WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't create table './t81978_wrdp1/wp_tla_data' (errno: 122)]
TRUNCATE `wp_tla_data`
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
Canting oleh Arswendo Atmowiloto
Resensi seperti sudah pernah saya tulis di sini.




dari 5 bintang
Buat saya, seorang Jawa yang tinggal di ‘negeri tetangga’, membaca Canting seperti belajar budaya leluhur. Banyak hal saya dapatkan dari buku ini, tentang bagaimana orang Jawa itu, setidaknya pada generasi di atas saya, dan ke atas2nya lagi.
Canting berkisah tentang dua generasi: Pak Bei alias Ngabehi Sestrokusuma, pemilik usaha batik merk Canting, dan putri bungsunya Ni alias Subandini Dewiputri Sestrokusuma. Keduanya punya semangat pemberontak, tapi implementasinya tentu berbeda2 sesuai jamannya masing2.
Di awal buku dikisahkan tentang Pak Bei yang sangat feodal. Apa2 selalu dilayani oleh istri dan pegawai2nya. Bu Bei yang ternyata bekas buruh batik itu benar2 menyiapkan segala sesuatunya untuk Pak Bei, mulai dari air hangat untuk mandi, sampai menjual batik di Pasar Klewer. Sudah begitu, Pak Bei tinggal menikmati hidup, pergi bersosialisasi dengan teman2nya sesama priyayi, dan “tirakatan” Jumat Kliwon yang kadang diwarnai dengan judi dan perempuan. Belum lagi kesenjangan strata sosial antara priyayi dan buruh yang nggak terbayangkan pada jaman sekarang.
Bu Bei-lah sesungguhnya yang motor penggerak keluarga sekaligus motor penggerak usaha. Menjadi manajer produksi merangkap manajer pemasaran, juga manajer keuangan dan manajer sumber daya manusia. Saya jadi ingat gurauan Pakde saya saat peluncuran bukunya awal tahun lalu. Kata Pakde saya, selaku priyayi Solo, beliau memang kerjanya menekuni hobi, yaitu membongkar pasang otak (maklum, dokter bedah saraf
). Cari duit itu urusan duniawi, urusan istri.
Sungguhpun kesan pertama saya tentang Pak Bei kurang begitu baik, ternyata seiring berjalannya kisah, banyak hal2 baru yang saya ketahui darinya. Ternyata dibalik kegiatannya yang agak nggak jelas itu, Pak Bei sangat mengikuti berita terkini: mulai dari politik seputar Bung Karno dan nekolim, sampai urusan seni drama. Pemikiran2 Pak Bei pun banyak yang nggak lazim, bahkan progresif untuk jaman tahun 60-an itu. Walaupun tentunya, semua baru sebatas wacana, pandangan, belum sampai kepada sebuah pergerakan yang nyata. Modernitas Pak Bei masih berpadu kental dengan filosofi2 Jawanya.
Bagian berikutnya adalah giliran Ni menjadi lakon. Ni adalah satu2nya anak Pak Bei yang namanya menggunakan Sestrokusuma, karena konon Pak Bei sempat meragukan apakah Ni benar2 anaknya. Ni adalah satu2nya anak Pak Bei yang hidupnya nggak mengikuti pakem anak priyayi Jawa: manut2 orang tua, dan pasti akan hidup enak. Ni adalah satu2nya anak Pak Bei yang mau mengurusi usaha batik Canting yang sudah tergusur batik printing.
Plot kisahnya mungkin cenderung standar. Tapi muatan dialog2nya, terutama antara Pak Bei dan Ni, benar2 kaya akan perenungan. Bagaimana Pak Bei menjelaskan bahwa orang Jawa itu memang hakikatnya pasrah, tapi sekaligus menyemangati Ni untuk menjadi pembuka pintu perubahan.
Pada bagian akhir cerita, banyak hal dari masa lalu yang kemudian terungkap. Kelam, diselesaikan dengan tak adil menurut kacamata orang luar, namun dengan penuh pertimbangan oleh Pak Bei. Pak Bei pun menunjukkan bagaimana seorang priyayi di masa tuanya nggak hanya sekedar menjadi menara gading yang tak tersentuh, tapi juga menjadi mercu suar yang menerangi sekitarnya.
