex</em>, wakakakakaka&#8230;  <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/laugh.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><em>Oh ya, kenapa gue sudah lama nggak menulis di sini? Bukan, bukan sedang menulis novel kok  <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/laugh.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> . Nanti saja ya ceritanya, di posting berikutnya.</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=210</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>the duck king</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=169</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=169#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2006 10:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>kuliner</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu gue dan Abang makan malam di restoran The Duck King di Pondok Indah Mall II. Selain karena disarankan oleh beberapa teman, resto yang terbilang penuh membuat gue tertarik untuk mencoba. &#8220;Pilihan umat&#8221; biasanya ga salah2 amat kan, seperti juga Bread Talk atau donat J-Co  .
Makanan
Pilihan makanan di sini lumayan banyak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:times;font-weight:bold;font-size:80px;line-height:60px;float:left;">D</span>ua hari yang lalu gue dan Abang makan malam di restoran <b>The Duck King</b> di Pondok Indah Mall II. Selain karena disarankan oleh beberapa teman, resto yang terbilang penuh membuat gue tertarik untuk mencoba. &#8220;Pilihan umat&#8221; biasanya ga salah2 amat kan, seperti juga Bread Talk atau donat J-Co <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><b>Makanan</b></p>
<p>Pilihan makanan di sini lumayan banyak. Dan nggak cuma bebek lho, makanya Abang yang notabene ga terlalu suka bebek pun mau diajak ke sini <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Beberapa jenis sup dan salad dengan hasil laut bisa dijadikan pilihan untuk makanan pembuka. </p>
<p><a id="more-169"></a><br />
Lalu ada menu untuk <i>makan tengah</i>, yaitu hasil laut (ikan, kerang, kepiting, udang pancet, dll) yang dihargai dari beratnya, dan beberapa hidangan bebek. Untuk beberapa jenis memang ga terlalu mahal juga sih untuk ukuran resto kelas menengah di Jakarta, misalnya setengah bebek Peking dihargai sekitar 90 ribu rupiah. Tapi hasil laut terutama udangnya memang cukup mahal.</p>
<p>Sebagai pelengkap ada dim sum, <i>rice roll</i> dan goreng2an sebangsa pangsit atau cakwe. Belum lagi tumis2an sayur dan masakan sapo yang beragam.</p>
<div style="float:left;align:center">
<div class="shadow"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/duckking.jpg" alt="Menu di Duck King" /></div>
<p><i>Menu di Duck King</i></div>
<p>Yang jenis <i>one-dish</i> ada tak kurang dari 100 macam. Mulai dari nasi dengan panggang2an (<i>barbecued</i>): bebek, ayam, burung dara dan sapi. Lalu ada berbagai macam bubur, baik dengan hasil laut, ayam, sapi, bahkan telur pitan. Juga nasi, mie, kwetiaw dan bihun goreng dengan berbagai campuran isi. </p>
<p>Abang memesan sup jagung dengan kepiting, <i>endang bambang</i>!!!! Katanya sih, salad yang <i>recommended</i> adalah salad udangnya.<br />
Tapi pesanan gue, <i>one-dish</i> bebek panggang dengan nasi Hainan, kok agak mengecewakan ya. OK, bebeknya lumayan empuk, kulitnya renyah, nasinya juga gurih dan hangat. Tapi bebeknya dingin! Dan cuma ditambahi dua iris timun plus satu iris tomat, yang menurut gue lebih cocok dibilang hiasan dibanding sayuran pelengkap. Mungkin ini trik supaya kita pesan ekstra tumis sayuran ya <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Hidangan penutupnya menarik banget! Mau buah segar atau olahan seperti es jeruk dengan sereh? Atau mau pudding2an seperti pudding kopi? Atau yang eksotis seperti mochi dan durian goreng?<br />
Kita menjatuhkan pilihan pada durian goreng istimewa. Enak banget! Duriannya manis banget (ditambah gula ga ya? <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/grin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ), dihaluskan lalu dibungkus sejenis kulit lumpia tipis dan tepung yang membuat renyah setelah digoreng. <i>Yummy!</i></p>
<p>Minuman sih standar ya, jus2an, minuman soda, teh Cina &#038; Jepang. Yang istimewa mungkin jus kiatra, katanya sejenis buah yang agak asam gitu. Tapi gue kemarin sedang ga <i>mood</i> mencoba.</p>
<p><b>&#8220;Gang Senggol&#8221;</b></p>
<p>Suasana resto ini cukup nyaman, pelayan2nya cepat tanggap walaupun restonya ramai banget. Sayang mejanya terlalu kecil untuk resto yang menyediakan pilihan sebegitu variatif. Plus, jarak antar mejanya terlalu sempit seperti &#8220;gang senggol&#8221; <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Yang agak aneh adalah ternyata <i>welcome snack</i>nya harus bayar. Sejenis dendeng ikan yang garing banget dan lumayan enak. Cuma 5000 perak sih, tapi menurut gue aneh untuk ukuran resto yang harga makanannya sendiri berlipat2 dari itu. </p>
<p>Kesimpulannya? Gue masih rekomendasikan sih, walaupun terus terang agak <i>overrated</i> untuk bisa jadi selaris itu.</p>
<p><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><br />
<img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><br />
<img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=169</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kabhi Alvida Naa Kehna (Never Say Goodbye)</title>
		<link>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=166</link>
		<comments>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?p=166#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2006 01:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		
		<category>resensi</category>

		<category>film</category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalankenangan.net/celoteh/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Never say &#8216;goodbye&#8217;, say &#8216;until we meet again&#8217;..