Akhir cerita memang terasa agak terburu2. Seperti ada yang tiba2 memencet tombol Fast Forward pada tape recorder. Tapi mungkin 20 halaman terakhir buku ini bisa dianggap sebagai sebuah epilog. Sekedar untuk menggambarkan kepada pembaca, bagaimana kira2 kelanjutan nasib keluarga Sestrokusuma. Karena kekuatan cerita ini memang bukan pada alurnya. Ending-nya bagaimana, bukan suatu hal yang penting lagi. Karena Canting sudah memperkaya pembacanya sejak awal.
]]>WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
Judul: Buku Harian Nanny (The Nanny Diaries)
Penulis: Emma McLaughlin
My review
Rating: 

of 5 stars
Ditulis oleh dua orang mantan pengasuh anak (nanny) di New York, Buku Harian Nanny menjadi bukan sekedar ciklit biasa. Mengutip band Efek Rumah Kaca, buku ini bukan tentang “Cinta Melulu”. Bukan tentang sekedar keluh kesah seorang perempuan yang sibuk mencari kekasih.
Nanny, seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu menjadi seorang nanny pada sebuah keluarga X yang termasuk warga elit New York. Overworked, underpaid. Betapa tidak, Nanny ternyata nggak hanya mengurusi Grayer yang berumur 4 tahun, tapi juga menjadi asisten Mrs.X.
Anak selucu dan secerdas Grayer ternyata harus mengalami nasib yang menyedihkan. Jadwal kegiatan yang ketat dan sejumlah aturan tak masuk akal lainnya. Kasih sayang orang tua yang hanya ditunjukkan lewat materi dan sekolah mahal. Ayah yang berselingkuh. Dan Ibu yang nggak bekerja, tapi tetap nggak pernah punya waktu untuknya.
Huhuhu, saya jadi membandingkan Naila (5 tahun) dengan Grayer, Bibi pengasuhnya dengan Nanny, dan diri saya sendiri dengan Mrs.X. Sepertinya, dan semoga saja, Naila masih jauh lebih beruntung daripada Grayer. Saya memang bekerja di luar rumah, tapi saat saya ada di rumah, toh saya selalu ada untuknya. Bibi yang kebetulan nggak menginap di rumah, semoga nggak merasa dibayar terlalu sedikit untuk pekerjaan yang terlalu banyak.
Di tengah kisruh rumah tangga X, situasi semakin nggak menguntungkan untuk Grayer, dan juga untuk Nanny. Tapi semakin sulit bagi Nanny untuk meninggalkan Grayer dalam kondisi seperti ini. Sayangnya dia seperti nggak punya nyali untuk memperjuangkan nasibnya, dan tentu juga nasib Grayer. Padahal pada usianya yang baru awal 20-an, biasanya darah muda masih berkobar, seperti kata Bang Haji Rhoma kan?
Akhir cerita ini masih menggantung, tapi masih acceptable buat saya. Mengharukan yang jelas, karena nasib Grayer ke depannya pun masih tanda tanya. Yang bikin bete, kok Nanny nggak jadi ngasih rekaman marah2-nya kepada Mrs.X. Padahal saya aja emosi..
]]>WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
Judul: Miracle Make-Up by Wawa Sugimurti
Penulis: Reni Kusumawardani
Rating: 

of 5 stars
Nama Wawa cukup tersohor sebagai seorang makeup artist senior di Indonesia. Pendidikan formalnya selaku insinyur sipil seakan mematahkan anggapan bahwa female engineers nggak suka dan nggak bisa dandan *curcol.com*.
Buku ini membahas rias wajah dari dasar. Memperkenalkan perbedaan, kegunaan, dan cara aplikasi foundation, concealer dan bedak. Penjelasannya singkat tapi padat dan jelas. Mulai dari jenis foundie yang sebaiknya dipilih untuk jenis kulit tertentu, sampai bagaimana cara memilih warna yang tepat.
Kemudian masuk ke bagian paling seru dari tata rias wajah, yaitu riasan mata. Rias matalah yang paling membedakan riasan sehari2 dengan riasan pesta. Dari rias matanya pula kita bisa menilai, apakah seseorang cenderung berdandan konservatif, atau malah berani tampil beda. Sebagian besar contoh riasan diberikan ilustrasi step-by-stepnya sehingga mudah diikuti.
Setelah dasar2 riasan mata dengan satu, dua dan tiga warna, Wawa menunjukkan berbagai contoh riasan. Smokey eyes, natural, romantis, dramatis, eksotis… Riasan2nya mudah ditiru dan pilihan warnanya dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, hehe… Berbeda dengan kesan saya saat membolak balik halaman kecantikan majalah2 wanita yang bikin saya mikir, “Dandan kayak gitu, buat pergi ke mana sih jeuung?”.
Ada satu dua yang menurut saya too much, misalnya merias mata dengan beberapa warna saat mengenakan lipstik merah. Saya sih, cenderung merias mata dengan minimalis kalau bibir sudah pakai lipstik merah jreng jreng…
Wawa juga memberikan contoh2 tata rias untuk setiap usia, mulai dari 20-an sampai 50-an. Juga saran2 untuk kasus2 khusus, misalnya berkacamata, berkerudung, atau memiliki kantung mata.
Sayangnya masih ada beberapa petunjuk yang tidak berilustrasi. Misalnya cara mengaplikasikan bedak bronzer untuk shading alias menyempurnakan kontur wajah. Padahal bronzer seringkali muncul sebagai kosmetik yang digunakan pada berbagai tata rias dalam buku ini.
Mungkin karena buku ini ditujukan untuk pemula, masih banyak hal yang belum terangkat tuntas. Misalnya bagaimana membentuk alis sesuai bentuk wajah, penggunaan primer sebagai alas tata rias, penggunaan eyeshadow base, dan sebagainya.
Oh ya, salah satu nilai positif buku ini adalah harganya yang nggak terlalu mahal. Bandingkan dengan buku tata rias Gusnaldi yang harganya dua kali lipatnya
.
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Judul: Cinta Andromeda
Penulis: Tria Barmawi
Penerbit: Gramedia, 2007


Science fiction Indonesia? Larilah pada Tria Barmawi. Setelah Lost in Teleporter, Tria kembali menghadirkan novel bergenre ini. Tepatnya, perpaduan antara chicklit dan science fiction.
Cinta Andromeda berkisah tentang Salsabila, seorang gadis yang manis, cerdas tapi polos. Bagi Salsa, Andromeda adalah laki2 yang persis seperti idamannya selama ini. Ganteng (ya iyalah), sangat cerdas, sopan dan gentleman, dan nggak pernah lirik2 perempuan lain. Tanpa menyadari bahwa sosok seperti itu tentunya hanya ada dalam dongeng, hampir mustahil ditemui pada manusia biasa. Dan memang, Andro ternyata adalah humanoid alias robot yang menyerupai manusia.
Cerita ini bersetting Indonesia tahun 2070. Di mana teknologi sudah memungkinkan robot memiliki kemampuan belajar yang sangat tinggi sehingga bisa memiliki emosi dan ekspresi wajah yang natural. Andromeda adalah hasil pengembangan Nunoid Project dari Vinidici Technology, sebuah perusahaan nasional, yang diharapkan mampu menjadi robot yang memiliki emosi yang sangat natural, mampu mencintai dan dicintai. Oleh karena itu ia di’lepas’ ke alam nyata untuk berinteraksi secara intens dengan manusia, agar dapat mempelajari itu semua.
Wina, sahabat Salsa yang berprofesi sebagai jurnalis, mulai mencium ketidakberesan pada sosok Andro. Penyelidikan2 Wina ternyata diketahui oleh supervisor tim Nunoid Project, Harrison. Khawatir proyeknya terancam, Harrison pun melakukan tindakan2 yang mengancam nyawa Wina.