Pemain: Shahrukh Khan, Rani Mukherjee, Abishek Bachchan, Preity Zinta
Sutradara/Skenario: Karan Johar
Genre: drama


Maya: &#8220;Bagaimana kalau cinta sejatiku datang setelah aku menikah?&#8221;
Dev: &#8220;Ia tidak akan datang kalau kau tidak mencarinya.&#8221; 
Percakapan di atas terjadi antara Dev Saran (Shahrukh Khan), dengan Maya (Rani Mukherjee) pada hari pernikahannya dengan Rishi Talwar (Abishek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><i>Never say &#8216;goodbye&#8217;, say &#8216;until we meet again&#8217;..</i></b></p>
<p>Pemain: Shahrukh Khan, Rani Mukherjee, Abishek Bachchan, Preity Zinta<br />
<br />Sutradara/Skenario: Karan Johar<br />
<br />Genre: drama</p>
<p><img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /><br />
<img src="http://www.jalankenangan.net/images/star.gif" alt="bintang" /></p>
<blockquote><p><b>Maya</b>: <i>&#8220;Bagaimana kalau cinta sejatiku datang setelah aku menikah?&#8221;</i></p>
<p><b>Dev</b>: &#8220;<i>Ia tidak akan datang kalau kau tidak mencarinya.&#8221;</i> </p></blockquote>
<p>Percakapan di atas terjadi antara Dev Saran (<b>Shahrukh Khan</b>), dengan Maya (<b>Rani Mukherjee</b>) pada hari pernikahannya dengan Rishi Talwar (<b>Abishek Bachchan</b>). Seperti orang bijak sering berkata, bahwa tidak ada pernikahan antara dua orang yang benar2 cocok, yang ada hanyalah dicocok2an. Mungkin tidak seekstrem itu, tetapi intinya, kita sendirilah yang harus berusaha agar ikatan pernikahan itu abadi. Saling menyesuaikan diri dan berkomunikasi. Tidak perlu mencari2 cinta setelah pernikahan, apalagi karena alasan ketidakcocokan.</p>
<div class="blogimg" style="float:left"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/kank2.jpg"  /><br />
Rhea dan Dev</div>
<p>Karir Dev, suami Rhea (<b>Preity Zinta</b>) sebagai pemain sepakbola terhenti setelah sebuah kecelakaan yang mengakibatkan kakinya cacat. Rhea yang bekerja pada redaksi majalah mode, menjadi pencari nafkah utama dalam keluarganya. Kegagalan dirinya, ditambah dengan kesuksesan karir Rhea, membuat sifat pemarah Dev menjadi2. Kehidupan pernikahan mereka hambar.</p>
<p>Sementara Maya yang tak pernah benar2 mencintai Rishi, juga tidak bahagia dalam pernikahannya. Sifat guru taman kanak2 yang sangat teratur, kalem dan anti-pesta ini, sangat berkebalikan dengan suaminya yang dibesarkan seorang Ayah yang hedonis. Padahal Rishi sangat mencintai Maya, walaupun Maya tak bisa memberinya anak. Maya dan Rishi pun seakan menemui jalan buntu dalam komunikasi.</p>
<p><a id="more-166"></a><br />
Berawal dari perasaan senasib saat pasangan masing2 begitu menikmati pesta, Maya dan Dev menjadi akrab. Keduanya bertukar saran untuk memperbaiki kehidupan pernikahan masing2. Agar Maya bersikap lebih sensual terhadap suaminya, dan Dev lebih romantis terhadap istrinya.</p>
<p>Ternyata malah mereka menemukan kecocokan. Cinta datang tanpa dicari, saat keduanya telah terikat pernikahan.</p>
<div class="blogimg" style="float:left"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/kank3.jpg"  /><br />
Rishi dan Maya</div>
<p>Dilihat dari satu sisi, cinta mereka adalah milik dua orang egois yang hanya mengasihani diri sendiri. Pernikahan yang hambar dan dingin adalah karena kegagalan dua orang, dan tidak bisa dibebankan kepada satu orang yang terus menerus berbuat salah.<br />
Bukan salah Dev dan Maya ketika mereka saling tertarik, tetapi mereka menjadi salah ketika ketertarikan itu dipupuk subur sehingga tumbuh menjadi sebuah perselingkuhan.</p>
<p>Tapi di sisi lain, konon cinta tak pernah salah. Lalu apakah perceraian adalah solusinya? Mengorbankan ikatan suci dengan seorang tidak dicintai demi orang ketiga?</p>
<p><b>Lambat tapi tak membosankan</b></p>