Keadaan semakin pelik ketika sebuah perusahaan robot terkenal, Robotech Corporation tertarik untuk berinvestasi membiayai Nunoid Project lebih lanjut. Mereka menginginkan Andromeda nggak hanya bisa mencintai, tapi juga bisa berkeluarga dan memiliki anak. Tim lalu mengatur skenario agar Salsa menikah dengan Andromeda. Andromeda diprogram agar bisa berhubungan suami-istri dan memiliki anak dengan sperma dari bank sperma.
Untuk Erik, salah seorang anggota tim, rencana itu sudah melewati batas. It’s getting way too much. Tim Nunoid Project menjadi pecah karena sebagian setuju dengan Erik untuk menyelamatkan Salsa dari rencana itu. Tapi Harrison tentu nggak tinggal diam.
Tria lagi2 berhasil meenyatukan cerita cinta dengan teknologi, dibumbui dialog kocak di sana sini, dan membawa sebuah pesan moral. Nggak terlalu membuat kening berkerut, tapi tetap memiliki nuansa sains dan teknologi yang kuat, khususnya software development, where I feel like home
.
Di tengah banyaknya novel2 cinta, Cinta Andromeda bisa menjadi pilihan. Sayangnya untuk selera pribadi gue, akhir ceritanya dan kurang menggigit. Terlalu dipaksakan agar everybody’s happy, gitu.
]]>WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Judul: Travelers’Tale
Penulis: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidayat, Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media, 2007




Bayangkan empat orang dengan empat karakter dan empat latar belakang yang berbeda. Bersahabat sejak kecil hingga usia tigapuluhan, dan membentuk rantai cinta yang pelik: Jusuf mencintai Farah, Farah mencintai Francis, Francis mencintai Retno. Sebelum kamu terlanjur membayangkan terlalu jauh, untungnya nggak ada loopback Retno memendam cinta pada Jusuf
.
Keempat sahabat itu kemudian bekerja di empat benua yang berbeda. Dunia masih aman dan damai sampai Fracis mengirimkan email undangan pernikahannya dengan seorang gadis Barcelona. Retno datang dari utara. Farah dari timur, dan Jusuf dari selatan untuk dengan tujuannya masing2. Persamaan dari semuanya adalah keterbatasan dana dan semangat petualangan backpacker.
Buku ini ditulis oleh empat orang, di mana setiap penulis bertugas menghidupkan satu karakter sekaligus mengisahkan perjalanan karakter tersebut. Cerita dipenggal2 sedemikian rupa, sehingga setiap bab merupakan cerita dari tokoh yang berbeda. Sekilas terkesan membingungkan, tapi di tangan keempat penulis buku ini, malah jadi mengasyikkan. Istilah Wimar Witoelar dalam kata pengantar novel ini, kita seperti berada di atas karpet terbang. Atau mungkin seperti meminjam Pintu Ke Mana Saja milik Doraemon
.
Tokoh2nya pun cukup solid. Retno yang kalem, tapi bisa keluar ide2 anehnya saat bersama Francis (ini Ninit ya?). Farah yang spontan (Alaya?). Jusuf yang gila, walaupun nggak seabsurd tokoh2 rekaan Adhitya Mulya lainnya (kecuali soal tanpa celana itu ya
). Sayangnya kok gue kurang bisa mendapatkan karakter Francis secara utuh ya (Iman?).
Walaupun kadang gue merasa penggambaran kota2 yang dilewati masih kurang, Travelers’ Tale berhasil membuat orang tergiur untuk berwisata murah. Menjadi seorang traveler yang berbelanja pengalaman di negara orang, bukan hanya menjadi tourist yang berbelanja barang. Travelers’ Tale juga berhasil menawarkan konsep bercerita yang segar karena dan nggak membosankan karena, ya itu tadi, diceritakan bergantian. Travelers’ Tale berhasil menggambarkan indahnya pelangi persahabatan antar sukubangsa atau ras. Dan Travelers’ Tale (baca: Jusuf) berhasil membuat gue ketawa2 sendiri di jam istirahat kantor seperti orang kesambet.
Akhir cerita yang nggak 100% happy ending malah memuaskan gue. Menyisakan satu pertanyaan yang menggantung, justru menjadi realistis, dan membuat gue ngelangut.
Intinya buku ini sangat direkomendasikan deh! Terutama untuk penikmat novel cinta yang nggak mendayu2, dan untuk yang suka atau bercita2 untuk bisa traveling ke berbagai negara.
Tapi, judulnya kenapa harus “Belok Kanan” sih?
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data

Judul: Four Seasons in Belgium
Penulis: Fanny Hartanti
Penerbit: Gramedia, Juli 2006


Semakin tua, orang punya kecenderungan untuk bernostalgia. Begitu juga gue, yang kemarin tiba2 bernostalgia tentang masa2 kuliah dan kerja di sebuah negara empat musim. Semua karena mata gue tertumbuk pada sebuah buku karya Fanny Hartanti, Four Seasons in Belgium.
Cerita ini berkisah tentang Andin, seorang perempuan tipikal chicklit: muda, cantik, cerdas, memiliki karir yang menjanjikan dan tentunya penghasilan lumayan, mandiri, hobi belanja dan baca majalah Cosmopolitan, serta punya gaya hidup yang lumayan “bebas”. Ah, kamu pasti mengerti maksud gue
Andin bekerja mati2an pada perusahaan tempatnya bekerja, agar dapat ditransfer ke Belgia. Tentunya bukan karena Belgia punya bir dan praline terbaik di dunia, tapi karena pacarnya tinggal di sana. Dave, yang tidak “menghamba” kepada Andin seperti mantan2 terdahulunya, tapi bisa membuat Andin jungkir balik makan cinta.
Dave jugalah yang membuat Andin dihadapkan pada sebuah pilihan pahit. Andin hamil. Dan reaksi Dave adalah tidak mau ikut terlibat. Nggak hanya dalam masalah kehamilan, tapi juga dengan Andin. Dengan kata lain, mereka putus, karena Dave lebih memilih berkonsentrasi pada pekerjaannya, menjalankan segudang rencananya, di mana seorang anak nggak termasuk di dalamnya.
Apakah Andin memilih aborsi, yang dilegalkan sampai janin berusia sepuluh minggu? Atau Andin memilih menjalani kandungannya seorang diri? Apakah kehadiran seorang anak yang tidak direncanakan, saat sedang mengejar karir, mengejar mimpi di negeri orang, sanggup dihadapinya? Ini adalah sebuah tantangan besar bagi seorang perempuan tipikal chicklit untuk membuktikan bahwa dirinya memang cerdas dan mandiri.
Untunglah, Andin punya sahabat yang nggak pernah meninggalkannya terpuruk sendirian. Lala, seniornya asal Indonesia, yang ternyata menyimpan masalah pribadi yang cukup pelik. Juga Nick, yang dikenalnya pada hari pertamanya di Belgia. Mereka selalu siap memberikan dukungan pada setiap keputusan Andin dan mendampinginya di saat2 tersulit sekalipun. Sehingga walaupun Andin sebenarnya membutuhkan kehadiran Ayah dari janin yang dikandungnya, ia nggak merasa perlu menuntut dan memaksa Dave bertanggung jawab.
Hidup ini memang sekumpulan pilihan. Apa yang dipilih Andin saat Dave meminta kesempatan kedua, dan di saat yang sama Nick menyatakan cintanya? Kali ini Andin harus memilih nggak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk anaknya.
Alur cerita berjalan dengan cepat. Gue langsung melayang ke masa muda
, saat harus mencari apartemen, atau malah saat mengunjungi Belgia dengan ngirit-mode ON bersama dua orang teman dulu. Beramai2 ke Paris atau Amsterdam, dengan motto “biar murah asal jalan2″. Sesekali keluar malam bersama teman2 kuliah. Atau malah sebelumnya, saat gue terkaget2 bahwa hari Minggu nggak ada toko yang buka, saat gue bete karena setiap kali keluar rumah harus pakai coat walaupun hanya untuk ke Penny Markt dekat rumah membeli sekotak sari jeruk.
Ah, beneran, gue emang udah tua!
Sebuah karya yang oke untuk mengawali karir menulis Fanny Hartanti. Ringan untuk dinikmati khas chicklit, dengan gaya bahasa yang renyah, akrab tapi nggak ngasal. Masih menyisakan beberapa pertanyaan di akhir cerita, misalnya bagaimana reaksi keluarga Andin terhadap kehamilannya. Tapi mungkin memang fokus cerita ini nggak di situ.