<p>Sutradara <b>Karan Johar</b> mengangkat sebuah tema yang sensitif, terutama untuk publik India dan Asia pada umumnya. Tak seperti film2nya sebelum ini yang diwarnai kehidupan kampus dan agak komikal, seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kuch_Kuch_Hota_Hai">Kuch Kuch Hota Hai</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kabhi_Khushi_Kabhi_Gham">Kabhi Kushi Kabhie Gham</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kabhi_Alvida_Naa_Kehna">Kabhi Alvida Naa Kehna</a> lebih dewasa. <i>Setting</i> kota New York membuat kesan modern dan <i>open minded</i> lebih terasa, walaupun masih ada kesan hanya &#8220;tempelan&#8221; belaka.</p>
<p>Dari keseluruhan pemain, akting komikal <b>Amitabh Bachchan</b> sebagai ayah Rishi adalah yang paling menonjol. Shahrukh Khan tetap dengan gayanya yang seperti biasa di awal film, tetapi semakin serius sebagai Dev yang menjadi pemarah. Sayangnya <i>chemistry</i> antara Shahrukh dan Rani yang terjalin indah dalam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chalte_Chalte">Chalte Chalte</a>, tak begitu terasa dalam film ini.</p>
<div class="blogimg" style="float:left"><img src="http://jalankenangan.net/images/blog/kank1.jpg"  /><br />
Maya dan Dev</div>
<p>Alur cerita berjalan lambat, terutama di separuh pertama. Tetapi adegan2 yang <i>catchy</i>, lagu2 yang indah dan dialog memikat membuat semuanya jadi tak membosankan. Patut dicatat lagu tema &#8220;Kabhi Alvida Naa Kehna&#8221; yang agak sendu, dan bernuansa &#8220;Kal Ho Naa Ho&#8221;. Juga &#8220;Rock n&#8217; Roll Soniye&#8221; yang <i>ngebeat</i>.</p>
<p>Adegan yang paling membuat miris adalah ketika Rhea bercerita kepada Dev bahwa ia menolak pindah ke London, walaupun itu berarti menolak promosi karir. Dev yang terlanjur merasa minder dengan kesuksesan Rhea, malah menganggap itu sebagai penghinaan tak langsung.<br />
Juga saat Rhea mengkonfrontasi Maya saat bertemu di pesta pernikahan kedua Rishi. Tidak membabi buta, namun cukup pedas.</p>
<p>Sayangnya ada beberapa hal yang terkesan dipaksakan. Bagaimana Dev dan Maya bertemu kembali di stasiun tiga tahun setelah pertemuan pertama mereka, karena teror Black Beast penculik anak. Bahwa keduanya kemudian begitu sering bertemu hanya untuk saling memberi saran (atau memang hanya alasan?). Bahwa Rhea langsung meminta cerai dari Dev saat suaminya itu mengaku telah berselingkuh (kekesalan yang telah memuncak?). Dan bahwa Dev begitu mudah meninggalkan anaknya, padahal konon kelahiran anaknya adalah saat yang paling membahagiakannya.</p>
<p>Tetapi dalam sebuah film India yang pandai memainkan emosi dengan adegan2 dramatis, hal2 seperti itu menjadi tidak begitu penting. Kabhi Alvida Naa Kehna tetap menarik untuk ditonton. Tiga jam yang membawa penonton pada berbagai perenungan.</p>
<p><i><b>PS</b>: Film ini adalah film India pertama yang gue tonton di bioskop. Di luar dugaan gue, ada sekitar 20 orang penonton siang itu, dan tak seorangpun meninggalkan bioskop sebelum film selesai <img src='http://www.jalankenangan.net/celoteh/wp-images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</i></p>
<p>Sponsor: <a href="http://www.amazon.com/gp/product/B000JKO8KE?ie=UTF8&#038;tag=celosepajalak-20&#038;linkCode=as2&#038;camp=1789&#038;creative=9325&#038;creativeASIN=B000JKO8KE">Kabhi Alvida Naa Kehna (Bonus - Free Stardust Award 2004 Dvd)</a><img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=celosepajalak-20&#038;l=as2&#038;o=1&#038;a=B000JKO8KE" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important;" />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jalankenangan.net/celoteh/?feed=rss2&amp;p=166</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