Satu catatan gue, sebenarnya judul novel ini bisa saja menggunakan bahasa Indonesia, tanpa mengurangi maknanya. Tapi mungkin Fanny, editornya, dan penerbitnya, punya pendapat lain.
Terakhir, manusia itu gudangnya salah dan lupa. Termasuk lupa minum pil kontrasepsi. Sepertinya sih, safe sex is no sex, wakakakakaka…
.
Oh ya, kenapa gue sudah lama nggak menulis di sini? Bukan, bukan sedang menulis novel kok
. Nanti saja ya ceritanya, di posting berikutnya.
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
Judul: Mendidik Anak Perempuan
Penulis : Abu Aisy Abdul Mun’im Ibrahim
Penerbit : Gema Insani Press
Jumlah halaman: 314 halaman (sampul keras)
Hari Sabtu lalu saya menemukan buku ini di sebuah toko buku Islami tak jauh dari rumah. Bersampul keras, dibubuhi testimonial yang tentunya positif dari seorang perempuan anggota DPR, membuat saya tertarik untuk membolak-balik salah satu edisinya yang terbuka.
Sepintas, saya menemukan sebagian besar isinya memang bermanfaat. Mengingatkan bahwa anak perempuan adalah amanah Allah, dan mendidiknya menjadi seorang shalihah merupakan kewajiban bagi orang tuanya.
Tetapi di tengah-tengah buku, saya terkejut. Penulis berpendapat bahwa karena lingkup gerak seorang perempuan kelak adalah di rumah suaminya, untuk mengasuh anak dan menjalankan pekerjaan rumah tangga, maka sebaiknya ia dibekali dengan pendidikan seputar itu saja. Tidak perlu membebani dengan ilmu-ilmu yang jauh dari kehidupan perempuan seperti ilmu ukur, fisika, ekonomi, bahkan kedokteran dan ilmu hukum/perundang-undangan. Itu hanya membuang waktu dan tenaga, mubadzir.
Saya pribadi tidak berkeberatan dengan pendidikan yang diistilahkan dengan bidang ‘keputrian’ seperti memasak dan keterampilan rumah tangga lainnya. Bagaimanapun seorang perempuan (dan laki-laki sebetulnya) pasti tidak akan jauh dari bidang itu jika ia mandiri kelak. Juga keterampilan merawat bayi dan balita, karena kemungkinan besar ia akan memiliki anak kelak.
Tetapi apakah itu semua membuat seorang anak perempuan tidak perlu mempelajari hal lain yang seringkali disebut ‘milik laki-laki’, dan jika ia mampu membagi tenaga dan waktu, menerapkannya untuk umat kelak? Adalah sah dan baik jika seorang perempuan berpendidikan tinggi memilih untuk tidak bekerja di luar rumah. Tetapi pilihan mereka yang memutuskan untuk sebaliknya, sebaiknya dihormati juga. Sebuah keluarga adalah sebuah entitas independen, dengan masalahnya masing-masing serta solusinya yang unik dan khas. Tak ada satupun solusi mantera ajaib yang ampuh untuk semua keluarga tanpa kecuali.
Dan saya kurang setuju jika hanya anak perempuan yang dianggap harus bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan seputar anak. Seorang laki-laki pun kadang harus bisa melakukannya, katakanlah saat dia kos di luar kota/negeri, atau saat istri/ibunya sakit. Bahkan tidak aneh kalau ia bisa berbagi tugas dengan istrinya dalam pekerjaan rumah tangga. Seperti juga sebaiknya seorang perempuan bisa mengendarai mobil walaupun tidak sempurna, agar setidaknya dalam keadaan darurat ia tak harus bergantung dan menunggu.
Saya pun tidak mempermasalahkan jika seseorang tidak mempelajari ilmu-ilmu tertentu. Seperti sudah sering dibicarakan pakar-pakar pendidikan, beban kurikulum di Indonesia terlalu berat. Anak yang pintar tentu akan terpuaskan dan terpacu, tetapi anak yang kurang akan semakin terpuruk. Karena itulah banyak didirikan sekolah-sekolah alternatif, misalnya untuk mereka yang putus sekolah. Tetapi apakah seorang anak perempuan harus menerima ‘kurikulum terpangkas’ karena jendernya?
Konon agama itu multitafsir. Dan keluarga saya memilih berbeda penafsiran dengan penulis buku dari Jazirah Arab ini, walaupun kami mempercayai dalil-dalil yang sama. Biarlah Naila belajar sebanyak, seluas, dan setinggi yang ia mau dan kami mampu. Semoga ia tetap shalihah walaupun banyak berilmu (duniawi), dan menikah dengan seorang yang shalih. Dan biarlah mereka memutuskan sendiri solusi yang terbaik untuk keluarga mereka kelak.
]]>WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
Novel kedua Icha Rahmanti ini adalah potret keseharian perempuan muda metropolitan. Berjuang mencari penghidupan sendiri sambil belajar mandiri, walaupun kadang menghabiskan semuanya secara impulsif untuk sesuatu yang tidak benar2 perlu demi tampil cantik. Dan seperti bisa diduga dari judulnya, buku berlabel “chicklit Indonesia asli” ini sarat dengan berbagai perenungan tentang kecantikan, bagaimana menjadi cantik, dan keuntungan politis seorang yang cantik.
Judul: Beauty Case
Penulis: Icha Rahmanti
Penerbit: Gagas Media, 2005



Beauty Case berkisah tentang Nadja, gadis lincah, cerdas dan optimistis yang dihadapkan pada pertarungan cinta melawan seorang model maha cantik, Dania. Cara bertutur yang hidup membuat pembaca seolah membaca buku harian seorang Nadja, mengintip testimonial Friendster-nya, dan menampung keluh kesah plus makian2nya lewat telepon seakan Nadja adalah salah satu anggota gang yang sering ngafe bersama.
Sedikit bumbu dari dunia politik membuat chicklit ini memiliki nuansa berbeda, yang mungkin tak terpikirkan penulis chicklit dalam negeri lainnya. Sayangnya penggunaan bahasa Inggris yang berlebihan membuat sebagian dialog kurang realistis. Bahasa Inggris memang sangat lazim digunakan dalam percakapan sehari2 kaum muda kelas atas Jakarta, tapi siapa sih yang berbicara dengan bahasa Inggris sebanyak itu saat ngafe di Citos? Cuma segelintir rasa2nya.
Juga, sisipan catatan “renungan” Icha tentang kecantikan yang dicetak di atas kertas tebal berwarna, walaupun menarik karena memuat brainstorming sekaligus menawarkan ide2 tentang makna kecantikan, menjadi mengganggu karena muncul di hampir setiap bab. Foto2 Icha yang terpampang di sana nyaris mengesakan betapa Icha ingin “tampil”, dan bukan hanya untuk menjadi orang di belakang layar, tepatnya di belakang monitor komputer penulisan buku ini.
Akhir cerita yang dibuat realistis, agak menggantung, tapi justru menambah nilai positif bagi novel ini. Singkatnya, Beauty Case layak dibaca jika kita mengharapkan membaca sebuah chicklit. Tidak lebih, dan tidak perlu berharap lebih. Cerita ringan yang cukup menghibur tanpa dihakimi dangkal dan norak. Membuat sebagian perempuan muda merasa bercermin, sekaligus memberi tahu pembaca lainnya, apa yang dirasa oleh hati dan dipikirkan oleh kepala seorang perempuan muda kota besar.
Somehow I can relate myself to Nadja. Gue emang nggak secerewet, segaul, se-emosional dan se-impulsif Nadja (plus gue nggak suka maki2 seperti Nadja
). Tapi gue memiliki semua sifat2 itu walaupun dalam kadar yang lebih rendah (emm.. tepatnya, klo dibandingin ama Nadja sih gue sangat gak gaul
).
Then, she’s short. Tingginya 153 cm, tapi selalu ngaku2 155 cm, dan suka pake sepatu hak tinggi. Gue selalu bilang bahwa tinggi gue 151 cm, karena terakhir diukur ya segitu itu. Tapi karena di paspor lama gue (yang biru dgn jilidan yg gampang lepas itu) tinggi gue 149 cm, Adek gue keukeuh bahwa gue cuma 149 cm, dan I just pretend to be 151 cm tall. Whatever you say lah hai..![]()
Next, SMS Budi sang Pangeran Idaman tentang Nadja,
Uh oh.. ![]()
Gue nggak cantik banget ya, hello.. Tapi gue KITIIIINNNGGG!!!!! Dan gue kadang merasa, salah satu faktor yang makin mempersulit orang untuk bilang gue cantik adalah krn rambut gue yang awul2an itu
. Oh.. ralat ding.. rambut gue awul2an sebelum gue pergi ke salon untuk smoothing hari Selasa kemarin. Cerita dan fotonya ntar aja ya.. kapan2
.
]]>
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SHOW COLUMNS FROM wp_tla_data LIKE 'post_id'
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD `post_id` BIGINT( 20 ) UNSIGNED NOT NULL DEFAULT '0' AFTER `id` ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
ALTER TABLE `wp_tla_data` ADD INDEX ( `post_id` ) ;
WordPress database error: [Can't find file: 'wp_tla_data' (errno: 2)]
SELECT * FROM wp_tla_data
Untuk memenuhi janji kepada Miranda
Judul: Sihir Cinta
Penulis: Miranda


Bagaimana rasanya menjadi orang yang mampu “melihat” kejadian di masa depan? Setelah membaca novel karya asli perdana Miranda ini (novel pertamanya merupakan karya adaptasi bertajuk “Dara Manisku”), mungkin kita akan menemukan jawabannya.
“Sihir Cinta” berkisah tentang Rhein Prabasnaya, seorang mahasiswi yatim piatu yang memiliki keistimewaan tadi. Tetapi keistimewaan itu, ditambah sifatnya yang cenderung introvert, membuat dirinya justru sulit memiliki teman karena dianggap freak. Beberapa kejadian membuat Rhein malah membuat Rhein menyesali kemampuannya itu.
(halaman 71)
Dalam “Sihir Cinta”, Miranda menceritakan bagaimana Rhein menemukan seorang sahabat, Mita, jatuh cinta pada Ary Suta, “lelaki senja”-nya, lalu (berusaha) melupakan Ary lewat sosok Reza. Juga persahabatannya yang unik dengan seekor kucing hitam bernama Nimbus.
Alur cerita cinta yang terbilang ringan, nyaris standar, dikemas secara menarik dengan penuturan yang lancar. Membuat pembaca mudah merasa “masuk” ke dalam cerita, bahkan dimainkan emosinya. Tentu saja, ini cerita fiksi, di mana khayal bisa berpadu dengan nyata dan logika kadang menempati urutan kedua. Toh, bagi Anda pemuja logika, anggap saja percakapan Rhein dengan Nimbus sebagai bentuk lain dari sebuah monolog.
Deskripsi fisik Ary Suta yang minimal bisa dianggap sebagai titik lemah novel ini, namun ini membiarkan pembaca berimajinasi lebih liar tentang sosok lelaki bermata tajam itu. Bagaimana Rhein sampai bisa jatuh cinta pada Ary, dan sebaliknya, tidak dikisahkan secara detil. Tapi cinta memang tidak perlu alasan. Cinta bisa menyihir manusia kapanpun, di manapun, dan karena apapun.
Secara keseluruhan, “Sihir Cinta” dan Rhein Prabasnaya dengan kesederhanaannya yang khas Jogja mampu menjadi menjadi alternatif di tengah maraknya cerita tentang perempuan lajang kota besar yang bahagia menjadi single, bergaya hidup glamor, bahkan hedonis. Walaupun tidak dilabeli “Chicklit Asli Indonesia”, “Sihir Cinta” adalah sebuah chicklit dengan rasa baru.
Selamat, Miranda. Dan terima kasih untuk tidak mengaborsi embrio ceritamu ini, serta membiarkannya tumbuh menjadi anak sulung yang berhasil.
]]>